Koranindopos.com, Jakarta – Dunia seni peran dan panggung komedi Indonesia kehilangan salah satu putra terbaiknya. Aktor sekaligus komedian kawakan, Zainal Abidin yang akrab disapa Diding Boneng, telah berpulang ke Rahmatullah.
Almarhum mengembuskan napas terakhirnya pada Senin (3/8/2026) pagi tepat pada pukul 06.30 WIB. Kabar wafatnya tokoh humor ini langsung menyebarkan rasa duka yang mendalam di ranah hiburan nasional.
Informasi resmi mengenai kepulangan sang seniman disampaikan secara langsung oleh anak almarhum yang bernama Wira. Kepergian sosok ikonik ini menandai berakhirnya perjalanan panjang seorang seniman sejati.
Almarhum diketahui tutup usia di rumah tinggalnya yang berlokasi di daerah Matraman, Jakarta Pusat. Di sanalah momen-momen terakhir sang komedian dihabiskan bersama keluarga tercinta.
Dunia hiburan Indonesia tentu merasa sangat kehilangan sosok yang memiliki dedikasi luar biasa ini. Sepanjang kariernya, almarhum telah mewarnai berbagai film komedi dan sinetron populer di Tanah Air.
Gaya komedi yang lugas serta keunikan karakternya membuat sosok almarhum sangat dicintai oleh lintas generasi penonton. Lawakan serta pembawaannya yang khas telah menjadi bagian dari sejarah perkembangan industri hiburan lokal.
Pihak keluarga telah menyiapkan rencana pemakaman almarhum yang akan dilaksanakan pada sore hari setelah seluruh proses pengurusan jenazah selesai.
Wira menyampaikan kepastian mengenai jadwal dan tempat peristirahatan terakhir sang ayah melalui pesan tertulis.
“Iye abis Ashar, iye di pemakanan Menteng Pulo,” kata Wira melalui pesan singkat.
Sesuai dengan penyataan tersebut, prosesi pemakaman dilangsungkan sekitar pukul 15.00 WIB bertempat di kawasan TPU Menteng Pulo, Jakarta Selatan.
Kepergian almarhum tidak hanya menyisakan duka bagi penikmat karyanya, tetapi juga meninggalkan duka mendalam bagi Sanggar Perkasa.
Tempat tersebut menjadi ruang almarhum mendedikasikan waktu untuk melatih anak-anak didik di bidang seni.
Perwakilan Sanggar Perkasa mengungkapkan rasa syukur dan penghargaan setinggi-tingginya atas segala pengajaran serta motivasi yang pernah ditularkan oleh almarhum.
“Terima kasih atas segala ilmu, pengalaman, semangat, dan inspirasi yang telah oppa Diding berikan kepada anak-anak Sanggar Perkasa. Kebaikan serta dedikasi Bung dalam berbagi ilmu akan selalu menjadi bagian dari perjalanan dan kenangan kami.”
Ungkapan rasa duka tersebut diiringi dengan panjatan doa agar almarhum diberikan kelapangan di alam kubur serta keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.
“Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah almarhum, mengampuni segala khilafnya, melapangkan kuburnya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan dalam menghadapi kehilangan ini.”
Salam perpisahan terakhir pun disampaikan oleh seluruh jajaran sanggar sebagai bentuk penghormatan atas warisan ilmu yang telah ditinggalkan.
“Selamat jalan, Bung, Abang, Opa, Diding. Jasa dan ilmu yang telah Bung titipkan akan terus hidup dalam setiap langkah dan karya anak-anak Sanggar Perkasa.” (BRG/Hend)










