koranindopos.com – Jakarta. Kementerian Kesehatan Malaysia (MOH) mengungkapkan adanya krisis serius dalam sektor tenaga kesehatan, dengan lebih dari 6.900 tenaga medis mengundurkan diri sejak tahun 2020 hingga 2024. Laporan resmi yang dikutip dari Berita Harian, Selasa (1/7/2025), mencatat bahwa mayoritas dari mereka telah beralih ke sektor swasta.
Dari total tersebut, tercatat 2.141 perawat, terdiri dari 1.754 staf tetap dan 387 staf kontrak, meninggalkan profesinya selama periode tersebut. Selain itu, 1.856 petugas medis tetap, 3.846 petugas medis kontrak, dan 1.217 dokter spesialis juga tercatat telah mengundurkan diri dari sistem pelayanan kesehatan publik.
“Tidak ada yang menginginkan pekerjaan itu,” tulis laporan tersebut, menggambarkan kondisi kerja yang memicu eksodus tenaga medis.
MOH mengakui bahwa kekurangan tenaga kesehatan, khususnya perawat, telah menjadi tantangan terbesar yang dihadapi negara saat ini. Menteri Kesehatan Malaysia, Datuk Seri Dr Dzulkefly Ahmad, bahkan menyebut persoalan ini lebih mendesak daripada digitalisasi sektor kesehatan.
Sebagai bentuk respons terhadap krisis ini, pemerintah Malaysia telah mengambil sejumlah langkah, termasuk meningkatkan jumlah peserta pelatihan perawat guna memperkuat kapasitas sumber daya manusia di sektor kesehatan dalam jangka menengah dan panjang.
Meski belum dirinci secara detail mengenai penyebab utama pengunduran diri massal ini, berbagai laporan sebelumnya menunjukkan bahwa tenaga kesehatan di Malaysia menghadapi tekanan kerja tinggi, keterbatasan karier bagi staf kontrak, serta ketidakpuasan terhadap sistem kompensasi dan fasilitas kerja di sektor publik.
Situasi ini memunculkan kekhawatiran atas kelangsungan layanan kesehatan publik, terutama di wilayah pedesaan dan daerah terpencil yang sangat bergantung pada rumah sakit dan klinik pemerintah.
Pemerintah Malaysia kini dihadapkan pada tugas besar untuk membenahi ekosistem tenaga medis nasional, termasuk peningkatan kesejahteraan, reformasi kebijakan ketenagakerjaan, serta menjaga agar tenaga kesehatan tidak terus eksodus ke sektor swasta maupun ke luar negeri.(Dhil)










