JAKARTA, koranindopos.com – Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Ekonomi dan Keuangan (Korekku) Sufmi Dasco Ahmad menilai pemecatan Dokter Terawan Agus Putranto dari keanggotaan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) sangat berbahaya bagi dunia kedokteran. Dia pun sudah mempelajari dengan seksama soal pemecatan tersebut. Menurutnya, terdapat sejumlah hal yang menyebabkan pemecatan itu tidak sah. Salah satunya karena pemecatan itu baru rekomendasi dari Majelis Kode Etik Kedokteran (MKEK) IDI.
Selain itu, lanjut Dasco, rekomendasi tersebut perlu dieksekusi oleh Pengurus Besar (PB) IDI. Sementara pengurus lama PB IDI demisioner, dan pengurus baru belum dilantik. “Lalu kemudian itu dibacakan dalam forum Muktamar (IDI di Aceh) oleh perangkat yang tidak jelas, sehingga menimbulkan kegaduhan,” tandas Dasco melalui siaran pers DPR RI, Selasa (29/3). Dia yakin dan percaya Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dapat memfasilitasi persoalan itu kepada pengurus PB IDI yang baru.
Politisi Gerindra itu menyatakan, dirinya telah berkomunikasi dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin untuk memastikan Kemenkes memfasilitasi agar permasalahan-permasalahan tersebut tidak berlarut-larut. Dia pun percaya Menkes dapat memfasilitasi pengurus IDI yang baru dengan Dokter Terawan sebagai anggota IDI. “Saya (masih) sebut (Dokter Terawan) anggota IDI karena pemecatan itu tidak sah,” tegas Dasco. Dia tidak ingin pemecatan itu menimbulkan kegaduhan di ruang publik.
Dasco juga akan meminta kepada pihak Kepolisian untuk menyelidiki oknum yang membuat kegaduhan tersebut agar diproses secara hukum. “Karena kejadian-kejadian seperti ini tidak boleh terulang. Hal-hal yang seharusnya dilakukan oleh organisasi, namun dilaksanakan oleh orang-orang per orang,” kata dia. Saat ditanya apakah Komisi IX DPR RI akan memanggil Kemenkes, Dasco menyerahkan sepenuhnya kepada Komisi Kesehatan itu. “Saya pikir saya serahkan kepada Komisi IX, apakah Kemenkes perlu dipanggil atau tidak,” tegas Dasco.(hai)










