Sabtu, 24 Oktober 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Kesehatan

Gelombang Panas Landa Eropa, WHO Catat 1.300 Kematian Berlebih, BMKG Pastikan Indonesia Kecil Kemungkinan Mengalami Heatwave

Editor : Affandy oleh Editor : Affandy
2 Juli 2026
in Kesehatan
A A
0
Gelombang Panas Landa Eropa, WHO Catat 1.300 Kematian Berlebih, BMKG Pastikan Indonesia Kecil Kemungkinan Mengalami Heatwave

Foto: dok. ilustrasi

Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com – JAKARTA – Gelombang panas ekstrem kembali melanda sejumlah negara di Eropa pada musim panas tahun ini. Suhu udara yang mencapai rekor tertinggi tidak hanya memicu gangguan kesehatan, tetapi juga menyebabkan meningkatnya angka kematian, mengganggu layanan transportasi, hingga membebani infrastruktur yang dinilai belum siap menghadapi cuaca ekstrem.

Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengungkapkan bahwa sejak 21 Juni 2026, sekitar 1.300 kematian berlebih (excess deaths) telah dilaporkan di berbagai negara Eropa akibat gelombang panas tersebut.

Melalui unggahannya di media sosial X, Tedros menyebut Eropa merupakan benua yang mengalami pemanasan paling cepat di dunia, dengan laju kenaikan suhu hampir dua kali lebih cepat dibandingkan rata-rata global.

“Didorong oleh perubahan iklim dan pemanasan global, fenomena gelombang panas yang sebelumnya dianggap hanya terjadi sekali dalam satu generasi kini hampir terjadi setiap tahun,” ujarnya.

Artikel Terkait

Dinkes Kabupaten Bogor Uji Sampel Makanan Usai 103 Siswa SMPN 2 Cisarua Diduga Keracunan Program MBG

Ketika Musik Menjadi Harapan, YKI dan PALAPA Ajak Kita Bergerak Bersama Penanggulangan Kanker

KPJ Penang Specialist Hospital Unggulkan Layanan Jantung dan Ortopedi

Menurut WHO, kondisi tersebut menunjukkan dampak nyata perubahan iklim yang semakin meningkatkan frekuensi serta intensitas cuaca ekstrem di berbagai belahan dunia.

Gelombang panas kali ini melanda sejumlah negara di kawasan Eropa Tengah dan Barat. Di Jerman, Republik Ceko, hingga Polandia, suhu udara dilaporkan mencapai 40 derajat Celsius.

Sementara itu, Prancis menjadi salah satu negara yang terdampak paling parah. Setelah beberapa hari mengalami suhu rata-rata hampir 30 derajat Celsius, bahkan mencapai 44 derajat Celsius di sejumlah wilayah, negara tersebut mencatat sekitar 1.000 kematian berlebih yang dikaitkan dengan cuaca panas ekstrem.

Selain meningkatkan risiko kesehatan masyarakat, suhu tinggi juga menyebabkan gangguan terhadap jaringan transportasi, aktivitas ekonomi, serta layanan publik di berbagai negara.

Di tengah kekhawatiran masyarakat terhadap fenomena tersebut, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan Indonesia memiliki karakteristik iklim yang berbeda sehingga sangat kecil kemungkinan mengalami gelombang panas seperti yang terjadi di Eropa.

Pelaksana Harian Direktur Meteorologi Publik BMKG, Ida Pramuwardani, menjelaskan bahwa heatwave umumnya terjadi di wilayah lintang menengah hingga tinggi, seperti Eropa, Amerika, dan Asia Tengah.

Sebaliknya, Indonesia berada di kawasan ekuator yang memiliki dinamika atmosfer berbeda serta perubahan cuaca yang relatif cepat.

“Secara geografis wilayah Indonesia berada di sekitar wilayah ekuatorial, sehingga memiliki karakteristik dinamika atmosfer yang berbeda dengan wilayah lintang menengah-tinggi,” jelas Ida.

Ia menambahkan bahwa kondisi atmosfer di Indonesia tidak memungkinkan terbentuknya fenomena heatwave sebagaimana yang dikenal di kawasan subtropis.

“Maka dapat dikatakan bahwa di wilayah Indonesia tidak terjadi fenomena yang dikenal dengan Gelombang Panas atau Heatwave,” katanya.

Meski tidak mengalami heatwave, BMKG mengingatkan bahwa beberapa wilayah Indonesia tetap dapat merasakan suhu udara yang cukup panas, terutama pada musim kemarau.

Kondisi tersebut umumnya dipengaruhi oleh posisi semu matahari, minimnya tutupan awan, serta kelembapan udara yang lebih rendah. Namun, suhu panas tersebut masih berada dalam karakteristik iklim tropis Indonesia dan berbeda dengan gelombang panas ekstrem yang terjadi di Eropa.

Masyarakat tetap diimbau menjaga kondisi tubuh dengan memenuhi kebutuhan cairan, mengurangi aktivitas berat di bawah sinar matahari langsung pada siang hari, serta mengikuti informasi cuaca resmi dari BMKG.

Fenomena yang terjadi di Eropa menjadi pengingat bahwa dampak perubahan iklim semakin nyata dirasakan berbagai negara. Karena itu, upaya mitigasi, adaptasi terhadap perubahan iklim, dan peningkatan kesiapsiagaan terhadap cuaca ekstrem menjadi tantangan global yang semakin mendesak.(Dhil/dtk)

Topik: eropagelombang panas

TerkaitBerita

Dinkes Kabupaten Bogor Uji Sampel Makanan Usai 103 Siswa SMPN 2 Cisarua Diduga Keracunan Program MBG
Kesehatan

Dinkes Kabupaten Bogor Uji Sampel Makanan Usai 103 Siswa SMPN 2 Cisarua Diduga Keracunan Program MBG

oleh Editor : Affandy
22 Oktober 2026
Ketika Musik Menjadi Harapan, YKI dan PALAPA Ajak Kita Bergerak Bersama Penanggulangan Kanker
Kesehatan

Ketika Musik Menjadi Harapan, YKI dan PALAPA Ajak Kita Bergerak Bersama Penanggulangan Kanker

oleh Editor : Affandy
22 Oktober 2026
PERLUAS PASAR: KPJ Penang Specialist Hospital, Malaysia, memperkuat layanan kesehatan unggulan di bidang jantung dan ortopedi bagi pasien Indonesia. (Foto Ilustrasi: Dok./medifly.ai)
Kesehatan

KPJ Penang Specialist Hospital Unggulkan Layanan Jantung dan Ortopedi

oleh Editor : Memoarto
22 Oktober 2026
Antisipasi Lonjakan ISPA, Menkes Wajibkan Seluruh Puskesmas Terdampak Karhutla Sediakan Rumah Oksigen
Kesehatan

Antisipasi Lonjakan ISPA, Menkes Wajibkan Seluruh Puskesmas Terdampak Karhutla Sediakan Rumah Oksigen

oleh Editor : Affandy
20 Oktober 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Direkomendasikan

Jakarta Financial Festival 2026 Dorong Pedagang Pasar Manfaatkan Layanan Keuangan

Jakarta Financial Festival 2026 Dorong Pedagang Pasar Manfaatkan Layanan Keuangan

23 Oktober 2026
WCCE 2026 di Jakarta: Ekonomi Kreatif Indonesia Serap 27,4 Juta Tenaga Kerja

WCCE 2026 di Jakarta: Ekonomi Kreatif Indonesia Serap 27,4 Juta Tenaga Kerja

23 Oktober 2026
Bee Frontier dan Bee Eclipse: Amazon Rilis Perangkat AI Pintar Pengelola Waktu dan Ingatan

Bee Frontier dan Bee Eclipse: Amazon Rilis Perangkat AI Pintar Pengelola Waktu dan Ingatan

23 Oktober 2026
Menjelajah Nusantara Tanpa Cemas, Chery Boyong Deretan Kendaraan Listrik Berdaya Jangkau Panjang

Menjelajah Nusantara Tanpa Cemas, Chery Boyong Deretan Kendaraan Listrik Berdaya Jangkau Panjang

23 Oktober 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    5044 shares
    Share 2018 Tweet 1261
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    1090 shares
    Share 436 Tweet 273
  • Singapura Ancam Tutup Bisnis Tujuh Perusahaan Dalang Karhutla

    320 shares
    Share 128 Tweet 80
  • The Pizza Company Buka Gerai Pertama di Jakarta Utara, Bidik Pasar Kelapa Gading

    315 shares
    Share 126 Tweet 79
  • MU Hanya Dua Kali Menang, Nasib Michael Carrick di Ujung Tanduk

    312 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya