Koranindopos.com – Jakarta. Usianya baru 25 tahun, namun pemilik nama lengkap Ayu nur permana ini telah berhasil meraih puluhan hingga ratusan juta rupiah dari dunia trading dengan strategi sederhana namun efektif.
Ayu juga merupakan penggagas sebuah komunitas yang bernama Take Profit Comunnity.
Semua berawal dari rasa penasaran saat ia masih menjadi mahasiswi di UIN Jakarta, jurusan Ilmu Politik, Ayu menjelma menjadi salah satu figur inspiratif di dunia trading, terutama bagi para pemula yang ingin menekuni dunia ini dengan cara yang lebih bijak dan terencana.
“Aku tahu dunia trading dari teman waktu masih kuliah. Aku sampai cuti dua tahun khusus untuk belajar trading,” ungkap Ayu ketika ditanya tentang awal perjalanannya.
Meski sempat menunda pendidikan, Ayu berhasil menyelesaikan kuliah sekaligus mempertahankan kesuksesannya di dunia trading.
Namun, perjalanan Ayu tidak selalu mulus. Tantangan terbesar datang saat pasar pertama kali mengalami penurunan drastis akibat pandemi COVID-19.
“Saat itu, market langsung drop karena COVID-19. Aku masih butuh beradaptasi,” kenangnya.
Ayu juga berbagi tentang suka duka yang ia alami selama bertahun-tahun menjadi trader. “Sukanya, kerja jadi fleksibel. Bisa kerja di mana saja, nggak terikat waktu, yang penting ada sinyal dan WiFi,” kata Ayu sambil tersenyum.

Namun, di balik kesuksesannya, Ayu mengakui bahwa tahun pertama benar-benar berat. “Dari 2019, tahun pertama aku benar-benar berdarah. Banyak ikut seminar berbayar dan ruginya banyak. Tapi, di tahun berikutnya mulai bangkit karena sudah paham ritme dan strategi yang cocok.”
Strategi yang digunakan Ayu adalah strategi supply and demand, yang menurutnya cukup sederhana. “Sebenarnya simple, tapi strategi itu efektif kalau kita bisa menerapkan manajemen dan psikologis trading yang baik,” ujarnya. Ayu menekankan bahwa ada tiga komponen penting dalam trading: analisa teknikal, money management, dan psikologi trading.
Menurut Ayu, psikologi trading akan terbentuk dengan baik seiring pengalaman. “Kalau pengelolaan mental akan terbentuk dengan baik kalau kita punya jam terbang tinggi,” tambahnya. Ia juga memiliki prinsip untuk selalu mengedepankan pengelolaan risiko dibandingkan keuntungan. “Aku selalu lihat risikonya dulu. Kalau sudah sesuai target, aku nggak mau lanjutkan trading,” kata wanita kelahiran 18 Agustus 1999 ini.
Selain menjadi trader, Ayu juga membangun komunitas bernama Take Profit Community yang fokus pada edukasi tentang trading. Komunitas ini kini memiliki ratusan anggota dan sering mengadakan seminar, baik secara daring maupun tatap muka.
“Kita pernah adain seminar offline tiga kali gratis karena murni untuk edukasi, dan juga seminar online sebulan sekali melalui Zoom,” jelas Ayu.
Bagi Ayu, mindset yang benar adalah kunci utama untuk menjadi trader sukses. Ia melihat banyak pemula yang lebih fokus pada keuntungan daripada risiko, dan ini bisa menjadi kesalahan fatal.
“Kesalahan terbesar trader pemula adalah mereka memikirkan profit dulu dibandingkan risikonya. Mereka menganggap trading itu mudah, padahal mindset-nya harus gimana modal itu tidak tergerus,” tegas Ayu.
Ayu juga mengakui bahwa ia pernah mengalami masa-masa sulit ketika pasar tidak bersahabat. “Saya pernah di fase depresi karena market tidak bersahabat. Tapi saya perlahan-lahan recovery, lebih sabar, dan selalu mengevaluasi kesalahan yang pernah terjadi,” tutupnya.
Kisah Ayu ini menjadi inspirasi bagi banyak orang bahwa dengan strategi yang tepat, manajemen risiko yang baik, serta mental yang kuat, dunia trading bisa menjadi sumber kesuksesan finansial.










