
JAKARTA, koranindopos.com – Pemerintah menargetkan penambahan jumlah usaha kecil dan menengah, agar struktur ekonomi menjadi lebih kuat dan rasio kewirausahaan mencapai 3,95 persen di tahun 2024. Hal tersebut diungkapkan Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM) Teten Masduki dalam keynote speechnya di acara Grand Launching Talenta Wirausaha PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI), di Smesco, belum lama ini.
Teten menyatakan, Indonesia dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia memiliki perkembangan industri halal yang cukup menarik. Mulai dari fesyen muslim hingga halal food yang menjadi keunggulan yang utamanya di-support oleh UMKM. Hal tersebut menjadi modal yang mumpuni dalam melahirkan wirausaha muda syariah terbesar kelas dunia. “Mengingat Indonesia memiliki potensi dan sumber daya yang besar dalam perkembangan ekonomi syariah secara global,” jelas Teten.
Dengan pengembangan talenta kewirausahaan oleh BSI, lanjut Teten, diharapkan turut menambah wirausaha muda syariah di Indonesia. Saat ini, rasio kewirausahaan berkisar di angka 3,47 persen. Karena itu pemerintah bermaksud menambah jumlah usaha kecil dan menengah, agar struktur ekonomi menjadi lebih kuat dan rasio kewirausahaan mencapai 3,95 persen di tahun 2024. Dia mengapresiasi upaya BSI yang sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengan Nasional (RPJMN), dalam meningkatkan jumlah wirausaha di Indonesia.
“Apalagi kalau yang dicetak wirausaha syariah, karena kadar ekonominya yang tinggi,” ucap Teten. Dia berpesan agar wirausaha muda fokus pada mengembangkan kapasitas usaha dan produk yang memiliki daya saing tinggi, terutama dengan produk unggulan domestik. Mengingat saat ini persaingan usaha cukup ketat, terutama sejak kehadiran e-commerce yang bisa terhubung secara global. “Lapangan kerja saat ini banyak disediakan justru dari UMKM. Tiap tahun, masuk lulusan kerja sebanyak 2 juta orang,” sambung dia.
Teten menjelaskan, jumlah lulusan kerja sebanyak itu tidak akan mampu terserap semuanya. Karena itu, tugas pemerintah menyiapkan para lulusan sekolah dan perguruan tinggi menjadi enterpreneur. Dia pun bangga karena saat ini sekitar 70 persen anak muda ingin menjadi pengusaha, bukan menjadi pegawai. “Di samping itu, perempuan, anak muda, dan ekonomi hijau, akan menjadi penggerak ekonomi ke depan,” tandas Teten.(hai)









