koraindopos.com – Jakarta. Pendiri sekaligus pemilik perusahaan tambang batu bara PT Bayan Resources Tbk, Low Tuck Kwong, kembali merebut posisi teratas sebagai orang terkaya di Indonesia. Berdasarkan data dari The Real Time Billionaires List yang dirilis oleh Forbes per Senin (7/7/2025), pria kelahiran Singapura ini mencatatkan kekayaan bersih mencapai US$ 27,4 miliar atau setara Rp 444 triliun (dengan asumsi kurs Rp 16.222 per dolar AS).
Kembalinya Low ke puncak daftar orang terkaya RI menandai lonjakan signifikan dari tahun sebelumnya, di mana pada 2024 ia menempati peringkat ketiga. Tak hanya itu, secara global, ia juga menempati urutan ke-72 dalam daftar orang terkaya di dunia, bersanding dengan para taipan global lainnya dari sektor energi dan teknologi.
-
Low Tuck Kwong – US$ 27,4 miliar (Rp 444 triliun)
-
Prajogo Pangestu – US$ 24,8 miliar (Rp 402 triliun)
-
Budi Hartono – US$ 21,9 miliar (Rp 355 triliun)
Sebagian besar kekayaan Low Tuck Kwong berasal dari sahamnya di Bayan Resources (BYAN), salah satu produsen batu bara terbesar di Indonesia. Kinerja saham BYAN yang solid, serta tingginya permintaan batu bara global dalam beberapa tahun terakhir, telah mendorong lonjakan nilai kekayaan Low secara signifikan.
Di tengah transisi energi global, Low tetap menunjukkan kemampuan beradaptasi dan mempertahankan performa bisnis perusahaannya. Ia dikenal sebagai sosok visioner dan pekerja keras yang membangun kekayaannya dari bawah, setelah pindah dari Singapura ke Indonesia pada era 1970-an.
Low bersaing ketat dengan taipan Prajogo Pangestu, pemilik grup Barito Pacific dan bisnis petrokimia PT Chandra Asri. Sementara Budi Hartono, yang bersama saudaranya dikenal sebagai pemilik Grup Djarum dan pemegang saham utama Bank Central Asia (BCA), melengkapi daftar tiga besar orang terkaya di Tanah Air.
Persaingan ketat di antara para konglomerat ini menunjukkan bagaimana sektor energi, petrokimia, dan perbankan masih menjadi tulang punggung ekonomi para miliarder di Indonesia.(dhil)










