koranindopos.com – Jakarta. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengingatkan pentingnya terus melakukan pengendalian inflasi di dalam negeri untuk menjaga kesejahteraan masyarakat. Dia menekankan perlunya menjaga agar kenaikan harga barang dan jasa tidak memberatkan rakyat.
Mendagri Tito menyadari bahwa situasi inflasi masih terjadi di beberapa negara, termasuk negara besar seperti Amerika Serikat (AS). Hal ini terlihat dari kebijakan bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed), yang telah menaikkan suku bunga. Di Eropa dan Rusia pun masih terjadi inflasi, bahkan resesi, serta pembatasan penjualan energi seperti gas, solar, diesel, dan bensin.
Rusia, sebagai salah satu sumber energi dunia, juga telah membatasi penjualan energi ke seluruh dunia, yang dapat berdampak signifikan pada pasar energi global.
Mendagri Tito menjelaskan bahwa kondisi ini dapat berpengaruh terhadap inflasi baik secara global maupun dalam negeri. Namun, Indonesia memilih pendekatan berbeda dalam pengendalian inflasi daripada kebanyakan negara yang lebih memilih menaikkan suku bunga.
Menurutnya, Bank Indonesia (BI) fokus pada pemantauan suku bunga dan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Selain itu, pemerintah juga telah mengambil tindakan pengendalian inflasi pada skala mikro, seperti yang dilakukan selama pandemi Covid-19.
“Artinya setiap daerah melakukan pengendalian masing-masing melalui berbagai instrumen yang ada, tentunya dengan dukungan dari pemerintah pusat,” tambah Mendagri Tito.
Pengendalian inflasi yang baik adalah langkah penting untuk menjaga daya beli masyarakat dan memastikan stabilitas ekonomi nasional di tengah dinamika pasar global yang terus berubah. (dni)










