koranidopos.com – Jakarta, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama (Kemenag) tengah mempersiapkan lembaga atau pusat pengembangan prestasi atau talenta bagi para siswa, santri, dan mahasiswa yang binaannya. Lembaga ini akan menjadi wadah dari berbagai ajang kompetisi nasional yang selama ini digelar oleh Kemenag.
Pada jenjang Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN), Kemenag menggelar Olimpiade Agama, Sains, dan Riset (OASE) serta Pekan Olahraga dan Seni Nasional (PESONA). Di level madrasah, ada Kompetisi Sains Madrasah (KSM), Madrasah Young Research and Science (Myres), dan untuk santri pesantren, ada Musabaqah Qiraatul Kutub, dan ajang komperisi lainnya.
M. Ali Ramdhani, Direktur Jenderal Pendidikan Islam, mengungkapkan pentingnya membentuk lembaga prestasi ini untuk menghasilkan talenta-talenta hebat di berbagai bidang. Ia menyebutkan bahwa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) harus mampu membentuk talenta di bidang sains yang berkaliber.
“Event sekaliber OASE harus dikelola secara profesional, sehingga melahirkan talent-talent yang hebat. PTKIN harusnya bisa lebih hebat dari mereka yang berpartisipasi dalam KSM,” ujar M. Ali Ramdhani.
M. Ali Ramdhani juga menekankan pentingnya PTKIN untuk memberikan perhatian khusus kepada talenta-talenta yang dihasilkan dari KSM dan acara sejenis. Mereka harus mendapatkan tempat yang istimewa di kampus PTKIN.
Ahmad Zainul Hamdi, Direktur Perguruan Tinggi Islam (Diktis), menjelaskan bahwa pembentukan pusat prestasi ini dilakukan karena ada sejumlah tantangan yang muncul selama penyelenggaraan berbagai even prestasi. Salah satunya adalah persiapan yang harus dilakukan dari nol setiap kali ada even, yang menunjukkan kurangnya institusionalisasi dalam persiapan even-even tersebut.
Ia juga berharap hasil-hasil ajang kompetisi nasional Ditjen Pendidikan Islam dapat diakui secara nasional dan mendapat apresiasi dari masyarakat. Para juara yang lahir dari proses dan sistem talenta terbaik perlu mendapatkan pembinaan yang baik, seperti beasiswa atau peluang pengembangan lainnya.
Kasubdit Kelembagaan dan Kerjasama, Thobib Al Asyhar, yang ditunjuk sebagai Penanggung Jawab pelaksana pembentukan lembaga prestasi, menyatakan kesiapannya untuk menjalankan amanah ini. Lembaga prestasi ini diharapkan dapat menjadi payung umum di Kemenag, sehingga seluruh event nasional dapat dikelola dengan baik.
Kasubdit Sarpras dan Kemahasiswaan, Shoib Nur, mendorong agar pembentukan lembaga prestasi ini dapat segera diwujudkan agar dapat menghandle pelaksanaan OASE tahun depan.
Dengan pembentukan lembaga pengembangan prestasi ini, diharapkan para siswa, santri, dan mahasiswa yang binaan Kemenag dapat lebih berprestasi dan berkontribusi dalam pengembangan berbagai bidang, termasuk sains, riset, olahraga, dan seni.(dni)










