koranindopos.com – Jakarta. Seorang pejabat dari Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat (CIA) bernama Asif Rahman didakwa atas kebocoran dokumen rahasia yang mengungkapkan rencana Israel melakukan serangan balasan terhadap Iran. Menurut laporan The New York Times yang dikutip oleh AFP, Kamis (14/11/2024), Rahman bekerja untuk CIA di luar negeri dan memiliki izin keamanan tingkat sangat rahasia.
Rahman ditangkap oleh Biro Investigasi Federal (FBI) di Kamboja beberapa waktu lalu. Saat ini, Rahman akan dihadirkan dalam persidangan di pengadilan federal AS di Guam, Kamis (14/11) waktu setempat. Ia didakwa di pengadilan Virginia atas tuduhan sengaja menyimpan dan mengirimkan informasi intelijen nasional.
Laporan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Pada 1 Oktober lalu, Iran meluncurkan hampir 200 rudal balistik ke wilayah Israel, sebagai tanggapan atas pembunuhan sejumlah tokoh penting, termasuk pemimpin Hamas Ismail Haniyeh, pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah, dan seorang jenderal Garda Revolusi Iran di Lebanon. Israel kemudian membalas serangan tersebut dengan melancarkan gelombang serangan udara pada 26 Oktober terhadap target-target militer Iran, termasuk pabrik rudal dan sistem pertahanan udara negara itu.
Kasus ini menyoroti ketegangan intelijen antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran serta potensi risiko kebocoran informasi sensitif yang dapat memengaruhi stabilitas kawasan.(dhil)










