koranindopos.com – Jakarta. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengungkapkan bahwa Indonesia berpotensi mengalami defisit gas dalam beberapa tahun ke depan, bahkan hingga tahun 2035. Peringatan ini disampaikan sebagai bagian dari evaluasi terbaru terhadap kebutuhan dan pasokan energi nasional, khususnya sektor gas bumi.
Menurut Bahlil, penyebab utama dari potensi defisit tersebut adalah meningkatnya konsumsi gas dalam negeri yang dalam perhitungan sebelumnya tidak diantisipasi secara optimal. Ia menegaskan bahwa ke depan, kebijakan gas nasional harus lebih fokus pada pemenuhan kebutuhan dalam negeri dibandingkan ekspor.
“Sampai dengan hari ini tidak ada impor gas, dan kami berusaha maksimal untuk tidak ada impor gas,” kata Bahlil dalam pernyataan tertulis yang dikutip pada Jumat (2/5/2025).
Bahlil menjelaskan bahwa meski produksi gas nasional saat ini masih cukup untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, tren konsumsi yang terus meningkat menjadi tantangan besar. Karena itu, review ulang terhadap alokasi produksi gas nasional sangat penting agar Indonesia tidak bergantung pada impor gas di masa mendatang.
Dalam strategi jangka panjang, pemerintah juga akan mengoptimalkan proyek-proyek gas nasional, baik dari sektor hulu maupun distribusi, termasuk pengembangan infrastruktur seperti terminal LNG domestik dan jaringan pipa gas.
Kementerian ESDM juga mendorong pelaku industri untuk lebih efisien dalam penggunaan energi dan memperkuat diversifikasi sumber energi, agar tekanan terhadap pasokan gas tidak terlalu besar di masa depan.(Dhil)










