Selasa, 21 Juli 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Ekonomi

Pemerintah Siapkan Program E20, Bahlil: Indonesia Butuh 4 Juta KL Etanol untuk Kurangi Impor BBM

Editor : Affandy oleh Editor : Affandy
29 Juni 2026
in Ekonomi
A A
0
Pemerintah Siapkan Program E20, Bahlil: Indonesia Butuh 4 Juta KL Etanol untuk Kurangi Impor BBM

Foto: dok. menteri esdm

Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com – JAKARTA – Pemerintah terus memperkuat strategi ketahanan energi nasional dengan mendorong implementasi program campuran bioetanol E20. Untuk menjalankan program tersebut, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memperkirakan Indonesia membutuhkan sekitar 4 juta kiloliter (KL) etanol setiap tahun sebagai bahan campuran bensin.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan kebutuhan etanol tersebut didasarkan pada konsumsi bensin nasional yang mencapai sekitar 40 juta KL per tahun. Dalam skema E20, bensin akan dicampur dengan 20 persen etanol guna mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil dan impor BBM.

“Kebutuhan bensin kita itu kurang lebih sekitar 40 juta KL. Dari jumlah tersebut, kapasitas produksi kita hanya sekitar 14,3 juta KL sehingga impornya hampir mencapai 25 juta KL,” ujar Bahlil dalam keterangan tertulis, Minggu (28/6/2026).

Bahlil menjelaskan bahwa beroperasinya Kilang Balikpapan yang diresmikan pada Januari 2026 memberikan tambahan kapasitas produksi bensin sebesar 5,5 juta KL per tahun.

Artikel Terkait

IHSG Kembali Tembus Level 6.300, Saham Konglomerat Jadi Motor Penguatan

Harga Emas Berpeluang Lanjut Menguat, Dupoin Futures Bidik Level 4.049 hingga 4.081

Usung Konsep New Look Branch, KCP Bank Jakarta Kebayoran Park Resmikan Sistem eForm

Penambahan kapasitas tersebut membuat kebutuhan impor bensin nasional turun dari hampir 25 juta KL menjadi sekitar 20 juta KL per tahun.

“Namun begitu, Kilang Balikpapan yang kita resmikan pada Januari 2026 bertambah produksinya 5,5 juta KL bensin sehingga menyisakan impor bensin sekitar 20 juta KL,” jelasnya.

Meski demikian, pemerintah menilai angka impor tersebut masih cukup besar sehingga diperlukan langkah lanjutan untuk menekan ketergantungan terhadap pasokan dari luar negeri.

Salah satu strategi yang disiapkan pemerintah adalah penerapan Program E20, yakni penggunaan bensin yang dicampur dengan 20 persen etanol.

Melalui kebijakan ini, konsumsi bensin murni diharapkan dapat berkurang secara signifikan, sehingga kebutuhan impor bahan bakar juga dapat ditekan.

Untuk memenuhi kebutuhan campuran tersebut, pemerintah memperkirakan diperlukan sekitar 4 juta KL etanol setiap tahun.

Selain mengurangi impor BBM, penggunaan bioetanol juga diharapkan mampu meningkatkan pemanfaatan energi baru dan terbarukan (EBT), sekaligus mendukung target transisi energi nasional menuju sumber energi yang lebih ramah lingkungan.

Program bauran bioetanol menjadi bagian dari upaya pemerintah membangun sistem energi yang lebih mandiri di tengah meningkatnya kebutuhan bahan bakar nasional.

Dengan konsumsi bensin yang mencapai puluhan juta kiloliter setiap tahun, diversifikasi energi dinilai menjadi langkah penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap minyak impor sekaligus menjaga stabilitas pasokan energi dalam negeri.

Selain memberikan manfaat dari sisi ketahanan energi, pengembangan industri bioetanol juga berpotensi menciptakan nilai tambah bagi sektor pertanian dan agroindustri melalui pemanfaatan bahan baku lokal, seperti tebu, singkong, dan komoditas penghasil etanol lainnya.

Pemerintah berharap implementasi Program E20 dapat menjadi salah satu solusi jangka panjang dalam menekan impor BBM, meningkatkan pemanfaatan energi terbarukan, serta memperkuat kemandirian energi Indonesia di masa mendatang.(dhil/dtk)

Topik: bahlilpemerintah

TerkaitBerita

IHSG Kembali Tembus Level 6.300, Saham Konglomerat Jadi Motor Penguatan
Ekonomi

IHSG Kembali Tembus Level 6.300, Saham Konglomerat Jadi Motor Penguatan

oleh Editor : Affandy
21 Juli 2026
Harga Emas Berpeluang Lanjut Menguat, Dupoin Futures Bidik Level 4.049 hingga 4.081
Bisnis

Harga Emas Berpeluang Lanjut Menguat, Dupoin Futures Bidik Level 4.049 hingga 4.081

oleh Editor : Affandy
21 Juli 2026
Usung Konsep New Look Branch, KCP Bank Jakarta Kebayoran Park Resmikan Sistem eForm
Ekonomi

Usung Konsep New Look Branch, KCP Bank Jakarta Kebayoran Park Resmikan Sistem eForm

oleh Editor : Akula
21 Juli 2026
Bank Jakarta
Ekonomi

​Diresmikan Rano Karno, Bank Jakarta KCP Kebayoran Park Usung Konsep Future Branch

oleh Editor : Akula
20 Juli 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

Pendaftaran Sekolah Nasional Terintegrasi 2026 Resmi Dibuka, Ini Fasilitas dan Keunggulannya

Pendaftaran Sekolah Nasional Terintegrasi 2026 Resmi Dibuka, Ini Fasilitas dan Keunggulannya

21 Juli 2026
Penyakit Ginjal Kronis Sering Tak Bergejala di Awal, Ini Penjelasan Dokter dan Tanda yang Perlu Diwaspadai

Penyakit Ginjal Kronis Sering Tak Bergejala di Awal, Ini Penjelasan Dokter dan Tanda yang Perlu Diwaspadai

21 Juli 2026
IHSG Kembali Tembus Level 6.300, Saham Konglomerat Jadi Motor Penguatan

IHSG Kembali Tembus Level 6.300, Saham Konglomerat Jadi Motor Penguatan

21 Juli 2026
Harga Emas Berpeluang Lanjut Menguat, Dupoin Futures Bidik Level 4.049 hingga 4.081

Harga Emas Berpeluang Lanjut Menguat, Dupoin Futures Bidik Level 4.049 hingga 4.081

21 Juli 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    3973 shares
    Share 1589 Tweet 993
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    567 shares
    Share 227 Tweet 142
  • Sertifikat Belum Juga Terbit, Ratusan Konsumen Tuntut Bos Modernland William Honoris Tanggung Jawab  

    325 shares
    Share 130 Tweet 81
  • Lionel Messi Gagal Raih Bola Emas, Media Argentina Kritik FIFA

    312 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Lionel Messi Berpeluang Tutup Piala Dunia Dengan 3 Penghargaan Prestisius

    312 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya