
JAKARTA, koranindopos.com – Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali menyampaikan program naturalisasi pemain sepakbola untuk memperkuat tim nasional Indonesia merupakan program jangka pendek. Pembinaan atlet asli dan pembinaan atlet dari usia dini tetap menjadi prioritas jangka panjang program pemerintah bersama federasi.
Pernyataan Amali tersebut merespons upaya PSSI dan pelatih timnas Indonesia Shin Tae-yong (STY) yang saat ini sedang meminta bantuan kepada pemerintah Menpora Amali, agar mendapatkan bantuan melakukan program naturalisasi terhadap dua pemain bola asing yakni Jordi Amat dan Sandy Walsh. “Program naturalisasi ini untuk jangka pendek saja, jangka panjang kita tetap dalam rangka pembinaan asli pemain kita dan untuk pembinaan usia dini,” kata Amali saat jumpa pers belum lama ini seperti dikutip dari laman resmi Kemenpora, Senin (21/2).
Amali menyatakan, pihaknya telah mendengarkan alasan yang kuat dari PSSI dan pelatih timnas STY terkait program naturalisasi untuk Jordi Amat dan Sandy Walsh. Karena itu, proses naturalisasi terhadap dua pemain tersebut dibantu pihak Kemenpora. Dalam langkah menuju naturalisasi, Amali mengaku sangat berhati-hati. Dia tak ingin program tersebut ke depannya menimbulkan kesia-siaan belaka. “Kami sangat ketat terkait naturalisasi,” tegas Amali.
Politisi Partai Golkar itu tidak ingin naturalisasi seperti sebelumnya. “Kita (pernah) naturalisasi padahal itu dia tidak berguna dari berbagai faktor untuk timnas kita,” ujar Amali. Dia meminta program naturalisasi ke depan harus ada urgensinya serta harus ada yang bertanggungjawab, bukan lagi klub-klub sepakbola melainkan federasi secara langsung. “Dulu klub saja meminta naturalisasi langsung bisa jalan, sekarang tidak,” sambungnya.
Dia ingin PSSI bertanggungjawab terhadap pemain sepakbola yang akan dinaturalisasi. Kemenpora akan menanyakan secara detail urgensi program naturalisasi. Seperti yang dilakukannya pada Jordi Amat dan Sandy Walsh. “Setelah dijelaskan ternyata durasi mainnya cukup panjang, karena yang akan dinaturalisasi ini bukan pemain yang sedang bermain di sini (Indonesia) melainkan mereka yang sedang bermain di kompetisi sepakbola Eropa, sehingga secara kualitas mereka bagus untuk timnas kita,” tandas Amali.(hai)










