
Sepeda motor Elvindo produksi lokal harganya dinilai lebih terjangkau. (Foto: Carmudi/Yongki)
JAKARTA, koranindopos.com – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengajak kementerian dan lembaga pemerintahan lainnya untuk turut mendukung percepatan program nasional penerapan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) untuk transportasi jalan, khususnya kendaraan roda dua. Hal tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Litbang ESDM Dadan Kusdiana pada sosialisasi program konversi sepeda motor BBM menjadi sepeda motor listrik di lingkungan kementerian dan lembaga di Bogor belum lama ini.
Dadan menjelaskan, Grand Strategi Energi Nasional (GSEN) menargetkan sebanyak 13 juta unit KBLBB roda dua akan tersedia pada tahun 2030. Untuk merealisasikannya, Kementerian ESDM menginisiasi program konversi sepeda motor BBM menjadi sepeda motor listrik. “Pada tahun 2021 sejumlah 100 unit sepeda motor listrik dinas operasional Kementerian ESDM yang nilai bukunya sudah Rp 0, dikonversi menjadi sepeda motor listrik,” ujar Dadan dalam siaran pers Kementerian ESDM, Senin (24/1). Konversi dilakukan di workshop ketenagalistrikan Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (P3TKEBTKE).
Menurut Dadan, workshop tersebut sudah disertivikasi sebagai bengkel pemasangan, perawatan, dan pemeriksaan peralatan instalasi sistem penggerak motor listrik pada kendaraan bermotor oleh Kementerian Perhubungan. P3TEKEBTKE telah menyelesaikan uji jalan 10.000 km untuk ketahanan (endurance test) dan pengujian ke Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor. Surat BPKB/STNK sepeda motor juga telah disesuaikan di Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri. “Pengguna sepeda motor konversi menghemat pengeluaran biaya BBM Rp 2,78 juta/tahun,” papar dia.
Dadan mengungkapkan, jika saat ini populasi kendaraan roda dua di Indonesia sebanyak 115 juta sesuai data BPS tahun 2020, maka program ini berpotensi menghasilkan efisiensi penggunaan BBM sebesar Rp 319 triliun rupiah per tahun. Serta menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 65 juta ton CO2. Untuk memenuhi target GSEN tahun 2030 sejumlah 13 juta unit kendaraan roda dua, maka potensi penghematan BBM sekitar Rp 36 triliun per tahun dan menurunkan emisi GRK 7,5 juta ton CO2e per tahun. “Kementerian ESDM akan memposisikan diri sebagai katalisator program konversi sepeda motor dan siap bekerja sama dengan kementerian dan lembaga,” tandas Dadan.(hai)










