Berdasarkan data dari Reuters, dolar AS dibuka pada level Rp 16.230 pada pagi hari ini, kemudian terus melemah sekitar 0,43% atau sekitar 69 poin ke level Rp 16.137 per dolar AS. Melemahnya dolar ini terjadi setelah beberapa waktu terakhir, dolar AS berada stabil di kisaran Rp 16.200.
Penguatan sedikit rupiah ini terjadi menjelang akhir tahun, di mana pasar mata uang global cenderung lebih sepi akibat liburan musim akhir tahun. Banyak investor dan pelaku pasar yang menunggu momentum baru di awal tahun, sementara dolar AS mengalami pelemahan tipis setelah sebelumnya mengalami penguatan dalam beberapa bulan terakhir.
Sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS cenderung tertekan di level sekitar Rp 16.200, namun hari ini rupiah terlihat sedikit lebih bertenaga dengan melemahnya dolar. Hal ini juga dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor domestik dan global, termasuk situasi pasar global yang lebih stabil serta kebijakan ekonomi yang diambil oleh Bank Indonesia (BI).
Menurut Pengamat Pasar Uang, Ariston Tjendra, meskipun dolar AS menunjukkan pelemahan, ia memprediksi bahwa hingga akhir tahun ini, rupiah kemungkinan akan bertahan di kisaran level Rp 16.100 hingga Rp 16.200 terhadap dolar AS.
“Secara umum, saya melihat bahwa rupiah bisa bertahan di atas level Rp 16.100 terhadap dolar AS hingga akhir tahun ini. Pasar kemungkinan akan tetap stabil, dengan beberapa fluktuasi kecil yang dipengaruhi oleh faktor global dan kebijakan domestik,” ujar Ariston.
Ia juga menambahkan bahwa pergerakan nilai tukar pada akhir tahun seringkali dipengaruhi oleh sentimen pasar dan posisi cash flow para pelaku pasar yang cenderung menurun menjelang libur panjang akhir tahun.
Bank Indonesia (BI) terus berupaya untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Dalam beberapa bulan terakhir, BI telah melakukan intervensi di pasar valuta asing untuk menahan pelemahan rupiah dan menjaga daya beli masyarakat, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Meskipun ada potensi pelemahan dolar AS yang terjadi saat ini, BI tetap mengawasi pergerakan nilai tukar rupiah untuk memastikan tidak terjadi gejolak besar yang dapat mempengaruhi perekonomian domestik.(dhil)
















