Senin, 25 Mei 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Olahraga
  • Opini
  • More
Home Nasional

Ketua KPPU Sidak Harga Beras di Lampung, Temukan Harga Masih di Atas HET

Editor : Hanasa oleh Editor : Hanasa
29 Juli 2025
in Nasional
A A
0
KPPU

Ketua KPPU Sidak Harga Beras di Lampung pada Senin 28/7/25

Share on FacebookShare on Twitter

koranindopos.com, JAKARTA – Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) M. Fanshurullah Asa melakukan inspeksi mendadak (sidak) bersama Pemerintah Provinsi Lampung dan Bulog Lampung ke sejumlah pasar tradisional dan produsen beras di Bandar Lampung pada Senin (28/7). Sidak ini dilakukan untuk menindaklanjuti isu pengoplosan beras premium dan ketidaksesuaian volume kemasan 5 kilogram yang belakangan ramai beredar.

Dari hasil sidak yang berlangsung di Pasar Tamin, Bandar Lampung, KPPU tidak menemukan indikasi ketidaksesuaian volume beras kemasan 5 kilogram. Namun, tim menemukan masih adanya pedagang yang menjual beras, baik medium maupun premium, di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

“Kami menaruh perhatian serius terhadap lonjakan harga di atas HET ini. KPPU akan menelusuri secara mendalam apakah hal ini disebabkan oleh praktik persaingan usaha tidak sehat, persekongkolan harga, atau faktor struktural lainnya seperti panjangnya rantai distribusi,” tegas M. Fanshurullah Asa, atau yang akrab disapa Ifan. Harga beras premium di beberapa pedagang diketahui mencapai Rp15.000–Rp16.000/kg, sementara beras medium mencapai Rp14.000/kg, lebih tinggi dari HET yang telah ditetapkan pemerintah.

Rantai Distribusi Jadi Sorotan

Artikel Terkait

Kondisi Gus Hilman Membaik Usai Kecelakaan di Tol Paspro

Kapal Selam Pakistan dan Kapal Perang Indonesia Bermanuver di Laut Jawa

Pemerintah Siap Terapkan Kebijakan DHE dan Tata Kelola Ekspor SDA Mulai 1 Juni

Selain harga, KPPU juga menemukan bahwa panjangnya rantai distribusi dari petani ke pabrik, serta dari produsen ke pedagang eceran, turut menjadi penyebab tingginya harga beras di pasaran. Proses distribusi yang melibatkan banyak perantara, seperti agen gabah, pedagang pengumpul, dan distributor beras, membuat harga akhir melonjak di atas HET.

Ifan juga menyoroti Peraturan Daerah Lampung Nomor 7 Tahun 2017 yang melarang penjualan gabah ke luar daerah. Aturan tersebut dinilai dapat memicu kelangkaan dan fluktuasi harga di tingkat lokal. “Kami sudah memberikan rekomendasi kepada Gubernur Lampung pada akhir 2024 lalu untuk memperbaiki peraturan tersebut, namun sampai saat ini belum ada langkah nyata,” jelas Ifan.

Sidak di Sumatera Utara

Selain di Lampung, pengawasan juga dilakukan oleh Kantor Wilayah I KPPU bersama Tim Satgas Pangan Sumut ke dua kilang padi di Kecamatan Beringin, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara pada Jumat (25/7). Tim gabungan yang terdiri dari KPPU, Satgas Pangan Polda Sumut, Disperindag, dan Binda Sumut menemukan pelaku usaha kesulitan memasarkan beras sesuai HET karena tingginya harga gabah di tingkat petani.

KPPU Perkuat Pengawasan Sektor Pangan

Ketua KPPU menegaskan bahwa pengawasan terhadap sektor pangan, termasuk distribusi beras, akan terus diperkuat di seluruh wilayah Indonesia. “Apabila ditemukan indikasi pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat, maka KPPU siap melakukan proses penegakan hukum,” tegas Ifan.

Sebagai salah satu lumbung pangan nasional, Lampung menjadi fokus pengawasan KPPU. Kantor wilayah KPPU di seluruh Indonesia juga diinstruksikan untuk melakukan pemantauan langsung ke pasar tradisional dan produsen beras di wilayah strategis guna menjaga stabilitas harga dan mencegah praktik usaha yang merugikan masyarakat. (sh)

Topik: BerasKPPUM. Fanshurullah Asa

TerkaitBerita

Kondisi Gus Hilman Membaik Usai Kecelakaan di Tol Paspro
Peristiwa

Kondisi Gus Hilman Membaik Usai Kecelakaan di Tol Paspro

oleh Editor : Affandy
24 Mei 2026
Kapal Selam Pakistan dan Kapal Perang Indonesia Bermanuver di Laut Jawa
Nasional

Kapal Selam Pakistan dan Kapal Perang Indonesia Bermanuver di Laut Jawa

oleh Editor : Affandy
23 Mei 2026
Perdagangan
Nasional

Pemerintah Siap Terapkan Kebijakan DHE dan Tata Kelola Ekspor SDA Mulai 1 Juni

oleh Editor : Hairul
23 Mei 2026
Jemaah Haji
Nasional

Jumlah Jemaah Haji Indonesia yang Wafat di Arab Saudi Bertambah

oleh Editor : Hairul
23 Mei 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

DUEL SENGIT: Christopher Nkunku mengeksekusi penalti ke gawang Genoa pada Minggu (17/5/2026) (Foto Ilustrasi: (c) AC Milan Official)

Cagliari Mati-matian Hadapi AC Milan di San Siro

24 Mei 2026
TERLIBAT KETEGANGAN: Sebuah kapal coast guard Jepang (bawah) saling semprot air dengan kapal coast guard Taiwan yang mengawal puluhan kapal nelayan Taiwan berlayar melewati perairan dekat pulau sengketa di Laut China. (Foto Ilustrasi: Reuters)

Kapal Taiwan dan China Bersitegang di Pulau Pratas

24 Mei 2026
Waspada Pola Makan Pemicu Kanker, Ini Daftar Makanan yang Perlu Dibatasi

Waspada Pola Makan Pemicu Kanker, Ini Daftar Makanan yang Perlu Dibatasi

24 Mei 2026
Harga Tiket Pesawat Naik, Industri Pariwisata Sulsel Mulai Tertekan

Harga Tiket Pesawat Naik, Industri Pariwisata Sulsel Mulai Tertekan

24 Mei 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    3229 shares
    Share 1292 Tweet 807
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    372 shares
    Share 149 Tweet 93
  • Bocoran iPhone 18 Pro Max: Desain Baru, Performa Monster, dan Kamera Ala DSLR

    316 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Bekasi Kota Beracun Kedua di Dunia, Hasilkan 6,3 Ton Emisi Metana  

    366 shares
    Share 146 Tweet 92
  • All New Honda BeAT 125 NX Resmi Meluncur, Kini Lebih Bertenaga dan Stylish

    316 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya