Koranindopos.com, JAKARTA – Setelah dua musim krisis trofi, Jose Mourinho menyiapkan strategi jitu untuk Real Madrid. Mourinho bakal memberikan peran lebih sentral kepada Arda Guler dalam sistem permainan barunya. Guler diproyeksikan menjadi penghubung antara lini pertahanan dan serangan dalam skema serangan balik Mourinho. Gelandang Timnas Turki itu bahkan berpotensi bermain lebih dalam pada pertandingan tertentu sehingga kemampuan distribusinya dapat dimanfaatkan secara maksimal.
Perubahan tersebut tidak hanya berkaitan dengan perkembangan Guler. Ada tiga pemain Real Madrid yang berpeluang mendapatkan keuntungan paling besar jika sang playmaker benar-benar menjadi pusat permainan Los Blancos.
Aurelien Tchouameni berpotensi menjadi salah satu pemain yang paling terbantu oleh kehadiran Guler di posisi lebih dalam. Masalah utama Tchouameni selama ini adalah kontribusinya dalam membangun serangan dari area belakang sehingga berbagi tugas dengan Guler dapat membuat perannya lebih jelas.
Dalam skema dua gelandang bertahan, Tchouameni bisa lebih fokus menjalankan tugas defensif sementara Guler bergerak sebagai deep-lying playmaker. Pembagian tersebut memungkinkan Tchouameni mengeluarkan kemampuan terbaiknya tanpa harus terlalu banyak mengambil tanggung jawab kreativitas dari lini tengah.
Kylian Mbappe sudah merasakan manfaat besar dari hubungan permainannya dengan Guler. Sebagian besar dari sembilan assist Guler diberikan kepada penyerang Timnas Prancis tersebut sehingga peningkatan peran sang playmaker dapat semakin menguntungkan Mbappe.
Jika Guler lebih sering mendapatkan bola dalam situasi transisi, Mbappe bisa menjadi sasaran utama umpan vertikalnya. Kecepatan Mbappe sangat cocok dengan pendekatan serangan balik Mourinho sehingga kombinasi keduanya berpotensi menjadi salah satu senjata utama Real Madrid.
Vinicius Junior juga memiliki peluang besar untuk menikmati perubahan peran Guler. Pemain asal Brasil itu mengincar setidaknya 20 gol di La Liga musim ini dan kemampuan Guler dalam memberikan umpan terobosan dapat membantu target tersebut tercapai.
Guler juga perlu lebih sering mencari pergerakan Vinicius dari area dalam menuju ruang terbuka di sisi kiri. Pola tersebut mengingatkan pada cara Toni Kroos memanfaatkan kecepatan Vinicius dalam transisi cepat, terutama ketika Real Madrid menghadapi Liverpool dan Bayern Munchen di fase gugur Liga Champions.
Mourinho membutuhkan kecepatan Vinicius untuk memperkuat serangan balik Real Madrid, sementara Guler bisa menjadi pemain yang mengirimkan bola ke ruang yang tepat. Jika keduanya mampu membangun koneksi yang konsisten, perubahan peran Guler bukan hanya menguntungkan dirinya sendiri, tetapi juga dapat meningkatkan ancaman serangan Los Blancos secara keseluruhan. (bnt/mmr)




