koranindopos.com – Jakarta, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) menyiapkan tujuh rencana aksi pemulihan untuk membantu perguruan tinggi dan mahasiswa yang terdampak bencana banjir dan longsor di Sumatra. Salah satu program utama yang dirumuskan adalah pembebasan Uang Kuliah Tunggal (UKT) selama 1 hingga 2 semester bagi mahasiswa terdampak langsung maupun yang berasal dari keluarga korban bencana.
“Pemberian pembebasan UKT 1 sampai 2 semester bagi mahasiswa terdampak atau berasal dari keluarga terdampak,” ujar Direktur Riset dan Pengembangan Kemendiktisaintek, Fauzan Adziman, Senin (8/12/2025).
Fauzan menjelaskan, seluruh rencana aksi pada tahap pemulihan tersebut dijadwalkan mulai berjalan pada Januari 2026, menggunakan anggaran yang telah dialokasikan pada tahun tersebut.
Selain pembebasan UKT, terdapat enam langkah pemulihan lainnya, yakni:
-
Pengadaan dapur umum di sejumlah kampus terdampak di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat untuk melayani mahasiswa yang membutuhkan bantuan pangan.
-
Pengaturan Ujian Akhir Semester (UAS) secara fleksibel bagi kampus atau mahasiswa yang keluarganya terdampak bencana.
-
Penggalangan bantuan kebutuhan mendesak melalui kampus di area terdampak, mencakup makanan, pakaian, penjernih air, hingga pengiriman tenaga kesehatan.
-
Pembentukan tim psikososial bagi dosen, mahasiswa, dan masyarakat, bekerja sama dengan tim psikolog, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), serta tenaga terlatih lainnya.
-
Bantuan fasilitas pembelajaran untuk memastikan proses belajar dapat kembali berjalan normal.
-
Pemulihan infrastruktur pembelajaran dan sosial, termasuk sarana kampus yang rusak akibat bencana.
Data Kemendiktisaintek mencatat 60 perguruan tinggi terdampak di tiga provinsi. Di Aceh terdapat 4 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan 27 Perguruan Tinggi Swasta (PTS), di Sumatra Utara 1 PTN dan 13 PTS, serta di Sumatra Barat 9 PTN dan 6 PTS.
Program pemulihan ini diharapkan mampu mempercepat stabilisasi kegiatan akademik, membantu mahasiswa melanjutkan pendidikan tanpa hambatan finansial, dan mendukung pemulihan kehidupan kampus pascabencana. (hai)










