Koranindopos.com – JAKARTA – Proses pemadaman kebakaran hebat yang menghanguskan puluhan rumah warga serta lapak penyimpanan kayu (palet) di Kampung Pacing, Desa Kedunggede, Kecamatan Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, Rabu (15/7/2026), berlangsung dramatis. Petugas pemadam kebakaran harus berpacu dengan waktu sekaligus menghadapi kemacetan panjang yang menghambat perjalanan menuju lokasi.
Kebakaran yang mulai terjadi sekitar pukul 17.00 WIB itu memicu kepanikan warga. Kobaran api dengan cepat membesar dan melalap bangunan permukiman serta lapak penyimpanan kayu yang mudah terbakar. Di saat warga berupaya menyelamatkan barang-barang berharga, petugas pemadam justru menghadapi kendala besar berupa kemacetan di Jalan Raya Kedungwaringin.
Arus lalu lintas di jalur utama tersebut dilaporkan mengalami kepadatan hingga lebih dari lima kilometer, baik dari arah Cikarang menuju Karawang maupun sebaliknya. Kemacetan diperparah oleh penyempitan jalan di sekitar lokasi kejadian dan banyaknya pengendara yang memperlambat laju kendaraan untuk menyaksikan proses pemadaman.
Komandan Regu Pleton 3 Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Bekasi, Bohir, mengatakan sejumlah armada pemadam sempat terjebak di tengah antrean kendaraan sehingga membutuhkan waktu lebih lama untuk mencapai lokasi.
“Armada jadi terjebak saat menuju lokasi, khususnya armada dari Mako Cikarang Barat dan Stadion Wibawa Mukti,” ujarnya.
Pada tahap awal, Disdamkarmat mengerahkan empat unit mobil pemadam kebakaran. Seiring membesarnya kobaran api, jumlah armada kemudian ditambah dengan bantuan dari Pos Cikarang Selatan, Pos Pemda, serta unsur TNI sehingga total sekitar delapan unit diterjunkan untuk memadamkan api.
Salah seorang korban kebakaran, Sion (35), mengungkapkan warga telah menghubungi petugas pemadam dari Kabupaten Bekasi maupun Kabupaten Karawang tidak lama setelah api mulai membesar. Namun, armada pertama baru tiba sekitar satu setengah jam kemudian.
“Warga sudah menghubungi petugas dari Kabupaten Bekasi maupun Karawang, tetapi sekitar 90 menit hanya satu unit mobil pemadam yang tiba,” kata Sion.
Ia menduga lambatnya kedatangan petugas disebabkan kemacetan lalu lintas yang terjadi bersamaan dengan jam sibuk saat masyarakat pulang bekerja.
Setelah upaya pemadaman berlangsung selama beberapa jam, kondisi lalu lintas di Jalan Raya Kedungwaringin mulai berangsur normal sekitar pukul 20.30 WIB. Saat itu sebagian besar kobaran api telah berhasil dikendalikan sehingga arus kendaraan kembali bergerak.
Meski demikian, hingga sekitar pukul 21.30 WIB, petugas Disdamkarmat masih terus berjibaku memadamkan sisa-sisa api di beberapa titik sekaligus melakukan proses pendinginan untuk mencegah munculnya kobaran api kembali.
Bohir mengatakan penyebab pasti kebakaran masih belum dapat dipastikan dan kini tengah diselidiki oleh pihak kepolisian.
“Kalau dugaan sementara kami belum tahu. Masih dalam penyelidikan kepolisian. Saat ini kami juga melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala,” jelasnya.
Hingga proses pemadaman selesai, belum ada informasi resmi mengenai jumlah pasti rumah yang terdampak maupun besaran kerugian akibat peristiwa tersebut. Aparat bersama petugas pemadam masih melakukan pendataan terhadap bangunan yang terbakar dan memastikan situasi di lokasi benar-benar aman.(dhil/kmps)










