Sabtu, 14 Maret 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Opini
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Opini
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Olahraga
  • More
Home Kesehatan

Kemenkes Bentuk Tenaga Cadangan Kesehatan untuk Antisipasi Bencana di Daerah

Editor : Hairul oleh Editor : Hairul
24 Juni 2023
in Kesehatan
0
Kemenkes Bentuk Tenaga Cadangan Kesehatan untuk Antisipasi Bencana di Daerah

Suasana terdampak banjir bandang di Desa Rengasjajar, Cigudeg, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (19/5/2021). Menurut data BPBD Kabupaten Bogor sebanyak 1.211 warga Desa Rengasjajar, Kecamatan Cigudeg menjadi korban terdampak bencana banjir bandang Sungai Cidangdeur yang terjadi pada Senin (17/5), jumlah tersebut berasal dari 362 Kepala Keluarga (KK) di sembilan RT dari empat RW yang dilintasi banjir bandang. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/hp.

Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com – Jakarta. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) membentuk tenaga cadangan kesehatan di setiap daerah. Tujuannya untuk diterjunkan bila terjadi bencana alam maupun non alam yang berpotensi menimbulkan krisis kesehatan.

Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes, Sumarjaya mengatakan pembentukan tenaga cadangan kesehatan karena Indonesia merupakan negara yang mayoritas wilayahnya berada di zona kuning dan merah. Kondisi dan letak geografis ini membuat Indonesia rawan terjadi bencana yang berpotensi menimbulkan banyak korban jiwa.

”Namun di tengah kondisi ini, kapasitas kesehatan di setiap daerah utamanya daerah rawan bencana belum merata. Saat ini masih terkonsentrasi di kota-kota besar seperti DKI Jakarta, Jogja dan Jawa Timur. Daerah lain kapasitasnya masih sedang dan rendah,” ujar Sumarjaya dalam rilis yang diterima Koranindopos.com, Sabtu (24/6).

Menurut Sumarjaya, kondisi tersebut menjadi ancaman kesehatan dan keselamatan masyarakat. Selain itu, pihaknya juga belajar dari pengalaman penanganan Covid-19 yang datang tiba-tiba, sehingga sistem kesehatan belum siap. ”Karenanya perlu kita perkuat dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat,” kata Sumarjaya.

Artikel Terkait

Health360 Indonesia dan YPK Mandiri Hadirkan Aesthetic Gynecology Center, Pusat Layanan Terpadu untuk Kesehatan Perempuan

BPJS Kesehatan Imbau Peserta JKN Lakukan Skrining Kesehatan Sebelum Mudik Lebaran

RS EMC Grha Kedoya Kembangkan Diagnostik Presisi, Hadirkan Pakar Belanda untuk Bahas Teknologi PET/CT

Untuk memenuhinya, lanjut Sumarjaya, Kemenkes membuka kesempatan bagi masyarakat umum, baik tenaga kesehatan maupun non tenaga kesehatan untuk menjadi bagian dari tenaga cadangan kesehatan. Pendaftaran tenaga cadangan bisa dilakukan secara individu, tim, maupun melalui Emergency Medical Team (EMT).

Adapun registrasi dapat melalui laman https://tenagacadangankesehatan.kemkes.go.id. Hingga saat ini, tercatat sudah 8,869 orang yang mendaftar menjadi tenaga cadangan kesehatan. Sumarjaya menyebut pendaftar yang akan diterima sebagai tenaga cadangan kesehatan harus memenuhi sejumlah kriteria terkait fisik, mental dan skill yang telah ditetapkan pemerintah.

”Penetapan kriteria ini menyesuaikan dengan kebutuhan di lapangan, mengingat karakteristik bencana sangat beragam, sehingga membutuhkan pendekatan yang berbeda-beda,” tegas Sumarjaya. Menurut dia, menjadi tenaga cadangan kesehatan harus punya kapabilitas, expert, dan punya mobilitas.

Sumarjaya memastikan seluruh tenaga cadangan kesehatan yang diterima akan mendapatkan pembinaan dari pemerintah. Tujuannya untuk meningkatkan kemampuan dan kecakapan yang dimiliki. ”Kita lakukan pembinaan agar semua relawan harus belajar. Jadi kalau ada bencana kita tahu apa yang akan dilakukan,” tandas Sumarjaya.

Topik: BencanakemenkesPemerintah Daerah
Sebelumnya

Kemenperin Gelar Bimtek Konversi Kendaraan Listrik Guna Pacu Daya Saing Bengkel

Selanjutnya

Ternyata Ada 7 Desa di Indonesia Tidak Menerima DD, Kenapa?

TerkaitBerita

YPK Mandiri
Kesehatan

Health360 Indonesia dan YPK Mandiri Hadirkan Aesthetic Gynecology Center, Pusat Layanan Terpadu untuk Kesehatan Perempuan

oleh Editor : Hanasa
13 Maret 2026
BPJS Kesehatan Imbau Peserta JKN Lakukan Skrining Kesehatan Sebelum Mudik Lebaran
Kesehatan

BPJS Kesehatan Imbau Peserta JKN Lakukan Skrining Kesehatan Sebelum Mudik Lebaran

oleh Editor : Affandy
11 Maret 2026
RS EMC Grha Kedoya Kembangkan Diagnostik Presisi, Hadirkan Pakar Belanda untuk Bahas Teknologi PET/CT
Kesehatan

RS EMC Grha Kedoya Kembangkan Diagnostik Presisi, Hadirkan Pakar Belanda untuk Bahas Teknologi PET/CT

oleh Editor : Akula
10 Maret 2026
Vicks Baby Balm
Kesehatan

Lewat Hari #KasihNyamannya, Vicks Baby Balm Rayakan Sentuhan Penuh Cinta untuk Si Kecil

oleh Editor : Hanasa
9 Maret 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

Prabowo Ingatkan Menteri: Open House Lebaran Jangan Mewah-mewahan

Prabowo Ingatkan Menteri: Open House Lebaran Jangan Mewah-mewahan

14 Maret 2026
Triumph Motorcycles Indonesia

Triumph Motorcycles dan PT Moto World International Siap Hadirkan Diler 3S Tercanggih di Gandaria

13 Maret 2026
Erika Carlina Jalani Peran Ibu dalam Film Jangan Buang Ibu

“Jangan Buang Ibu”, Film Drama Keluarga yang Mengangkat Realitas Relasi Anak dan Orang Tua

13 Maret 2026
Erika Carlina Jalani Peran Ibu dalam Film Jangan Buang Ibu

Erika Carlina Jalani Peran Ibu dalam Film Jangan Buang Ibu

13 Maret 2026

Terpopuler

  • Toyota Kijang Super 2026 Resmi Meluncur, Mobil Legendaris Keluarga Kembali Jadi Sorotan

    Toyota Kijang Super 2026 Resmi Meluncur, Mobil Legendaris Keluarga Kembali Jadi Sorotan

    401 shares
    Share 160 Tweet 100
  • Isuzu Panther Reborn 2026 Hadir di Indonesia, Harga Mulai Rp 288 Jutaan dengan Skema Kredit Fleksibel

    539 shares
    Share 216 Tweet 135
  • Honda X-Tracker 2026: Motor Bebek Trail Rp16 Jutaan dengan ABS yang Siap Taklukkan Segala Medan

    329 shares
    Share 132 Tweet 82
  • Polres Metro Jakarta Selatan Periksa Mantan Istri Bossman Mardigu Terkait Dugaan Pencatutan Nama dan Perselingkuhan

    363 shares
    Share 145 Tweet 91
  • RS EMC Grha Kedoya Kembangkan Diagnostik Presisi, Hadirkan Pakar Belanda untuk Bahas Teknologi PET/CT

    313 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Opini
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya