koranindopos.com – Jakarta. Seorang pengemudi taksi online diduga menjadi korban penganiayaan di kawasan Setu, Tangerang Selatan. Peristiwa tersebut viral di media sosial dan memicu perhatian publik setelah video kejadian beredar luas pada Rabu (4/3/2026).
Dalam rekaman yang beredar, terlihat seorang pria yang diduga oknum prajurit Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) melakukan tindakan kekerasan terhadap korban. Pelaku tampak memukul, menendang, hingga membanting sopir taksi online tersebut ke aspal.
Korban juga terlihat dalam kondisi tangan diborgol. Bahkan, dalam video tersebut, pelaku sempat menodongkan benda yang diduga pistol ke arah kepala korban. Beberapa warga yang berada di lokasi tampak berusaha melerai dan menghentikan aksi kekerasan tersebut.
Kasus ini kini telah ditangani oleh Detasemen Polisi Militer (Denpom). Oknum prajurit TNI AD yang diduga sebagai pelaku telah diamankan untuk menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut sesuai hukum yang berlaku di lingkungan militer.
Penangkapan tersebut dilakukan setelah video penganiayaan viral dan menuai kecaman dari masyarakat. Pihak berwenang memastikan bahwa kasus ini akan diproses secara transparan dan tegas.
Video kejadian pertama kali menyebar melalui berbagai platform media sosial dan kemudian menjadi perbincangan luas. Publik menyoroti tindakan kekerasan yang dilakukan, terlebih karena korban merupakan pengemudi taksi online yang tengah bekerja.
Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti kronologi lengkap maupun motif di balik dugaan penganiayaan tersebut. Aparat masih melakukan pendalaman untuk mengungkap latar belakang kejadian.
Kasus ini menjadi perhatian serius, terutama terkait penegakan hukum terhadap oknum aparat yang melakukan pelanggaran, sekaligus menjadi pengingat pentingnya penyelesaian konflik secara hukum tanpa kekerasan.(dhil)










