koranindopos.com – Jakarta. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat terus mematangkan penyelenggaraan angkutan Lebaran 2026 dengan menitikberatkan pada aspek keselamatan, kesiapan layanan transportasi, serta penguatan fasilitas pendukung bagi para pemudik.
Plt Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Ernita Titis Dewi, dalam siaran pers yang diterima InfoPublik, Senin (9/2/2026), menyampaikan bahwa Kemenhub telah menyiapkan sejumlah program strategis guna memastikan perjalanan mudik berlangsung lancar dan aman.
Salah satu program utama yang kembali digelar adalah mudik gratis. Program ini disiapkan untuk ribuan peserta dengan dukungan ratusan armada bus yang akan melayani berbagai kota tujuan. Rute yang tersedia mencakup wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, DI Yogyakarta, hingga sejumlah daerah di Sumatra, dengan penambahan rute dibandingkan tahun sebelumnya.
Masyarakat diimbau untuk memantau informasi resmi melalui kanal komunikasi Kemenhub agar memperoleh jadwal dan mekanisme pendaftaran secara tepat dan terhindar dari informasi yang tidak valid.
Selain program mudik gratis, Kemenhub juga memperkuat pengawasan keselamatan angkutan umum melalui inspeksi kendaraan atau rampcheck sebelum armada dioperasikan. Pemeriksaan tersebut mencakup aspek teknis kendaraan, kelengkapan administrasi, serta kesiapan awak angkutan, guna memastikan seluruh armada dalam kondisi laik jalan.
Dari sisi prasarana, kesiapan terminal sebagai simpul transportasi menjadi perhatian khusus. Direktur Prasarana Transportasi Jalan, Toni Tauladan, menegaskan bahwa setiap angkutan umum yang berangkat dari terminal wajib melalui prosedur pemeriksaan sesuai standar operasional demi menjamin keselamatan penumpang.
Menurut Toni, kendaraan yang telah memenuhi persyaratan keselamatan dan kelayakan akan memperoleh persetujuan jalan dari kepala terminal. Sementara itu, armada yang belum memenuhi ketentuan akan menjalani pemeriksaan ulang hingga dinyatakan layak beroperasi.
Untuk meningkatkan efektivitas pengawasan, Kemenhub telah menerapkan sistem digital Terminal on System (TOS) di 115 terminal tipe A yang melayani angkutan antarkota antarprovinsi. Melalui sistem ini, status uji berkala kendaraan dan perizinan trayek dapat dipantau secara daring dan transparan, sehingga meminimalkan potensi pelanggaran.
Kemenhub juga mengimbau masyarakat agar memilih angkutan yang berkeselamatan dengan naik dan turun bus di terminal resmi. Langkah ini dinilai penting karena kendaraan yang beroperasi melalui terminal telah melalui proses inspeksi keselamatan sesuai ketentuan.
Bagi pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi, Kemenhub mengingatkan pentingnya memastikan kondisi kendaraan dan fisik pengemudi dalam keadaan prima, mematuhi rambu lalu lintas, serta memperhatikan informasi cuaca dan potensi wilayah rawan bencana. Sejumlah titik rest area juga telah disiapkan untuk mendukung keselamatan perjalanan jarak jauh.
Dengan penguatan layanan, peningkatan pengawasan keselamatan, serta pemanfaatan sistem digital, Kemenhub menargetkan penyelenggaraan angkutan Lebaran 2026 dapat berlangsung aman, tertib, dan memberikan rasa nyaman bagi masyarakat hingga tiba di kampung halaman.(ip/afy)










