Koranindopos.com, Jakarta – Memerankan tokoh yang memiliki latar belakang sejarah kuat menjadi tantangan tersendiri bagi para pemain film Hamka: Awal Mula Vol. 3. Mawar De Jongh, Vino G. Bastian, dan Desy Ratnasari harus melakukan persiapan khusus agar karakter yang mereka mainkan sesuai dengan kehidupan Buya Hamka dan orang-orang di sekitarnya.
Vino G. Bastian, yang kembali dipercaya memerankan Buya Hamka, harus menghadapi tantangan perubahan usia karakter. Berbeda dari dua film sebelumnya, film ketiga ini justru membawa cerita ke masa muda Hamka, mulai dari masa remaja hingga memasuki kehidupan pernikahan. Kondisi tersebut membuat Vino harus menyesuaikan penampilan sekaligus cara membawakan karakter Hamka pada usia yang lebih muda.
Persiapan Vino juga mencakup penguasaan bahasa Minang dan Arab. Ia menyebut kemampuan berbahasa Arab menjadi salah satu hal yang cukup sulit dipelajari karena kesalahan dalam pengucapan dapat mengubah arti sebuah kalimat. “Hamka itu fasih bahasa Arab, jadi saya harus belajar bahasa Arab lagi. Termasuk bahasa Minang, jadi bahasa Minang, bahasa Arab, bahasa Indonesia. Bahasa Arab tuh agak susah, ya. Kalau kita panjang pendeknya aja salah, artinya bisa beda,” kata Vino.
Tantangan serupa dirasakan Mawar De Jongh yang mendapat kesempatan memerankan Kulsum. Karakter tersebut merupakan teman masa kecil Buya Hamka yang kembali bertemu dengannya dalam perjalanan menggunakan kapal. Untuk memahami sosok Kulsum, Mawar mencari berbagai referensi melalui artikel dan sumber di internet.
Ia juga menjalani diskusi bersama sutradara Fajar Bustomi serta mengikuti proses pembacaan naskah bersama pemain lain dan pelatih akting. Mawar mengakui sempat mengalami kesulitan dalam mendalami karakter tersebut. Namun, proses persiapan bersama tim membantunya melewati berbagai kendala.
“Awalnya agak sedikit kesulitan, tapi karena waktu reading juga sama cast lainnya ditemani oleh Mas Fajar terus, sama acting coach juga, jadi ya rasanya semua kesulitan, puji Tuhan, bisa diselesaikan bersama-sama,” ungkap Mawar.
Pengalaman menarik lainnya dirasakan Mawar ketika pertama kali melihat set kapal yang digunakan dalam film. Ia mengaku kagum dengan detail bangunan yang dibuat tim produksi untuk menghadirkan suasana sesuai latar cerita. Mawar pun merasa bersyukur mendapat kesempatan menjadi bagian dari film tersebut.
Sementara itu, Desy Ratnasari mendapatkan banyak pengetahuan baru selama memerankan tokoh dalam kisah keluarga Buya Hamka. Ia mempelajari bahasa, adat Minangkabau, hingga nilai-nilai agama yang menjadi bagian penting dalam kehidupan keluarga tersebut.
Menurut Desy, sosok Buya Hamka memberikan pelajaran tentang pentingnya menjaga prinsip dalam berbagai keadaan. Hal itu terlihat dari perjalanan Hamka sebagai sastrawan, jurnalis, politisi, hingga Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) pertama.
“Banyak ilmu baru, banyak inspirasi baru, banyak pelajaran baru, terutama urusan agama. Bagaimana seorang tokoh Buya Hamka ini betul-betul memegang prinsipnya di mana pun dia berada. Baik itu sebagai sastrawan, jurnalis, politisi, ataupun sebagai ketua MUI pertama, beliau betul-betul memegang prinsip beliau di mana pun beliau berada. Itu pelajaran yang paling penting saya rasa,” tutur Desy.
Film Hamka: Awal Mula Vol. 3 menjadi bagian penutup trilogi yang mengangkat kehidupan Buya Hamka. Kali ini, cerita membawa penonton melihat masa awal perjalanan hidupnya sebelum dikenal sebagai ulama, sastrawan, dan tokoh nasional. Film tersebut dijadwalkan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 19 November 2026. (BRG/Kul)









