Kamis, 23 Juli 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Opini

Merajut Sinergi Pendidikan Pasca Konsolnas 2026

Editor : Anggoro oleh Editor : Anggoro
19 Februari 2026
in Opini
A A
0
Merajut Sinergi Pendidikan Pasca Konsolnas 2026

Arif Jamali Muis Staf Khusus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia.

Share on FacebookShare on Twitter

koranindopos.com – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia (Kemendikdasmen RI) telah menggelar Konsolidasi Nasional (Konsolnas) pada 9-11 Februari 2026 di PPSDM Kemendikdasmen, dengan tujuan untuk membangun sinergi antara semua pihak yang terlibat dalam pendidikan, mengidentifikasi permasalah pendidikan, berbagi praktik baik, serta memperkuat kerja sama antar kementerian dan lembaga. Melalui acara ini, diharapkan terjalin kolaborasi yang lebih erat dan efektif untuk mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua, sesuai dengan tema “Memperkuat Partisipasi Semesta, Wujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua.”

Berbagai rekomendasi yang hadir itu tentu tidak sekadar bersifat teknis, namun juga strategis guna meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Berbagai aspek pendidikan dibahas di dalam forum, mulai dari strategi penguatan Wajib Belajar 13 Tahun, pembangunan dan revitalisasi satuan pendidikan, digitalisasi pembelajaran, Tes Kemampuan Akademik (TKA), isu Data Pokok Pendidikan, penguatan pendidikan karakter, penguatan tata jelola guru dan tenaga kependidikan, pengembangan bahasa hingga praktik pembelajaran mendalam.

Hakikat Konsolnas

Konsolnas ini tentu lebih dari sekadar pertemuan biasa, ia sejatinya adalah upaya menyatukan berbagai kekuatan dan pemikiran demi memperbaiki praktik pendidikan di Indonesia. Dalam forum ini, semua pihak berkumpul untuk saling berbagi pandangan dan pengalaman. Tujuan utamanya tentuk bukan sekadar mendiskusikan masalah, lebih dari itu mencari solusi bersama yang bisa diterapkan secara nyata di lapangan. Ini adalah manifestasi nyata dari gaung partisipasi semesesta yang selalu didenungkan oleh Mendikdasmen Abdul Mu’ti. Pemahaman dasar bahwa kerja-kerja membangun pendidikan bukanlah utusan satu pihak saja, melainkan menjadi tugas kolektif semua.

Artikel Terkait

Prihatin pada Fenomena Pelecehan Terhadap Supremasi Hukum

Presiden Sudah Tahu Abnormalitas Pada Tata Kelola Program Prioritas

Perluasan Objek Pajak dan Kesediaan Memahami Fakta Sosial Ekonomi Rakyat

Di belakang pertemuan Konsolnas ini, terbentuk suatu keyakinan mendasar bahwa transformasi dalam pendidikan hanya dapat terjadi jika ada kerjasama yang tulus dan berkesinambungan. Konsolnas menggungah semua pihak untuk melihat pendidikan sebagai bagian dari tanggung jawab kolektif bangsa. Ini adalah kesempatan untuk menghidupkan dialog yang lebih terbuka, sehingga setiap suara bisa didengar dan dijadikan bagian dari solusi.

Pasca Konsolnas

Setelah helatan Konsolnas tuntas dilaksanakan, penting untuk memastikan bahwa berbagai hasil diskusi dan kesepakatan yang tercapai dapat diwujudkan dalam kebijakan dan langkah-langkah nyata. Konsolnas harus dipahami bukan sebagai akhir, melainkan justru awal dari perjalanan panjang untuk mengimplementasikan transformasi dalam dunia pendidikan. Oleh karena itu, setelah forum besar ini, penting bagi seluruh pemangku kepentingan untuk melanjutkan komitmen dan melaksanakan agenda strategis yang telah disepakati. Menurut penulis, terdapat beberapa langkah strategis yang perlu dilakukan untuk memastikan keberlanjutan dan efektivitas hasil Konsolnas.

Pertama, memperkuat kolaborasi yang telah terbangun selama pelaksanaaan Konsolnas. Salah satu tujuan subtansial dari acara ini adalah membangun sinergi antara berbagai pihak yang terlibat dalam pendidikan. Pasca Konsolnas, hal ini harus terus diteruskan dengan terus mengembangkan jaringan kerja yang lebih struktural, solid dan berkelanjutan.

Kedua, mengimplementasikan dan mengembangkan berbagi praktik baik yang telah dibagikan selama Konsolnas berlangsung. Dalam Konsolnas, ada berbagai praktik baik dari daerah atau lembaga yang telah berhasil menerapkan program-program yang inovatif dan berdampak positif. Pasca Konsolnas, berbagai praktik ini perlu diadaptasi dan diterapkan di tempat yang lain. Pemerintah daerah dan sekolah perlu diberikan panduan dan dukungan untuk mengimplementasikan praktik-praktik tersebut.

Ketiga, menguatkan sistem evaluasi dan pemantauan. Hal ini untuk memastikan bahwa agenda strategis pasca Konsolnas berjalan dengan baik. Kemendikdasmen bersama pemangku kepentingan lainnya harus memiliki sistem yang memungkinkan untuk memantau perkembangan dan kemajuan setiap inisiatif yang telah disepakati. Hal ini penting guna mengidentifikasi kendala yang muncul di lapangan sekaligus memberikan perbaikan yang berkelanjutan.

Keempat, pasca Konsolnas, penting untuk melibatkan masyarakat dalam proses pemantauan dan evaluasi. Berangkat dari kesadaran bahwa pendidikan sejatinya bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan tanggung jawab masyarakat secara keseluruhan. Sebab itu, penguatan partisipasi semesta dalam pendidikan harus terus dilanjutkan setelah Konsolnas. Masyarakat, orang tua, dan sektor swasta harus diajak untuk ikut mengawasi jalannya program pendidikan dan memberikan masukan konstruktif. Dengan cara inilah, pendidikan di Indonesia dapat terus berkembang dan beradaptasi dengan kebutuhan zaman.

Akhirnya, dengan terlaksananya Konsolnas 2026, tumbuh harapan besar agar praktik pendidikan nasional terus berkembang secara signifikan. Seluruh elemen strategis bangsa, mulai dari pemerintah, lembaga pendidikan, hingga masyarakat, perlu bahu-membahu dalam upaya membangun sistem pendidikan yang inklusif dan berkeadilan. Pendidikan yang tidak hanya memberikan akses yang merata, tetapi juga menjamin kualitas yang tinggi bagi semua lapisan masyarakat, tanpa terkecuali, sebangun dengan spirit Kemendikdasmen untuk mencapai pendidikan bermutu untuk semua.

 

Penulis: Arif Jamali Muis Staf Khusus Mendikdasmen 

Topik: Kemendikdasmen RIkonsolnasPendidikan

TerkaitBerita

Bamsoet
Opini

Prihatin pada Fenomena Pelecehan Terhadap Supremasi Hukum

oleh Editor : Hairul
22 Juli 2026
Bamsoet
Opini

Presiden Sudah Tahu Abnormalitas Pada Tata Kelola Program Prioritas

oleh Editor : Hairul
16 Juli 2026
Pajak
Opini

Perluasan Objek Pajak dan Kesediaan Memahami Fakta Sosial Ekonomi Rakyat

oleh Editor : Hairul
6 Juli 2026
“Echo Chamber”, Pengganggu Pembelajaran Mendalam?
Opini

“Growth Mindset” Gerbang Transformasi Pembelajaran Mendalam

oleh Editor : Anggoro
6 Juli 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

KN SAR Ramawijaya Basarnas Terbakar Saat Perbaikan di Muara Baru, Saksi Sebut Api Berawal dari Percikan Las

KN SAR Ramawijaya Basarnas Terbakar Saat Perbaikan di Muara Baru, Saksi Sebut Api Berawal dari Percikan Las

23 Juli 2026
Rusdi Kirana

Rusdi Kirana: Ekonomi Konstitusi Harus Jadi Komitmen Nyata, Bukan Sekadar Slogan Politik

21 Juli 2026
Perpustakaan Nasional

Kolaborasi Multi-Pihak untuk Literasi Harus Diwujudkan Atasi Keterbatasan Anggaran

21 Juli 2026
Bamsoet

Prihatin pada Fenomena Pelecehan Terhadap Supremasi Hukum

22 Juli 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    4001 shares
    Share 1600 Tweet 1000
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    577 shares
    Share 231 Tweet 144
  • Sertifikat Belum Juga Terbit, Ratusan Konsumen Tuntut Bos Modernland William Honoris Tanggung Jawab  

    328 shares
    Share 131 Tweet 82
  • Lionel Messi Gagal Raih Bola Emas, Media Argentina Kritik FIFA

    313 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Lionel Messi Berpeluang Tutup Piala Dunia Dengan 3 Penghargaan Prestisius

    312 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya