Selasa, 6 Oktober 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Ekonomi

Mirae Asset Sekuritas Perkuat Layanan Wealth Management di Tengah Pasar yang Semakin Selektif

Editor : Affandy oleh Editor : Affandy
18 Agustus 2026
in Ekonomi
A A
0
Mirae Asset Sekuritas Perkuat Layanan Wealth Management di Tengah Pasar yang Semakin Selektif

Foto: dok. mirae asset

Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com – Jakarta – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia melihat peluang penguatan pasar domestik masih terbuka pada paruh kedua 2026. Kondisi tersebut didukung oleh mulai meredanya tekanan eksternal terhadap Indonesia, termasuk pelemahan dolar AS dan penguatan nilai tukar rupiah.

Meski demikian, investor dinilai tetap perlu mencermati sejumlah risiko, mulai dari inflasi, stabilitas nilai tukar, kredibilitas fiskal, hingga kualitas pertumbuhan ekonomi dan kinerja laba perusahaan.

Head of Research & Chief Economist PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rully Arya Wisnubroto, mengatakan perhatian investor secara bertahap mulai beralih dari risiko global menuju perkembangan ekonomi domestik.

“Ruang penguatan pasar domestik masih terbuka, tetapi dengan profil risiko yang semakin berimbang. Perhatian investor akan semakin bergeser pada kualitas pertumbuhan dan konsistensi kebijakan domestik,” ujar Rully.

Menurutnya, realisasi fiskal, perkembangan inflasi, serta efektivitas transmisi likuiditas ke sektor produktif menjadi sejumlah faktor yang akan menentukan arah pasar. Karena itu, keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, inflasi, kredibilitas fiskal, dan stabilitas nilai tukar menjadi semakin penting.

Artikel Terkait

Satu Dekade Astra Property, Perkuat Bisnis Komersial dan Industrial

IHSG Hari Ini Dibuka Menguat 0,20% ke Level 6.130

Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp10.000, Jadi Rp2,57 Juta per Gram

Di tengah dinamika tersebut, sektor perbankan menjadi salah satu sektor yang mendapat perhatian. Research Analyst PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia Muhammad Nurkholis Syafruddin menilai kondisi likuiditas yang masih ketat, pertumbuhan kredit yang kuat, serta perubahan kebijakan reserve requirement berpotensi mengubah peta persaingan industri perbankan.

“Meskipun terdapat deployment SAL sebesar Rp451 triliun, likuiditas perbankan diperkirakan masih tetap ketat seiring dengan kuatnya pertumbuhan kredit,” kata Nurkholis.

Perubahan ketentuan reserve requirement yang mulai berlaku pada September 2026 juga diperkirakan memberikan dampak berbeda bagi setiap bank. Perbedaan kondisi likuiditas dan karakteristik permodalan membuat investor perlu lebih selektif dalam melihat peluang di sektor tersebut.

Meningkatnya dinamika pasar turut mendorong perubahan kebutuhan investor. Investor kini tidak hanya membutuhkan akses terhadap berbagai instrumen investasi, tetapi juga solusi pengelolaan aset yang disesuaikan dengan kebutuhan serta tujuan finansial jangka panjang.

Melihat perkembangan tersebut, Mirae Asset Sekuritas Indonesia memperkenalkan transformasi layanan Wealth Management sebagai bagian dari perjalanan bisnis baru perusahaan.

Pertumbuhan kelompok masyarakat kelas menengah dan mass affluent dinilai membuka peluang yang semakin besar bagi layanan pengelolaan kekayaan. Kelompok tersebut membutuhkan strategi yang lebih terarah untuk mengelola keuangan, melakukan investasi, sekaligus mengembangkan aset.

Direktur PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Tomi Taufan, mengatakan transformasi Wealth Management dilakukan untuk menjawab kebutuhan nasabah yang semakin beragam.

“Wealth Management tidak lagi hanya berbicara mengenai produk apa yang tersedia, tetapi dimulai dari memahami kebutuhan nasabah, kemudian menghadirkan solusi yang sesuai. Karena itu, kami mendorong perubahan dari pendekatan product-centric menjadi client-centric,” ujar Tomi.

Melalui pendekatan client-centric, Mirae Asset Sekuritas berupaya menyesuaikan solusi investasi dengan kebutuhan masing-masing nasabah.

Kebutuhan tersebut mencakup likuiditas, pendapatan, pertumbuhan aset, proteksi, diversifikasi, hingga perencanaan keuangan dan investasi global.

Pendekatan ini memungkinkan strategi investasi disusun secara lebih menyeluruh sehingga tidak semata-mata berorientasi pada produk, tetapi juga mempertimbangkan tujuan dan kondisi finansial nasabah.

Transformasi tersebut ditopang lima pilar utama, yakni Service, Product, Access, Global, dan Technology.

Pilar Service diarahkan untuk menghadirkan layanan yang lebih personal, sementara Product memberikan pilihan instrumen investasi yang beragam. Dari sisi Access, Mirae Asset Sekuritas menyediakan akses melalui platform M-STOCK serta 29 Office Education yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Sementara itu, pilar Global memberikan akses kepada nasabah terhadap ekosistem investasi global Mirae Asset. Adapun pilar Technology ditujukan untuk mendukung nasabah dalam memantau portofolio dan menyusun strategi investasi berdasarkan tujuan keuangan.

Tomi menegaskan transformasi Wealth Management bukan sekadar pengembangan produk, melainkan bagian dari upaya membangun hubungan jangka panjang dengan nasabah.

“Melalui transformasi Wealth Management ini, kami ingin membangun hubungan jangka panjang dengan nasabah, untuk memberikan layanan dan solusi yang sesuai kebutuhan mereka,” kata Tomi.

Dengan dukungan jaringan nasional, ekosistem global, pilihan produk yang beragam, serta teknologi, Mirae Asset Sekuritas berharap dapat membantu nasabah mengelola dan mengembangkan aset secara lebih terarah.

Langkah tersebut sekaligus mencerminkan perubahan lanskap investasi di Indonesia. Ketika pasar menjadi semakin selektif, kemampuan memahami profil, kebutuhan, dan tujuan setiap investor menjadi semakin penting dalam menentukan strategi pengelolaan kekayaan.(dhil)

Topik: Mirae Asset

TerkaitBerita

Satu Dekade Astra Property, Perkuat Bisnis Komersial dan Industrial
Properti

Satu Dekade Astra Property, Perkuat Bisnis Komersial dan Industrial

oleh Editor : Doe
6 Oktober 2026
IHSG Hari Ini Dibuka Menguat 0,20% ke Level 6.130
Ekonomi

IHSG Hari Ini Dibuka Menguat 0,20% ke Level 6.130

oleh Editor : Affandy
6 Oktober 2026
Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp10.000, Jadi Rp2,57 Juta per Gram
Bisnis

Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp10.000, Jadi Rp2,57 Juta per Gram

oleh Editor : Affandy
6 Oktober 2026
Bank Jakarta Siapkan Duplikasi Biodigester ke Wilayah Lain di Jakarta
Ekonomi

Bank Jakarta Siapkan Duplikasi Biodigester ke Wilayah Lain di Jakarta

oleh Editor : Akula
5 Oktober 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Direkomendasikan

Harga Galaxy S26 Naik hingga Rp3,2 Juta, Imbas Kelangkaan Memori Global

Harga Galaxy S26 Naik hingga Rp3,2 Juta, Imbas Kelangkaan Memori Global

6 Oktober 2026
Chery iCar V27 Resmi Meluncur di China, SUV EREV Bertenaga 335 kW

Chery iCar V27 Resmi Meluncur di China, SUV EREV Bertenaga 335 kW

6 Oktober 2026
Bandung World Cinema Hadirkan Sinema Dunia hingga Layar Terbuka di Balai Kota

Bandung World Cinema Hadirkan Sinema Dunia hingga Layar Terbuka di Balai Kota

6 Oktober 2026
Anak Tak Harus Unggul di Semua Bidang, Orang Tua Perlu Kenali Potensinya

Anak Tak Harus Unggul di Semua Bidang, Orang Tua Perlu Kenali Potensinya

6 Oktober 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    4903 shares
    Share 1961 Tweet 1226
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    1007 shares
    Share 403 Tweet 252
  • Laga Awal Musim Membuka Peluang AC Milan Berkembang

    342 shares
    Share 137 Tweet 86
  • Membawa Pulang Standar Dunia ke Sekolah Menengah Kejuruan

    373 shares
    Share 149 Tweet 93
  • Posting Kalimat Galau di Instagram, Ada Apa Dengan Yogie Nandes?

    313 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya