Selasa, 21 Juli 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Kesehatan

Gelombang Panas Landa Eropa, WHO Catat 1.300 Kematian Berlebih, BMKG Pastikan Indonesia Kecil Kemungkinan Mengalami Heatwave

Editor : Affandy oleh Editor : Affandy
2 Juli 2026
in Kesehatan
A A
0
Gelombang Panas Landa Eropa, WHO Catat 1.300 Kematian Berlebih, BMKG Pastikan Indonesia Kecil Kemungkinan Mengalami Heatwave

Foto: dok. ilustrasi

Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com – JAKARTA – Gelombang panas ekstrem kembali melanda sejumlah negara di Eropa pada musim panas tahun ini. Suhu udara yang mencapai rekor tertinggi tidak hanya memicu gangguan kesehatan, tetapi juga menyebabkan meningkatnya angka kematian, mengganggu layanan transportasi, hingga membebani infrastruktur yang dinilai belum siap menghadapi cuaca ekstrem.

Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengungkapkan bahwa sejak 21 Juni 2026, sekitar 1.300 kematian berlebih (excess deaths) telah dilaporkan di berbagai negara Eropa akibat gelombang panas tersebut.

Melalui unggahannya di media sosial X, Tedros menyebut Eropa merupakan benua yang mengalami pemanasan paling cepat di dunia, dengan laju kenaikan suhu hampir dua kali lebih cepat dibandingkan rata-rata global.

“Didorong oleh perubahan iklim dan pemanasan global, fenomena gelombang panas yang sebelumnya dianggap hanya terjadi sekali dalam satu generasi kini hampir terjadi setiap tahun,” ujarnya.

Artikel Terkait

Penyakit Ginjal Kronis Sering Tak Bergejala di Awal, Ini Penjelasan Dokter dan Tanda yang Perlu Diwaspadai

PERKI Dorong Transformasi Layanan Jantung Nasional, Fokus Bangun Kepercayaan dan Kemandirian

Kulit Gatal dan Sangat Kering Bisa Jadi Tanda Penyakit Ginjal, Jangan Diabaikan

Menurut WHO, kondisi tersebut menunjukkan dampak nyata perubahan iklim yang semakin meningkatkan frekuensi serta intensitas cuaca ekstrem di berbagai belahan dunia.

Gelombang panas kali ini melanda sejumlah negara di kawasan Eropa Tengah dan Barat. Di Jerman, Republik Ceko, hingga Polandia, suhu udara dilaporkan mencapai 40 derajat Celsius.

Sementara itu, Prancis menjadi salah satu negara yang terdampak paling parah. Setelah beberapa hari mengalami suhu rata-rata hampir 30 derajat Celsius, bahkan mencapai 44 derajat Celsius di sejumlah wilayah, negara tersebut mencatat sekitar 1.000 kematian berlebih yang dikaitkan dengan cuaca panas ekstrem.

Selain meningkatkan risiko kesehatan masyarakat, suhu tinggi juga menyebabkan gangguan terhadap jaringan transportasi, aktivitas ekonomi, serta layanan publik di berbagai negara.

Di tengah kekhawatiran masyarakat terhadap fenomena tersebut, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan Indonesia memiliki karakteristik iklim yang berbeda sehingga sangat kecil kemungkinan mengalami gelombang panas seperti yang terjadi di Eropa.

Pelaksana Harian Direktur Meteorologi Publik BMKG, Ida Pramuwardani, menjelaskan bahwa heatwave umumnya terjadi di wilayah lintang menengah hingga tinggi, seperti Eropa, Amerika, dan Asia Tengah.

Sebaliknya, Indonesia berada di kawasan ekuator yang memiliki dinamika atmosfer berbeda serta perubahan cuaca yang relatif cepat.

“Secara geografis wilayah Indonesia berada di sekitar wilayah ekuatorial, sehingga memiliki karakteristik dinamika atmosfer yang berbeda dengan wilayah lintang menengah-tinggi,” jelas Ida.

Ia menambahkan bahwa kondisi atmosfer di Indonesia tidak memungkinkan terbentuknya fenomena heatwave sebagaimana yang dikenal di kawasan subtropis.

“Maka dapat dikatakan bahwa di wilayah Indonesia tidak terjadi fenomena yang dikenal dengan Gelombang Panas atau Heatwave,” katanya.

Meski tidak mengalami heatwave, BMKG mengingatkan bahwa beberapa wilayah Indonesia tetap dapat merasakan suhu udara yang cukup panas, terutama pada musim kemarau.

Kondisi tersebut umumnya dipengaruhi oleh posisi semu matahari, minimnya tutupan awan, serta kelembapan udara yang lebih rendah. Namun, suhu panas tersebut masih berada dalam karakteristik iklim tropis Indonesia dan berbeda dengan gelombang panas ekstrem yang terjadi di Eropa.

Masyarakat tetap diimbau menjaga kondisi tubuh dengan memenuhi kebutuhan cairan, mengurangi aktivitas berat di bawah sinar matahari langsung pada siang hari, serta mengikuti informasi cuaca resmi dari BMKG.

Fenomena yang terjadi di Eropa menjadi pengingat bahwa dampak perubahan iklim semakin nyata dirasakan berbagai negara. Karena itu, upaya mitigasi, adaptasi terhadap perubahan iklim, dan peningkatan kesiapsiagaan terhadap cuaca ekstrem menjadi tantangan global yang semakin mendesak.(Dhil/dtk)

Topik: eropagelombang panas

TerkaitBerita

Penyakit Ginjal Kronis Sering Tak Bergejala di Awal, Ini Penjelasan Dokter dan Tanda yang Perlu Diwaspadai
Kesehatan

Penyakit Ginjal Kronis Sering Tak Bergejala di Awal, Ini Penjelasan Dokter dan Tanda yang Perlu Diwaspadai

oleh Editor : Affandy
21 Juli 2026
PERKI Dorong Transformasi Layanan Jantung Nasional, Fokus Bangun Kepercayaan dan Kemandirian
Kesehatan

PERKI Dorong Transformasi Layanan Jantung Nasional, Fokus Bangun Kepercayaan dan Kemandirian

oleh Editor : Affandy
16 Juli 2026
Kulit Gatal dan Sangat Kering Bisa Jadi Tanda Penyakit Ginjal, Jangan Diabaikan
Kesehatan

Kulit Gatal dan Sangat Kering Bisa Jadi Tanda Penyakit Ginjal, Jangan Diabaikan

oleh Editor : Affandy
15 Juli 2026
Tren Hyrox Meningkat di Indonesia, Dokter Ingatkan Risiko Cedera bagi Peserta yang Ikut karena FOMO
Kesehatan

Tren Hyrox Meningkat di Indonesia, Dokter Ingatkan Risiko Cedera bagi Peserta yang Ikut karena FOMO

oleh Editor : Affandy
14 Juli 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

Pendaftaran Sekolah Nasional Terintegrasi 2026 Resmi Dibuka, Ini Fasilitas dan Keunggulannya

Pendaftaran Sekolah Nasional Terintegrasi 2026 Resmi Dibuka, Ini Fasilitas dan Keunggulannya

21 Juli 2026
Penyakit Ginjal Kronis Sering Tak Bergejala di Awal, Ini Penjelasan Dokter dan Tanda yang Perlu Diwaspadai

Penyakit Ginjal Kronis Sering Tak Bergejala di Awal, Ini Penjelasan Dokter dan Tanda yang Perlu Diwaspadai

21 Juli 2026
IHSG Kembali Tembus Level 6.300, Saham Konglomerat Jadi Motor Penguatan

IHSG Kembali Tembus Level 6.300, Saham Konglomerat Jadi Motor Penguatan

21 Juli 2026
Harga Emas Berpeluang Lanjut Menguat, Dupoin Futures Bidik Level 4.049 hingga 4.081

Harga Emas Berpeluang Lanjut Menguat, Dupoin Futures Bidik Level 4.049 hingga 4.081

21 Juli 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    3973 shares
    Share 1589 Tweet 993
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    568 shares
    Share 227 Tweet 142
  • Sertifikat Belum Juga Terbit, Ratusan Konsumen Tuntut Bos Modernland William Honoris Tanggung Jawab  

    325 shares
    Share 130 Tweet 81
  • Lionel Messi Gagal Raih Bola Emas, Media Argentina Kritik FIFA

    312 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Lionel Messi Berpeluang Tutup Piala Dunia Dengan 3 Penghargaan Prestisius

    312 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya