Koranindopos.com, JAKARTA – Sejumlah penasihat Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mendesak agar operasi militer besar-besaran ke Iran dilakukan sebelum Kongres baru resmi bertugas pada Januari 2027. Kabar tersebut disiarkan NBC News.
NBC News melaporkan, beberapa pejabat administrasi dan pertahanan mengatakan kepada Trump bahwa peluang untuk menyerang Iran semakin sempit mengingat Kongres kini dipenuhi oleh Partai Demokrat. Mereka memperingatkan, Kongres bisa mempersulit peluncuran operasi militer melalui penyelidikan, pembatasan dana, atau resolusi yang bertujuan memblokir serangan.
Menurut laporan, Trump baru saja menerima pengarahan terbaru soal ancaman Iran dan opsi militer pada Kamis (5/11/2026). Pengarahan tersebut dihadiri oleh Menteri Pertahanan Pete Hegseth dan Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine.
Namun, Trump belum membuat keputusan. Hegseth disebut terus mendorong Trump agar segera meluncurkan serangan. Namun, beberapa penasihat lainnya mewanti-wanti bahwa eskalasi militer dapat merusak upaya diplomatik yang sedang berjalan.
Wakil Presiden AS JD Vance, bersama para mediator, saat ini tengah bernegosiasi dengan Teheran untuk menghindari konflik lebih lanjut. Operasi militer baru AS sendiri disebut-sebut akan lebih singkat namun lebih intens. Target potensialnya yaitu infrastruktur minyak dan gas serta Gunung Pickaxe, yang diyakini menyimpan komponen program nuklir Iran. (cnni/mmr)









