Jumat, 7 Agustus 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Nasional

Kemenkes: Vaksin Polio Aman, Tidak Picu Kanker atau HIV

Editor : Hairul oleh Editor : Hairul
28 Juli 2024
in Nasional
A A
0
Vaksin Polio
Share on FacebookShare on Twitter

koranindopos.com – Jakarta, Narasi yang beredar di media sosial yang menyebutkan bahwa vaksin polio memicu kanker dan HIV ditanggapi serius oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Klaim ini dikaitkan dengan kontaminasi vaksin polio dengan virus simian 40 (SV40) dan dugaan efek dari Kejadian Ikutan Pasca-Imunisasi (KIPI) di Afrika.

Direktur Pengelolaan Imunisasi Kemenkes, Prima Yosephine, menegaskan bahwa vaksin polio yang digunakan di Indonesia saat ini terjamin keamanannya. Dalam keterangan resminya yang dikutip InfoPublik pada Sabtu (27/7/2024), Prima menjelaskan bahwa vaksin polio tetes yang digunakan saat Program Imunisasi Nasional (PIN) adalah novel Oral Polio Vaccine Type 2 atau nOPV2, yang diproduksi oleh PT Bio Farma.

“Vaksin ini mengandung virus polio tipe 2 yang hidup dan dilemahkan. Berbagai penelitian menunjukkan, vaksin nOPV2 aman dan dapat ditoleransi oleh golongan usia bayi dan anak,” kata Prima.

Data Keamanan nOPV2 telah dikaji oleh Global Advisory Committee on Vaccine Safety (GACVS) berdasarkan data dari 253 juta dosis nOPV2 yang diberikan di 13 negara. Hasil kajian menyimpulkan bahwa tidak ada risiko berbahaya.

Artikel Terkait

Kejagung Periksa 9 Saksi dalam Kasus TPPU Febrie Adriansyah, Geledah Rumah Tersangka di Bandung

Sebanyak 995 Pucuk Senpi Tersimpan di Ruangan Eks Ketua Yayasan di Jaksel

BPJS Kesehatan Tegaskan Peserta JKN Berhak Dapat Perawatan Sesuai Indikasi Medis, Respons Kasus Pasien Tunggu 8 Jam

Prima menjelaskan bahwa vaksin nOPV2 sudah digunakan di Indonesia sejak akhir 2022 saat pelaksanaan Sub PIN di Aceh dan Sumatra Utara, serta di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Kabupaten Sleman, DIY.

“Seluruh laporan KIPI serius merupakan koinsiden, tidak ada yang berhubungan dengan vaksin atau pemberian imunisasinya, sehingga disimpulkan bahwa vaksin itu aman,” tegas Prima.

Merujuk pada informasi dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), penelitian vaksin polio yang menemukan adanya kontaminasi virus SV40 dilakukan pada hewan. Temuan itu menimbulkan kekhawatiran bahwa SV40 dapat menyebabkan kanker pada manusia. Namun, sebagian besar penelitian yang mengamati hubungan antara SV40 dan kanker tidak menemukan hubungan sebab akibat antara vaksin polio yang terkontaminasi SV40 dan perkembangan kanker.

Buku “Vaccines and Your Child: Separating Fact from Fiction” yang diterbitkan oleh Columbia University Press pada 2011 menjelaskan secara rinci tentang vaksin polio dan virus SV40. Pada 1960, ditemukan kontaminasi virus SV40 ketika vaksin polio disuntikkan pada hamster yang baru lahir, mengakibatkan tumor besar di bawah kulit serta di paru-paru, ginjal, dan otak.

Setelah penemuan itu dipublikasikan, kekhawatiran muncul karena vaksin polio sudah disuntikkan kepada jutaan anak di AS, Inggris, Jerman, dan Swedia. Para peneliti kemudian melakukan serangkaian studi yang membandingkan prevalensi kanker pada anak-anak yang menerima vaksin polio yang terkontaminasi virus SV40 dengan anak-anak yang tidak divaksinasi. Hasilnya, angka kejadian kanker pada kedua kelompok adalah sama.

Pada pertengahan 1990-an, otoritas kesehatan menyimpulkan bahwa vaksin polio yang terkontaminasi SV40 tidak menyebabkan kanker. Selain itu, ditegaskan bahwa tidak ada vaksin polio yang digunakan saat ini mengandung virus SV40.

Tidak ada bukti kuat yang mendukung bahwa vaksin polio dapat memicu HIV. Dalam jurnal berjudul “Polio vaccine samples not linked to AIDS” yang diterbitkan di Nature pada 26 April 2001, para peneliti tidak menemukan bukti yang mendukung hipotesis bahwa HIV-1 ditularkan melalui vaksin polio tetes.

Kementerian Kesehatan mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak terverifikasi dan selalu merujuk pada sumber resmi untuk mendapatkan informasi yang akurat terkait kesehatan dan vaksinasi. Dengan demikian, program imunisasi nasional dapat berjalan dengan lancar dan efektif dalam melindungi masyarakat dari berbagai penyakit menular. (hai/infopublik)

Topik: Vaksin Polio

TerkaitBerita

Kejagung Periksa 9 Saksi dalam Kasus TPPU Febrie Adriansyah, Geledah Rumah Tersangka di Bandung
Nasional

Kejagung Periksa 9 Saksi dalam Kasus TPPU Febrie Adriansyah, Geledah Rumah Tersangka di Bandung

oleh Editor : Affandy
7 Agustus 2026
BARANG BUKTI: Sebanyak 995 senjata api (senpi) ditemukan di ruangan mantan ketua yayasan sekolah swasta di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan (Jaksel). (Foto: Detik.com/Istimewa)
Peristiwa

Sebanyak 995 Pucuk Senpi Tersimpan di Ruangan Eks Ketua Yayasan di Jaksel

oleh Editor : Memoarto
7 Agustus 2026
BPJS Kesehatan Tegaskan Peserta JKN Berhak Dapat Perawatan Sesuai Indikasi Medis, Respons Kasus Pasien Tunggu 8 Jam
Nasional

BPJS Kesehatan Tegaskan Peserta JKN Berhak Dapat Perawatan Sesuai Indikasi Medis, Respons Kasus Pasien Tunggu 8 Jam

oleh Editor : Affandy
6 Agustus 2026
PAGAR PENGAMAN: Gubernur Jakarta Pramono Anung segera akan meminta pengelola mal membongkar pagar tinggi. (Foto: Istimewa)
Nasional

Menko Polkam Pastikan Soal Pagar Tinggi Mal Tak Ada Kaitan Dengan Isu Demo

oleh Editor : Memoarto
6 Agustus 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya