Kamis, 2 Juli 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Olahraga
  • Opini
  • More
Home Kesehatan

Gelombang Panas Landa Eropa, WHO Catat 1.300 Kematian Berlebih, BMKG Pastikan Indonesia Kecil Kemungkinan Mengalami Heatwave

Editor : Affandy oleh Editor : Affandy
2 Juli 2026
in Kesehatan
A A
0
Gelombang Panas Landa Eropa, WHO Catat 1.300 Kematian Berlebih, BMKG Pastikan Indonesia Kecil Kemungkinan Mengalami Heatwave

Foto: dok. ilustrasi

Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com – JAKARTA – Gelombang panas ekstrem kembali melanda sejumlah negara di Eropa pada musim panas tahun ini. Suhu udara yang mencapai rekor tertinggi tidak hanya memicu gangguan kesehatan, tetapi juga menyebabkan meningkatnya angka kematian, mengganggu layanan transportasi, hingga membebani infrastruktur yang dinilai belum siap menghadapi cuaca ekstrem.

Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengungkapkan bahwa sejak 21 Juni 2026, sekitar 1.300 kematian berlebih (excess deaths) telah dilaporkan di berbagai negara Eropa akibat gelombang panas tersebut.

Melalui unggahannya di media sosial X, Tedros menyebut Eropa merupakan benua yang mengalami pemanasan paling cepat di dunia, dengan laju kenaikan suhu hampir dua kali lebih cepat dibandingkan rata-rata global.

“Didorong oleh perubahan iklim dan pemanasan global, fenomena gelombang panas yang sebelumnya dianggap hanya terjadi sekali dalam satu generasi kini hampir terjadi setiap tahun,” ujarnya.

Artikel Terkait

Bantu Anak Indonesia Tumbuh Sehat dan Percaya Diri, Operasi Kraniofasial Gratis Di Gelar

Konsistensi Jaga Keamanan Pangan Jemaah Haji, PT Halalan Tayyiban Indonesia Raih Penghargaan Bergengsi dari BPOM

Jangan Abaikan Alarm Tubuh, Pakar Medis Ungkap Ancaman Kesehatan Senyap di Balik Gaya Hidup Urban

Menurut WHO, kondisi tersebut menunjukkan dampak nyata perubahan iklim yang semakin meningkatkan frekuensi serta intensitas cuaca ekstrem di berbagai belahan dunia.

Gelombang panas kali ini melanda sejumlah negara di kawasan Eropa Tengah dan Barat. Di Jerman, Republik Ceko, hingga Polandia, suhu udara dilaporkan mencapai 40 derajat Celsius.

Sementara itu, Prancis menjadi salah satu negara yang terdampak paling parah. Setelah beberapa hari mengalami suhu rata-rata hampir 30 derajat Celsius, bahkan mencapai 44 derajat Celsius di sejumlah wilayah, negara tersebut mencatat sekitar 1.000 kematian berlebih yang dikaitkan dengan cuaca panas ekstrem.

Selain meningkatkan risiko kesehatan masyarakat, suhu tinggi juga menyebabkan gangguan terhadap jaringan transportasi, aktivitas ekonomi, serta layanan publik di berbagai negara.

Di tengah kekhawatiran masyarakat terhadap fenomena tersebut, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan Indonesia memiliki karakteristik iklim yang berbeda sehingga sangat kecil kemungkinan mengalami gelombang panas seperti yang terjadi di Eropa.

Pelaksana Harian Direktur Meteorologi Publik BMKG, Ida Pramuwardani, menjelaskan bahwa heatwave umumnya terjadi di wilayah lintang menengah hingga tinggi, seperti Eropa, Amerika, dan Asia Tengah.

Sebaliknya, Indonesia berada di kawasan ekuator yang memiliki dinamika atmosfer berbeda serta perubahan cuaca yang relatif cepat.

“Secara geografis wilayah Indonesia berada di sekitar wilayah ekuatorial, sehingga memiliki karakteristik dinamika atmosfer yang berbeda dengan wilayah lintang menengah-tinggi,” jelas Ida.

Ia menambahkan bahwa kondisi atmosfer di Indonesia tidak memungkinkan terbentuknya fenomena heatwave sebagaimana yang dikenal di kawasan subtropis.

“Maka dapat dikatakan bahwa di wilayah Indonesia tidak terjadi fenomena yang dikenal dengan Gelombang Panas atau Heatwave,” katanya.

Meski tidak mengalami heatwave, BMKG mengingatkan bahwa beberapa wilayah Indonesia tetap dapat merasakan suhu udara yang cukup panas, terutama pada musim kemarau.

Kondisi tersebut umumnya dipengaruhi oleh posisi semu matahari, minimnya tutupan awan, serta kelembapan udara yang lebih rendah. Namun, suhu panas tersebut masih berada dalam karakteristik iklim tropis Indonesia dan berbeda dengan gelombang panas ekstrem yang terjadi di Eropa.

Masyarakat tetap diimbau menjaga kondisi tubuh dengan memenuhi kebutuhan cairan, mengurangi aktivitas berat di bawah sinar matahari langsung pada siang hari, serta mengikuti informasi cuaca resmi dari BMKG.

Fenomena yang terjadi di Eropa menjadi pengingat bahwa dampak perubahan iklim semakin nyata dirasakan berbagai negara. Karena itu, upaya mitigasi, adaptasi terhadap perubahan iklim, dan peningkatan kesiapsiagaan terhadap cuaca ekstrem menjadi tantangan global yang semakin mendesak.(Dhil/dtk)

Topik: eropagelombang panas

TerkaitBerita

Bantu Anak Indonesia Tumbuh Sehat dan Percaya Diri, Operasi Kraniofasial Gratis Di Gelar
Kesehatan

Bantu Anak Indonesia Tumbuh Sehat dan Percaya Diri, Operasi Kraniofasial Gratis Di Gelar

oleh Editor : Affandy
1 Juli 2026
Konsistensi Jaga Keamanan Pangan Jemaah Haji, PT Halalan Tayyiban Indonesia Raih Penghargaan Bergengsi dari BPOM
Kesehatan

Konsistensi Jaga Keamanan Pangan Jemaah Haji, PT Halalan Tayyiban Indonesia Raih Penghargaan Bergengsi dari BPOM

oleh Editor : Akula
30 Juni 2026
Jangan Abaikan Alarm Tubuh, Pakar Medis Ungkap Ancaman Kesehatan Senyap di Balik Gaya Hidup Urban
Kesehatan

Jangan Abaikan Alarm Tubuh, Pakar Medis Ungkap Ancaman Kesehatan Senyap di Balik Gaya Hidup Urban

oleh Editor : Akula
30 Juni 2026
Kematian dr Icha Jadi Sorotan, Guru Besar Kedokteran Sampaikan Lima Catatan Penting untuk Perlindungan Tenaga Medis
Kesehatan

Kematian dr Icha Jadi Sorotan, Guru Besar Kedokteran Sampaikan Lima Catatan Penting untuk Perlindungan Tenaga Medis

oleh Editor : Affandy
29 Juni 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

Seleksi Sekolah Kedinasan 2026 Belum Dibuka, BKN Minta Calon Peserta Tunggu Pengumuman Resmi

Seleksi Sekolah Kedinasan 2026 Belum Dibuka, BKN Minta Calon Peserta Tunggu Pengumuman Resmi

2 Juli 2026
Pertamina Patra Niaga Mulai Salurkan Biodiesel B50, Tahap Awal Distribusi Capai 37,92 Juta Liter

Pertamina Patra Niaga Mulai Salurkan Biodiesel B50, Tahap Awal Distribusi Capai 37,92 Juta Liter

2 Juli 2026
Changan Buka Pre-Book Deepal S05, SUV Pertama di Indonesia dengan Pilihan Teknologi BEV dan REEV

Changan Buka Pre-Book Deepal S05, SUV Pertama di Indonesia dengan Pilihan Teknologi BEV dan REEV

2 Juli 2026
Antusiasme Pengunjung Warnai Meet & Greet Bersama Pemain Persija Di Jakarta Fair 2026

Antusiasme Pengunjung Warnai Meet & Greet Bersama Pemain Persija Di Jakarta Fair 2026

2 Juli 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    3668 shares
    Share 1467 Tweet 917
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    472 shares
    Share 189 Tweet 118
  • PPG Prajabatan 2026 Dibuka Juni: 10.000 Kuota, Link Daftar & Syarat Guru Honorer

    318 shares
    Share 127 Tweet 80
  • Konsistensi Jaga Keamanan Pangan Jemaah Haji, PT Halalan Tayyiban Indonesia Raih Penghargaan Bergengsi dari BPOM

    315 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Jadwal Cair Bansos PKH dan BPNT Tahap 3 di Kota Depok, Cek Nama Penerima di Sini!

    314 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya