Koranindopos.com – Bali. Inovasi terbaru dari Badan Kebijakan Transportasi (Baketrans) Kementerian Perhubungan menghadirkan uji coba penerbangan seaplane di Pantai Mertasari, Bali, pada Kamis (20/6). Langkah ini diambil untuk menjadikan Denpasar sebagai pusat operasi seaplane pertama di Indonesia, membuka peluang konektivitas baru di wilayah kepulauan.
Kepala Baketrans, Robby Kurniawan, menegaskan bahwa potensi bandara perairan sangat besar bagi Indonesia. Bandara ini dapat menjadi solusi alternatif transportasi antar kota besar dan destinasi wisata perairan, serta mendukung wilayah 3T. “Operasional bandara perairan dan seaplane tidak hanya meningkatkan konektivitas, tapi juga membuka peluang pariwisata baru,” kata Robby.
Studi bersama Baketrans dan Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 2024 memilih Bali karena tingginya kunjungan wisatawan. Tahun 2018, Denpasar mencatat 6 juta wisatawan dan diproyeksikan naik menjadi 6,6 juta pada 2024. “Bali telah menjadi pusat aviasi yang berkembang pesat, menjadikan seaplane sebagai alternatif yang menjanjikan,” tambah Robby.

Lima lokasi telah dipertimbangkan untuk pengoperasian seaplane: Danau G20, Pantai Jerman, Pantai Sanur, Pantai Geger, dan Pantai Mertasari. Pilihan akhirnya jatuh pada Pantai Mertasari setelah evaluasi mendalam tentang kelayakan operasional, ekonomi, dan sosial. Baketrans juga telah menyusun regulasi dan prosedur operasional untuk mendukung program ini.
Capt. Novyanto Widadi, Ketua Uji Coba Seaplane sekaligus pilot Cessna 172SP Amphibious, menyatakan optimisme bahwa seaplane bisa menjadi solusi transportasi inovatif yang menggabungkan air dan udara. “Seaplane menawarkan pengalaman berbeda dalam transportasi dan menjadi pilihan alternatif yang ideal untuk negara kepulauan seperti Indonesia,” ujar Capt. Novyanto.
Uji coba seaplane ini berlangsung lancar tanpa hambatan regulasi. Diharapkan, keberhasilan ini mendorong percepatan pembangunan bandara perairan di Pantai Mertasari, menjadikannya bandara perairan umum pertama di Indonesia. Turut hadir dalam uji coba ini adalah para pejabat terkait seperti Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah IV, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas II Benoa, Kepala Bendesa Adat Intaram, dan Kepala BUPDA Intaran.
Dengan adanya uji coba ini, Kemenhub berharap dapat menarik minat investor untuk merealisasikan pembangunan bandara perairan yang berkelanjutan, mengembangkan ekosistem seaplane di Indonesia, dan meningkatkan konektivitas di wilayah kepulauan.










