Koranindopos.com, JAKARTA – Utusan khusus untuk Timur Tengah dan Gaza dari Dewan Perdamaian (Bord of Peace/BoP), Jared Kushner, bertemu perwakilan Hamas. Jared yang merupakan menantu Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump itu bertemu Hamas untuk membahas pelucutan senjata pada Minggu (16/8/2026) sebagaimana dikutip Al Jazeera.
Jared mengklaim, pembicaraan tersebut berlangsung ramah dan positif. Dia mengatakan, pelucutan senjata Hamas akan dimulai dalam 30 hari, demikian dikutip Al Jazeera. Jared menerangkan, Hamas menerima fase kedua gencatan senjata tersebut.
Namun, kelompok tersebut ingin Israel mematuhi kesepakatan sebelum memenuhi janjinya. Kushner juga menyebut Hamas menyampaikan hal-hal yang benar, tetapi AS juga meragukan komitmen mereka. “Mereka mengatakan semua hal yang benar, tetapi jelas sangat, sangat sulit untuk mempercayai organisasi teroris yang melakukan kekejaman mengerikan ini,” ujar Jared.
Di berbagai kesempatan, Hamas berulang kali menegaskan tak akan mematuhi perjanjian selama Israel belum menarik pasukan dan masih menggempur wilayah itu. Sejak pertama kesepakatan dirilis, Israel menolak mentah-mentah poin-poin itu. Pasukan Zionis juga telah melancarkan serangan hampir setiap hari ke Gaza sejak gencatan senjata diberlakukan pada November tahun lalu. Imbas operasi itu, 1.265 orang tewas.
Selain itu, militer Israel menggempur habis-habisan Gaza bahkan setelah BoP merilis kesepakatan pelucutan senjata Hamas. Selama agresi brutal Israel di Palestina, lebih dari 73.000 warga tewas, ratusan ribu rumah dan fasilitas hancur, serta jutaan orang terpaksa menjadi pengungsi. (cnni/mmr)









