koranindopos.com – Jakarta, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman meminta agar pemasangan pompa di seluruh Indonesia segera dipercepat guna mengantisipasi krisis pangan yang berpotensi terjadi akibat kekeringan panjang. Mentan Amran menegaskan bahwa pompanisasi merupakan langkah krusial yang harus dilakukan secara cepat dan merata di seluruh wilayah Indonesia.
“Pokoknya di mana ada air di situ dipompa. Ini sudah saatnya kita bergerak mengantisipasi darurat pangan,” ujar Mentan Amran. Ia menyatakan bahwa tidak ada waktu libur bagi jajaran Kementan, yang saat ini terus bekerja di lapangan untuk memastikan pompanisasi berjalan lancar.
Mentan Amran menekankan pentingnya kesigapan seluruh jajaran Kementan dalam menghadapi situasi kritis ini. “Sekali lagi teman-teman singsingkan lengan (baju) kita, saatnya kita siaga penuh karena di depan ada di titik yang sangat kritis. Aku minta tolong tidak ada tanggal merah bagi jajaran Kementan. Turun langsung ke lapangan dan tolong pengadaan pompa jangan lewat 2 minggu,” tegasnya.
Menurut Mentan Amran, kekeringan yang dihadapi saat ini adalah yang terparah, dipicu oleh El Nino terpanjang sepanjang sejarah. Oleh karena itu, perlu kolaborasi dengan gubernur dan bupati agar sawah-sawah kering bisa segera diatasi dan produksi pertanian tetap berjalan.
“Saya sudah telepon Menteri PU (Basuki Hadimuljono) dan mengatakan bahwa kalau ada air mau langsung dipompa. Jadi tolong kepada BSIP seluruh Indonesia segera bergerak pasang semua pompa dengan target ada 2 juta lahan mulai dari nol,” ujar Mentan Amran.
Kementan mencatat bahwa total pompanisasi yang sudah termanfaatkan di seluruh Indonesia mencapai 20.559 unit atau seluas 582.528 hektare. Angka ini kemungkinan akan terus bertambah seiring dengan pemasangan pompa tambahan.
Saat ini, kegiatan pompanisasi juga sejalan dengan perluasan areal tanam (PAT) di seluruh Indonesia. Mentan Amran berharap semua pihak bergerak cepat untuk membantu petani yang sangat membutuhkan bantuan dan pertolongan saat ini.
“Sekali lagi saya berharap kita bergerak cepat membantu petani yang saat ini membutuhkan bantuan dan pertolongan kita,” pinta Mentan Amran.
Dengan langkah-langkah antisipatif yang cepat dan terkoordinasi, diharapkan Indonesia mampu mengatasi dampak kekeringan dan memastikan ketahanan pangan tetap terjaga. (hai)










