Kamis, 22 Oktober 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Ekonomi Bisnis

LPDB-KUMKM Perkuatan Permodalan Koperasi dan Ekosistem Bisnis Peternak Susu

Editor : Anggoro oleh Editor : Anggoro
21 Oktober 2022
in Bisnis
A A
0
LPDB-KUMKM Perkuatan Permodalan Koperasi dan Ekosistem Bisnis Peternak Susu
Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com, Malang – Kementerian Koperasi dan UKM tengah menyiapkan solusi atas permasalahan para peternak sapi perah di Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Ada tiga persoalan utama, mulai dari sapi tidak produktif, hijauan pakan, hingga manajemen pengelolaan produksi. Terlebih saat ini para peternak menghadapi persoalan virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

“Kami dari Kementerian Koperasi dan UKM sedang mengembangkan model bisnis untuk Koperasi di sektor pangan. Di Indonesia ini memiliki struktur pertanian yang didominasi oleh peternak skala kecil dan petani berlahan sempit,” ujar Teten saat kunjungan kerja ke Koperasi Produsen Agro Niaga Jabung, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Menurut Teten, persoalan yang dihadapi oleh para peternak sapi perah bisa diatasi melalui koperasi, sehingga koperasi bisa menjadi satu model korporatisasi petani yang beranggotakan yang berbasis peternak kecil, dan skala ekonominya akan terbentuk dengan baik.

“Kami akan membantu lewat LPDB-KUMKM untuk terus mengembangkan penguatan permodalan koperasinya termasuk juga model bisnisnya. Saya sudah berkeliling ke koperasi-koperasi susu perah, problemnya sama, pertama sapinya tidak produktif, kedua adalah suplai pakan hijau juga masalah yang serius, dan ketiga manajemen produksi, kandang, manajemen pengolahannya,” ujar Teten.

Artikel Terkait

Menjaga Kualitas, Menembus Persaingan: Ambisi Ronald Cigar Mengangkat Produk Indonesia ke Panggung Dunia

LPDB Koperasi Perkuat Tata Kelola Penjaminan, Dorong Skema Asuransi Kredit yang Lebih Terintegrasi

BCA Perpanjang Periode Buyback Saham Hingga 23 Oktober 2026

Teten menegaskan, koperasi sebagai wadah dari para peternak harus berani melakukan lompatan besar dengan berinvestasi baik melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) atau dana bergulir dari LPDB-KUMKM, hal ini dilakukan agar koperasi mampu bersaing dalam rantai bisnis industri susu nasional yang saat ini masih didominasi dari susu impor.

“Koperasi harus berani melakukan lompatan, salah satunya skema pembiayaan antara KUR dengan LPDB-KUMKM untuk mendukung dan mencari solusi tiga hal tadi, termasuk dari LPDB-KUMKM untuk mendorong penguatan lembaga koperasinya, karena KAN Jabung ini sudah memiliki offtaker yang menyerap produksi peternak,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Utama LPDB-KUMKM Supomo mengatakan, pihaknya siap mendukung penuh pengembangan ekosistem bisnis daripada koperasi Koperasi Produsen Agro Niaga Jabung yang memiliki anggota para peternak sapi perah.

Menurut Supomo, Koperasi Produsen Agro Niaga Jabung telah menjadi mitra lama LPDB-KUMKM dalam penyaluran dana bergulir, dengan begitu pengembangan ekosistem bisnis peternakan sapi perah akan bisa mudah dikembangkan mulai dari manajemen produksi, pemasan produk, hingga pembibitan sapi perah.

“Jadi Koperasi KAN Jabung ini  sudah bermitra dengan kami sudah agak lama, dan saat ini yang menjadi tantangan adalah hantaman virus PMK, dengan ini kami sedang melakukan perhitungan dan analisa mengenai pemberian relaksasi atau grace period kepada koperasi yang menaungi para peternak,” ujar Supomo.

Selain pemberian relaksasi ini, lanjut Supomo, pihaknya juga akan mendukung rencana bisnis daripada Koperasi KAN Jabung yang akan membangun pusat pembibitan (integrated farming) sapi perah dalam meningkatkan kapasitas usahanya.

“Pengembangan ekosistem bisnis ini akan sangat memungkinkan dilakukan, kami LPDB-KUMKM juga telah menjalankan di Jawa Barat bersama dengan KPBS Pangalengan dan Universitas Padjajaran dalam mengembangkan integrated farming dan industri susu,” kata Supomo.

Menurut Supomo, industri peternakan susu dari sapi perah diperlukan adanya research and development (RnD) agar kedepannya bisnis bisa sustainable dan saling menguntungkan.

“Keterlibatan universitas menjadi penting karena faktor riset itu, seperti bibit mana yang unggul, pakan apa yang harus diberikan, bagaimana pengolahan yang baik itu menjadi kunci yang sangat penting,” kata Supomo.WhatsApp Image 2022 10 21 at 01.09.39 - LPDB-KUMKM Perkuatan Permodalan Koperasi dan Ekosistem Bisnis Peternak Susu

Dengan ini, LPDB-KUMKM siap memberikan dukungan berupa perkuatan permodalan koperasi dan juga perkuatan ekosistem bisnis peternak susu melalui koperasi.

Tak hanya mendukung sektor peternakan susu, dana bergulir LPDB-KUMKM juga tengah memperkuat sektor ekonomi syariah melalui koperasi pondok pesantren di Jawa Timur, seperti di Kopontren An Nur 2 Malang.

Menurut Supomo, dengan berkembangnya bisnis daripada Kopontren An Nur 2 Malang membuat para Kopontren di Jawa Timur yang memiliki basis Pondok Pesantren besar tengah antusias melakukan penjajakan pembiayaan dana bergulir.

“Terlihat sekali bahwa pembiayaan LPDB-KUMKM yang ada di Jatim itu memberikan dorongan kepada Kopontren lain yang mau akses dana bergulir ke LPDB-KUMKM dengan konsep saling bersinergi dan kolaborasi atas produk unggulan masing-masing Kopontren,” ungkap Supomo. (why)

Topik: Dana BergulirKemenkop UKMKoperasiLPDB KUMKM

TerkaitBerita

Menjaga Kualitas, Menembus Persaingan: Ambisi Ronald Cigar Mengangkat Produk Indonesia ke Panggung Dunia
Ekonomi

Menjaga Kualitas, Menembus Persaingan: Ambisi Ronald Cigar Mengangkat Produk Indonesia ke Panggung Dunia

oleh Editor : Doe
22 Oktober 2026
LPDB Koperasi Perkuat Tata Kelola Penjaminan, Dorong Skema Asuransi Kredit yang Lebih Terintegrasi
Bisnis

LPDB Koperasi Perkuat Tata Kelola Penjaminan, Dorong Skema Asuransi Kredit yang Lebih Terintegrasi

oleh Editor : Anggoro
21 Oktober 2026
BCA Perpanjang Periode Buyback Saham Hingga 23 Oktober 2026
Bisnis

BCA Perpanjang Periode Buyback Saham Hingga 23 Oktober 2026

oleh Editor : Affandy
21 Oktober 2026
IHSG Melesat Kembali Tembus Level 5.000, Saham Perbankan dan Infrastruktur BUMN Beterbangan
Bisnis

IHSG Melesat Kembali Tembus Level 5.000, Saham Perbankan dan Infrastruktur BUMN Beterbangan

oleh Editor : Affandy
20 Oktober 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Direkomendasikan

Menjaga Kualitas, Menembus Persaingan: Ambisi Ronald Cigar Mengangkat Produk Indonesia ke Panggung Dunia

Menjaga Kualitas, Menembus Persaingan: Ambisi Ronald Cigar Mengangkat Produk Indonesia ke Panggung Dunia

22 Oktober 2026
CAPAIAN POSITIF: Penyanyi Eltasya Natasha terus memantapkan karakter musikalnya setelah meraih predikat Final Winner dalam kompetisi cover lagu “On My Way” PUBG Mobile dan Alan Walker. (Foto: Dok./Eltasya Natasha)

Eltasya Natasha Raih Final Winner Kompetisi Lagu On My Way PUBG dan Alan Walker

22 Oktober 2026
Ketika Musik Menjadi Harapan, YKI dan PALAPA Ajak Kita Bergerak Bersama Penanggulangan Kanker

Ketika Musik Menjadi Harapan, YKI dan PALAPA Ajak Kita Bergerak Bersama Penanggulangan Kanker

22 Oktober 2026
Kasus ISPA di Tangsel Tembus 6.147 dalam Sepekan, Kualitas Udara Jadi Faktor Utama

Kasus ISPA di Tangsel Tembus 6.147 dalam Sepekan, Kualitas Udara Jadi Faktor Utama

22 Oktober 2026

Terpopuler

  • Produk Dalam Negri

    Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    1081 shares
    Share 432 Tweet 270
  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    5016 shares
    Share 2006 Tweet 1254
  • Singapura Ancam Tutup Bisnis Tujuh Perusahaan Dalang Karhutla

    315 shares
    Share 126 Tweet 79
  • The Pizza Company Buka Gerai Pertama di Jakarta Utara, Bidik Pasar Kelapa Gading

    314 shares
    Share 126 Tweet 79
  • 18 Kepala Daerah Terjaring OTT pada 2025–2026, Integritas Pejabat Jadi Sorotan

    311 shares
    Share 124 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya