Sabtu, 24 Oktober 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Nasional

KP2MI Ubah Skema Penempatan PMI dari Non-Skill ke Skilled Workforce

Editor : Doe oleh Editor : Doe
16 April 2026
in Nasional
A A
0
KP2MI Ubah Skema Penempatan PMI dari Non-Skill ke Skilled Workforce
Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com, Jakarta – Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) mulai melakukan transformasi besar dalam skema penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI), dari yang sebelumnya didominasi tenaga kerja non-skill menjadi tenaga kerja profesional berbasis kompetensi (skilled workforce).

Perubahan paradigma ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan daya saing PMI di pasar global sekaligus memperkuat pelindungan terhadap mereka. Selama ini, sebagian besar PMI bekerja di sektor informal dengan keterampilan terbatas, sehingga rentan terhadap berbagai persoalan, mulai dari perlindungan kerja hingga kepastian upah.

Screenshot 20260416 130526 Gallery - KP2MI Ubah Skema Penempatan PMI dari Non-Skill ke Skilled Workforce
Menteri Mukhtarudin foto Bersama para Rektor Perguruan Tinggi di Indonesia ( foto: doe)

Hal itu disampaikan Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Mukhtarudin dalam sambutannya setelah Penandatanganan Nota Kesepahaman antara Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) dengan berbagai Perguruan Tinggi di Indonesia,   Nota Kesepahaman tersebut ditandatangani di  Kantor KP2MI Aula Abdurrahman Wahid Jakarta, Kamis (16/4/2026).

Lebih jauh Mukhtarudin menegaskan bahwa ke depan, penempatan PMI harus berbasis pada kompetensi yang terukur dan sesuai dengan kebutuhan industri di negara tujuan.

Artikel Terkait

Uji Kompetensi Pustakawan Kembali Digelar Akhir 2026

Kronologi Pak Ogah Tewas Tertabrak Truk Boks saat Atur Lalu Lintas di Cengkareng

BNPB: 18.421 Hektare Lahan Karhutla di Sumatera dan Kalimantan Masih Ditangani

“Transformasi ini penting agar PMI tidak lagi dipandang sebagai pekerja non-skill, tetapi sebagai tenaga profesional yang memiliki keahlian dan standar kerja internasional,” ujarnya.

Sebagai langkah konkret, KP2MI memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi dan lembaga pelatihan vokasi, untuk menyiapkan calon PMI yang siap kerja. Program yang dikembangkan mencakup pelatihan bahasa asing, peningkatan keterampilan teknis, hingga sertifikasi kompetensi yang diakui secara global.

Transformasi menuju skilled workforce ini juga diharapkan mampu membuka akses ke sektor-sektor pekerjaan dengan nilai tambah lebih tinggi, seperti manufaktur, kesehatan, hospitality, hingga teknologi. Dengan demikian, PMI tidak hanya mendapatkan perlindungan yang lebih baik, tetapi juga peluang peningkatan kesejahteraan.

KP2MI menilai bahwa perubahan ini akan berdampak langsung pada peningkatan citra tenaga kerja Indonesia di mata dunia. Selain itu, kontribusi PMI terhadap perekonomian nasional, khususnya melalui remitansi, juga diproyeksikan akan meningkat seiring dengan naiknya kualitas dan pendapatan pekerja.

Melalui langkah ini, KP2MI menegaskan komitmennya untuk mendorong lahirnya generasi baru Pekerja Migran Indonesia yang profesional, kompeten, dan mampu bersaing di tingkat global. Pendekatan baru ini juga menekankan pada konsep link and match antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri internasional.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap PMI yang berangkat sudah memiliki skill yang relevan dan siap bersaing. Ini bukan hanya soal penempatan, tetapi juga tentang kualitas dan keberlanjutan karier mereka,” pungkas Mukhtarudin. (*doe)

TerkaitBerita

Uji Kompetensi Pustakawan Kembali Digelar Akhir 2026
Nasional

Uji Kompetensi Pustakawan Kembali Digelar Akhir 2026

oleh Editor : Akula
24 Oktober 2026
Kronologi Pak Ogah Tewas Tertabrak Truk Boks saat Atur Lalu Lintas di Cengkareng
Peristiwa

Kronologi Pak Ogah Tewas Tertabrak Truk Boks saat Atur Lalu Lintas di Cengkareng

oleh Editor : Affandy
23 Oktober 2026
BNPB: 18.421 Hektare Lahan Karhutla di Sumatera dan Kalimantan Masih Ditangani
Nasional

BNPB: 18.421 Hektare Lahan Karhutla di Sumatera dan Kalimantan Masih Ditangani

oleh Editor : Affandy
23 Oktober 2026
Usulkan Kerugian Negara Dihapus dari Definisi Korupsi, Luhut Soroti Standar UNCAC dan Risiko Bisnis
Nasional

Usulkan Kerugian Negara Dihapus dari Definisi Korupsi, Luhut Soroti Standar UNCAC dan Risiko Bisnis

oleh Editor : Affandy
23 Oktober 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Direkomendasikan

Peningkatan Kualitas Hidup Warga Pati Lewat Program RSLH Program Rumah Sederhana Layak

Peningkatan Kualitas Hidup Warga Pati Lewat Program RSLH Program Rumah Sederhana Layak

24 Oktober 2026
Uji Kompetensi Pustakawan Kembali Digelar Akhir 2026

Uji Kompetensi Pustakawan Kembali Digelar Akhir 2026

24 Oktober 2026
TAMBAH PASUKAN: Hotspot karhutla Kalsel terus naik. (Foto Ilustrasi: ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI)

Singapura Surati 10 Perusahaan Dalang Karhutla di Indonesia

24 Oktober 2026
KOLABORASI AKTIF: Country Director usmile Indonesia dan Malaysia Michelle secara simbolis meresmikan kolaborasi dengan Raditya Dika sebagai brand ambassador saat press conference di Jakarta pada Jumat (23/10/26). (FOTO: SHANTY AULIA/KORANINDOPOS.COM)

Usmile Indonesia Gandeng Raditya Dika Jadi Brand Ambassador

24 Oktober 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    5046 shares
    Share 2018 Tweet 1262
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    1090 shares
    Share 436 Tweet 273
  • Singapura Ancam Tutup Bisnis Tujuh Perusahaan Dalang Karhutla

    320 shares
    Share 128 Tweet 80
  • The Pizza Company Buka Gerai Pertama di Jakarta Utara, Bidik Pasar Kelapa Gading

    315 shares
    Share 126 Tweet 79
  • MU Hanya Dua Kali Menang, Nasib Michael Carrick di Ujung Tanduk

    312 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya