Kamis, 2 Juli 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Olahraga
  • Opini
  • More
Home Ekonomi

Pasar E-Commerce di Kawasan Asia Tenggara Siap Tumbuh Pesat Berkat Pembayaran Digital dan Perdagangan Lintas Negara

Editor : Hanasa oleh Editor : Hanasa
12 Maret 2025
in Ekonomi
A A
0
IDC

Laporan IDC - How Southeast Asia Buys and Pays 2025

Share on FacebookShare on Twitter

koranindopos.com – Singapura. Laporan terbaru dari lembaga riset pasar IDC, yang diinisiasi oleh platform pembayaran global 2C2P dan Antom, mengungkapkan bahwa nilai pasar e- commerce Asia Tenggara diperkirakan akan mencapai US$325 miliar (sekitar Rp5.299 triliun) pada tahun 2028. Raihan ini didorong oleh pesatnya adopsi pembayaran digital dan kemampuan kerja sama lintas regional yang membuka lebih banyak peluang dalam perdagangan             lintas             negara             bagi            para             pelaku            bisnis.

“Laporan terbaru dari lembaga riset pasar IDC, yang diprakarsai oleh platform pembayaran global 2C2P dan Antom, mengungkapkan bahwa nilai pasar e-commerce di Asia Tenggara diperkirakan akan mencapai US$325 miliar (sekitar Rp5,299 triliun) pada tahun 2028. Pencapaian ini didorong oleh pesatnya adopsi pembayaran digital serta kemampuan untuk melakukan kerja sama lintas negara secara regional, yang membuka lebih banyak peluang dalam perdagangan antarnegara bagi para pelaku bisnis.”

Laporan tahunan berjudul “How Southeast Asia Buys and Pays 2025” menjadi edisi keempat dari IDC InfoBrief sejak terbit pertama kali pada tahun 2021. Laporan ini merangkum survei terhadap 600 responden dari enam negara di Asia Tenggara yang meliputi Indonesia, Filipina, Malaysia, Singapura, Thailand, dan Vietnam, lengkap dengan analisis perkembangan skema pembayaran digital di masing-masing pasar dan regional Asia Tenggara secara keseluruhan. Sebagai wilayah dengan potensi ekonomi terbesar kelima di dunia, pertumbuhan Asia Tenggara yang luar biasa sebagian besar didorong oleh perkembangan pesat sektor e- commerce yang didukung oleh meningkatnya adopsi pembayaran digital.

Laporan ini menjelaskan perkembangan skema pembayaran digital di kawasan Asia Tenggara dan analisis spesifik mengenai tren pembayaran di setiap pasar. Laporan ini juga menyoroti bagaimana tren tersebut memengaruhi strategi bisnis dan membuka peluang pertumbuhan kawasan ini di masa depan.

Artikel Terkait

Pertamina Patra Niaga Mulai Salurkan Biodiesel B50, Tahap Awal Distribusi Capai 37,92 Juta Liter

Pertamina dan Pupuk Indonesia Jalin Kolaborasi Strategis, Perkuat Ketahanan Energi dan Pangan Nasional

Rumah Modern Tak Lagi Cukup Dikunci, Saatnya Memahami Cara Baru Menjaga Keamanan Hunian

Sorotan utama dari laporan ini:

Untuk memanfaatkan potensi ekonomi senilai US$325 miliar (sekitar Rp5.299 triliun), dibutuhkan pemahaman komprehensif terkait skema pembayaran digital di Asia Tenggara. Wawasan yang tepat dapat membantu pelaku bisnis untuk menyediakan metode pembayaran berdasarkan preferensi pelanggan yang penting untuk memaksimalkan jangkauan di masing-masing pasar. Pasalnya, metode pembayaran yang disukai dapat meningkatkan pengalaman pelanggan dan mendorong tingkat konversi konsumen.

  • Pertumbuhan pembayaran digital di e-commerce: Pada tahun 2028, pembayaran digital diperkirakan akan mencakup 94% dari total pembayaran e-commerce di Asia Tenggara. Pertumbuhan paling signifikan dapat dilihat pada pembayaran domestik (97,9%) dan dompet digital (94,9%), yang berperan dalam memperluas jangkauan e- commerce di wilayah yang kurang bergantung pada kartu debit atau kredit.
  • Lonjakan real-time payments (RTP): RTP diperkirakan akan melonjak hingga mencapai lebih dari US$11 triliun (sekitar Rp179 kuadriliun) pada tahun Tren ini sudah terlihat di Singapura, di mana RTP seperti PayNow menduduki urutan ketiga sebagai metode pembayaran yang paling banyak tersedia, menurut survei terhadap para pelaku usaha pada tahun 2024. Peningkatan RTP di Asia Tenggara sebagian besar didorong oleh inisiatif pemerintah untuk mengurangi ketergantungan pada uang tunai danmempromosikan metode pembayaran yang lebih murah dan cepat serta memenuhi kebutuhan konsumen dan pelaku usaha.
  • Dominasi dompet digital dan pembayaran domestik: Popularitas dompet digital dan pembayaran domestik sangat tinggi di Asia Pada tahun 2023, dompet digital menjadi metode pembayaran yang paling banyak digunakan di Indonesia, Malaysia, dan Vietnam, sementara pembayaran domestik mendominasi di Singapura dan Thailand. Tren ini terus berlanjut pada tahun 2024. Dompet digital menjadi metode pembayaran kedua yang paling banyak diterima oleh pelaku usaha yang disurvei di Singapura dan Filipina, serta ketiga di Indonesia dan Thailand.
  • Peluang dalam perdagangan lintas negara: Nilai perdagangan lintas negara di Asia Tenggara diprediksi akan mencapai $14,6 miliar (sekitar Rp2.380 triliun) pada tahun 2028, meningkat 2,8 kali lipat dari tahun 2023. Nilai rata-rata transaksi lintas negara per pelanggan diperkirakan akan melampaui nilai transaksi domestik, kecuali di Vietnam dan Indonesia. Hal ini menjadi peluang besar bagi pelaku bisnis di kawasan

Selain itu, terdapat pula peluang yang signifikan di seluruh Asia Tenggara dalam perdagangan lintas negara di kawasan tersebut.

  • Peluang dalam perdagangan lintas negara: Nilai perdagangan lintas negara di Asia Tenggara diprediksi akan mencapai $14,6 miliar (sekitar Rp2.380 triliun) pada tahun 2028, meningkat 2,8 kali lipat dari tahun 2023. Nilai rata-rata dari transaksi lintas negara per pelanggan pun akan melampaui nilai domestik, kecuali di Vietnam dan Indonesia. Hal ini menjadi peluang besar bagi pelaku bisnis di kawasan terkait.
  • Mendorong perdagangan lintas negara dengan Regional Payment Connectivity (RPC): Inisiatif seperti RPC yang diikuti oleh enam negara di Asia Tenggara semakin mendorong perdagangan lintas negara. Kolaborasi ini bertujuan memperkuat dan menyederhanakan pembayaran antar negara dengan fokus pada pengembangan transaksi lintas negara yang lancar, efisien, dan hemat biaya.
  • Keuntungan yang lebih tinggi dalam perdagangan lintas negara: Menurut survei yang dilakukan terhadap para pelaku usaha di Asia Tenggara yang menjual layanan dan produk ke luar negeri, 62% responden mengatakan bahwa nilai transaksi lintas negara rata-rata 21% lebih tinggi daripada transaksi domestik. Para pelaku usaha dapat memperoleh keuntungan yang signifikan dengan memperluas jangkauan pasar dan membangun kapasitas untuk melayani negara-negara sekitar.
  • Potensi perdagangan antar-negara kawasan Asia Tenggara yang belum teroptimalkan: Meskipun pertumbuhannya cukup menjanjikan, perdagangan di kawasan Asia Tenggara masih belum dimanfaatkan secara maksimal karena hanya mencakup sebagian kecil dari total perdagangan lintas negara di setiap pasar. Untuk memanfaatkan peluang ini sepenuhnya, para pelaku usaha harus memperoleh pemahaman yang lebih dalam tentang kondisi operasional yang berbeda di setiap pasar sambil mempertimbangkan kolaborasi Dengan menyikapi faktor-faktor ini secara tepat, pelaku bisnis dapat merasakan potensi penuh dari perdagangan antar negara dan mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan.

Agnes Chua, Managing Director of Business and Product Development 2C2P, mengungkapkan bahwa, “Saat ini, skema e-commerce di Asia Tenggara berkembang dengan sangat pesat. Para pelaku usaha menyadari besarnya peluang yang ditawarkan oleh pertumbuhan ini dalam meningkatkan pendapatan melalui e-commerce. Di sisi lain, mereka mengatakan pertumbuhan ini meningkatkan kompleksitas dalam operasional mereka, termasuk tantangan dalam layanan pelanggan dan penyelesaian masalah, integrasi payment gateway, dan masalah teknologi. Di 2C2P, kami berupaya memberdayakan para pelaku bisnis untuk menghadapi tantangan-tantangan ini dengan menyediakan solusi pembayaran yang menyederhanakan operasional, meningkatkan kapabilitas lintas negara, dan mendorong pertumbuhan ekonomi digital yang berkembang pesat di kawasan ini. Dengan demikian, para pelaku usaha dapat dengan cepat membuka peluang-peluang baru dan berkembang di lingkungan yang dinamis ini.”

Gary Liu, General Manager Antom, Ant International, mengatakan, “Asia Tenggara berkembang pesat sebagai pusat perdagangan dan inovasi digital. Seiring dengan berkembangnya bisnis lintas negara, transaksi yang lancar dan efisien menjadi sangat penting untuk menjaga daya saing. Di Antom, kami percaya bahwa sistem pembayaran bukan sekadar infrastruktur, tetapi juga penggerak pertumbuhan bisnis. Lewat kolaborasi dengan 2C2P dan bisnis lain dalam ekosistem Ant International, kami memberdayakan para pelaku usaha dengan solusi pembayaran dan digitalisasi terpadu yang mencakup seluruh siklus pembayaran sekaligus menjajaki peluang dalam layanan akun global, pembiayaan, dan manajemen kas untuk mendukung ekspansi mereka. Melalui kolaborasi erat dengan regulator dan mitra industri di setiap negara, kami ingin membuka peluang baru bagi bisnis dari berbagai skala dan membantu mereka berkembang dalam ekonomi digital yang terus tumbuh di Asia Tenggara.” (ris)

Topik: antomE-CommerceIDC

TerkaitBerita

Pertamina Patra Niaga Mulai Salurkan Biodiesel B50, Tahap Awal Distribusi Capai 37,92 Juta Liter
Bisnis

Pertamina Patra Niaga Mulai Salurkan Biodiesel B50, Tahap Awal Distribusi Capai 37,92 Juta Liter

oleh Editor : Affandy
2 Juli 2026
Pertamina dan Pupuk Indonesia Jalin Kolaborasi Strategis, Perkuat Ketahanan Energi dan Pangan Nasional
Ekonomi

Pertamina dan Pupuk Indonesia Jalin Kolaborasi Strategis, Perkuat Ketahanan Energi dan Pangan Nasional

oleh Editor : Affandy
2 Juli 2026
Rumah Modern Tak Lagi Cukup Dikunci, Saatnya Memahami Cara Baru Menjaga Keamanan Hunian
Properti

Rumah Modern Tak Lagi Cukup Dikunci, Saatnya Memahami Cara Baru Menjaga Keamanan Hunian

oleh Editor : Doe
1 Juli 2026
Strategi PNM Raih ‘Indonesia Most Trusted Companies’ Sambil Dongkrak Omzet UMKM Perempuan
Ekonomi

Strategi PNM Raih ‘Indonesia Most Trusted Companies’ Sambil Dongkrak Omzet UMKM Perempuan

oleh Editor : Akula
1 Juli 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

Pertamina Patra Niaga Mulai Salurkan Biodiesel B50, Tahap Awal Distribusi Capai 37,92 Juta Liter

Pertamina Patra Niaga Mulai Salurkan Biodiesel B50, Tahap Awal Distribusi Capai 37,92 Juta Liter

2 Juli 2026
Changan Buka Pre-Book Deepal S05, SUV Pertama di Indonesia dengan Pilihan Teknologi BEV dan REEV

Changan Buka Pre-Book Deepal S05, SUV Pertama di Indonesia dengan Pilihan Teknologi BEV dan REEV

2 Juli 2026
Antusiasme Pengunjung Warnai Meet & Greet Bersama Pemain Persija Di Jakarta Fair 2026

Antusiasme Pengunjung Warnai Meet & Greet Bersama Pemain Persija Di Jakarta Fair 2026

2 Juli 2026
Vivo X500 Pro Max Dikabarkan Siap Meluncur, Usung Kamera 200 MP dan Chip 2 Nm untuk Tantang Pasar Flagship

Vivo X500 Pro Max Dikabarkan Siap Meluncur, Usung Kamera 200 MP dan Chip 2 Nm untuk Tantang Pasar Flagship

2 Juli 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    3668 shares
    Share 1467 Tweet 917
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    472 shares
    Share 189 Tweet 118
  • PPG Prajabatan 2026 Dibuka Juni: 10.000 Kuota, Link Daftar & Syarat Guru Honorer

    318 shares
    Share 127 Tweet 80
  • Konsistensi Jaga Keamanan Pangan Jemaah Haji, PT Halalan Tayyiban Indonesia Raih Penghargaan Bergengsi dari BPOM

    315 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Jadwal Cair Bansos PKH dan BPNT Tahap 3 di Kota Depok, Cek Nama Penerima di Sini!

    314 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya