Sabtu, 27 Juni 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Olahraga
  • Opini
  • More
Home Kesehatan

“MEraba NAdi SendiRI (MENARI): Kenali Irama Jantungmu Sebelum Terlambat”

Road to Pulse Day 2026, Kolaborasi Global untuk Tingkatkan Kesadaran Aritmia

Editor : Hanasa oleh Editor : Hanasa
6 November 2025
in Kesehatan
A A
0
JANTUNG

pr

Share on FacebookShare on Twitter

koranindopos.com, JAKARTA – Gangguan irama jantung atau aritmia menjadi salah satu penyebab utama penyakit kardiovaskular di dunia yang sering luput dari perhatian masyarakat. Padahal, deteksi dini sederhana seperti memeriksa denyut nadi sendiri dapat menyelamatkan nyawa. Hal inilah yang menjadi semangat utama di balik kampanye “MEraba NAdi SendiRI (MENARI)”, sebuah gerakan edukatif menuju Pulse Day 2026, inisiatif global untuk meningkatkan kesadaran tentang aritmia.

Dr. Dicky Armein Hanafy, Sp.JP(K), FIHA, FAsCC, selaku Head of Pulse Day Task Force sekaligus Chairperson of Public Affairs Committee Asia Pacific Heart Rhythm Society (APHRS), menjelaskan bahwa APHRS berkomitmen meningkatkan mutu pendidikan, penelitian, dan pelayanan bagi pasien dengan gangguan irama jantung di kawasan Asia-Pasifik. “Pulse Day bukan sekadar peringatan tahunan, tetapi gerakan bersama yang mengajak masyarakat di seluruh dunia untuk mengenal irama jantungnya, memeriksa denyut nadi secara rutin, dan segera berkonsultasi bila terdapat kelainan,” ujar dr. Dicky.

7fe0b1a6 432d 44b1 baed 92b74c87aa73 - “MEraba NAdi SendiRI (MENARI): Kenali Irama Jantungmu Sebelum Terlambat”

Langkah Sederhana yang Menyelamatkan Nyawa

Artikel Terkait

Ancaman Penyakit Saluran Cerna Meningkat, EMDIC Hadir Sebagai Solusi Total Kaum Urban

Waspadai Gejala IMS yang Sering Diabaikan, Kasus Sifilis dan Gonore Terus Meningkat

Psikiater Ungkap Ciri Psikopat Usai Viral Kasus Penyekapan Sadis di Bandung

Pulse Day diperingati setiap 1 Maret (1/3), sebagai pengingat bahwa 1 dari 3 orang di dunia berisiko mengalami aritmia serius sepanjang hidupnya. Melalui kampanye MENARI, masyarakat diajak untuk lebih peduli terhadap kesehatan jantung dengan cara mudah cukup meletakkan dua jari di pergelangan tangan atau leher, menghitung denyut selama 30 detik, lalu mengalikannya dua kali untuk mendapatkan jumlah denyut per menit. Denyut normal umumnya berkisar 60–100 detak per menit.

Selain edukasi publik, Pulse Day 2026 juga menjadi momentum kolaborasi global lintas organisasi, termasuk EHRA, HRS, LAHRS, Arrhythmia Alliance (UK), dan World Heart Federation. Di Indonesia, berbagai kegiatan akan digelar secara daring dan luring, mulai dari kampanye media sosial @pulseday2026, APHRS Fun Run Yokohama 2025, hingga pulse check events, seminar publik, dan aktivitas berbasis komunitas dengan pendekatan budaya lokal.

Atrial Fibrillation: Penyakit Sunyi Penyebab Stroke yang Bisa Dicegah

Salah satu fokus utama Pulse Day adalah deteksi dini Atrial Fibrillation (AF) jenis aritmia yang paling sering ditemukan dan menjadi penyebab utama stroke. Kondisi ini menyebabkan irama jantung tidak teratur dan terlalu cepat, berisiko menimbulkan gumpalan darah di jantung. Gejala AF bisa berbeda pada setiap individu, namun umumnya berupa jantung berdebar kuat, nyeri dada, sesak napas, pusing, dan mudah lelah. Meski gejalanya sering kali ringan, dampaknya bisa fatal bila tak segera ditangani.

Kematian Jantung Mendadak Masih Jadi Tantangan Serius

Dalam kesempatan yang sama, dr. Agung Fabian Chandranegara, Sp.JP(K), FIHA, Sekretaris Jenderal PERITMI/InaHRS, menyoroti fenomena Sudden Cardiac Death (SCD) atau kematian jantung mendadak. “SCD menyumbang 10–15 persen dari total kematian global setiap tahun. Ini berarti jutaan nyawa hilang secara tiba-tiba akibat gangguan irama jantung yang tidak terdeteksi,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya edukasi publik tentang Bantuan Hidup Dasar (BHD) seperti resusitasi jantung paru (RJP/CPR). Tindakan cepat oleh orang di sekitar pasien (bystander CPR) dapat meningkatkan peluang hidup hingga empat kali lipat.
Langkah dasar yang perlu diingat:

  1. Kenali tanda henti jantung – korban tidak responsif dan tidak bernapas normal.

  2. Segera hubungi 112 atau 119.

  3. Lakukan kompresi dada di bagian tengah dengan ritme 100–120 kali per menit sedalam 5–6 cm.

  4. Gunakan AED (Automated External Defibrillator) bila tersedia.

Menuju Blueprint Nasional Aritmia: Bersatu Menjaga Irama Negeri

Upaya peningkatan kesadaran publik ini juga diperkuat dengan penyusunan Blueprint Nasional Aritmia, yang digagas oleh PERITMI/InaHRS di bawah kepemimpinan dr. Erika Maharani, Sp.JP(K). Dokumen strategis ini menjadi panduan penguatan sistem kesehatan nasional dalam penanganan aritmia.

af7c7fea b6ea 44f9 a191 15e3a4ed3900 - “MEraba NAdi SendiRI (MENARI): Kenali Irama Jantungmu Sebelum Terlambat”

“Akses layanan diagnosis dan terapi aritmia di Indonesia masih sangat terbatas. Blueprint Nasional Aritmia diharapkan menjadi langkah konkret untuk memastikan setiap masyarakat memiliki akses terhadap layanan terbaik,” ujar dr. Erika.

Blueprint ini berfokus pada enam pilar transformasi kesehatan, meliputi layanan primer dan lanjutan, ketahanan sistem kesehatan, pembiayaan, penguatan SDM, serta adopsi teknologi medis. Upaya ini akan didorong melalui kolaborasi lintas sektor, dukungan pemerintah, pembiayaan JKN, hingga keterlibatan industri dan masyarakat.

“Semangat Bersatu Menjaga Irama Negeri sejalan dengan kampanye global Pulse Day 2026. Dengan deteksi dini, edukasi publik, dan sistem kesehatan yang kuat, aritmia bukan lagi vonis, tetapi kondisi yang dapat dicegah dan dikelola,” tutup dr. Erika. (sh)

TerkaitBerita

Ancaman Penyakit Saluran Cerna Meningkat, EMDIC Hadir Sebagai Solusi Total Kaum Urban
Kesehatan

Ancaman Penyakit Saluran Cerna Meningkat, EMDIC Hadir Sebagai Solusi Total Kaum Urban

oleh Editor : Akula
26 Juni 2026
Waspadai Gejala IMS yang Sering Diabaikan, Kasus Sifilis dan Gonore Terus Meningkat
Kesehatan

Waspadai Gejala IMS yang Sering Diabaikan, Kasus Sifilis dan Gonore Terus Meningkat

oleh Editor : Affandy
24 Juni 2026
Psikiater Ungkap Ciri Psikopat Usai Viral Kasus Penyekapan Sadis di Bandung
Kesehatan

Psikiater Ungkap Ciri Psikopat Usai Viral Kasus Penyekapan Sadis di Bandung

oleh Editor : Affandy
23 Juni 2026
Bersama Menjaga Senyum Anak Indonesia, Ratusan Siswa SLB Dapatkan Pemeriksaan Gigi Gratis
Kesehatan

Bersama Menjaga Senyum Anak Indonesia, Ratusan Siswa SLB Dapatkan Pemeriksaan Gigi Gratis

oleh Editor : Affandy
20 Juni 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

SAPA FANS: Icha Yang tampil di acara Jember Meraih Mimpi yang diselenggarakan Pemkab Jember, Jawa Timur. (Foto: Dok./Icha Yang)

Icha Yang Pulang Kampung Langsung Manggung

27 Juni 2026
Wamenaker: Perjanjian Kerja Bersama Cerminkan Hubungan Industrial yang Sehat

Wamenaker: Perjanjian Kerja Bersama Cerminkan Hubungan Industrial yang Sehat

27 Juni 2026
Momen Haru, Billy Syahputra di Lamaran Adik, Kenang Almarhum Olga

Momen Haru, Billy Syahputra di Lamaran Adik, Kenang Almarhum Olga

27 Juni 2026
Suarakan Bahaya Narkoba Lewat Rock, Adnan Ndy Rilis Single ‘Akhirku’ di Hari Anti-Narkotika Internasional

Suarakan Bahaya Narkoba Lewat Rock, Adnan Ndy Rilis Single ‘Akhirku’ di Hari Anti-Narkotika Internasional

27 Juni 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    3601 shares
    Share 1440 Tweet 900
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    452 shares
    Share 181 Tweet 113
  • Swiss vs Kanada Perebutkan Puncak Klasemen Grup B

    317 shares
    Share 127 Tweet 79
  • Marco Bezzecchi Kena Sanksi Berat Setelah Pukul Marshal

    317 shares
    Share 127 Tweet 79
  • Obat Bebas Tetap Memiliki Risiko, Masyarakat Diminta Lebih Bijak Menggunakannya

    315 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya