JAKARTA, koranindopos.com – Klub sepak bola papan atas dunia Barcelona U-18 dan Atletico De Madrid U-18 berlaga di Jakarta. Mereka dipertemukan dengan Indonesia All Star U-20 dan Bali United U-18 dalam ajang International Youth Championship (IYC) yang dimulai Rabu (13/4) hingga Selasa (19/4) di Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta Utara. Itu sekaligus sebagai momentum me-launching stadion kebangaan warga Jakarta tersebut.
Terkait rencana pengoperasian JIS, anggota DPRD DKI Adnani Taufiq mempertanyakan biaya untuk bertanding di JIS. Sebab, berdasar informasi yang diterimanya dari Persija, ada biaya yang harus digelontorkan klub itu untuk bisa bertanding di JIS.
”Persija bilang, saat bangun JIS, dijanjikan ke kita untuk prioritas Persija main. Kemudian, ternyata sama saja. Kalau Persija main di JIS, satu pertandingan harus bayar Rp 500 juta. Dengan kondisi seperti itu, tentu kami keberatan,” ujar Adnani kepada awak media.
Selain itu, sambung Adnani, Persija menyampaikan keberatan karena nilai kontrak untuk bermain di JIS sama dengan bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK). ”Mereka (Persija, Red) merasa tidak dipenuhi apa yang dijanjikan. Nah, kalau gitu, mending kami tetap main di GBK, lebih gampang aksesnya, lebih luas parkirannya, lebih gampang menjangkaunya kalau pakai bus besar. Itu yang mereka (Persija, Red) sampaikan kepada saya,” terangnya.
Lebih lanjut, dia mempertanyakan kalimat dari Pemprov DKI yang selama ini menyebutkan bahwa JIS milik warga Jakarta, milik bersama. ”Klub yang kita banggakan saja harus bayar, bagaimana dengan masyarakat umum yang lain. Waktu bangun kan ini digembar- gemborkan bahwa JIS ini milik warga Jakarta, milik bersama. Warga Jakarta bisa main. Kalau Persija saja main harus bayar, bagaimana warga Jakarta,” tanyanya kepada pihak Jakarta Propertindo (Jakpro) saat rapat di Komisi C DPRD DKI pekan lalu.
Terkait pertanyaan itu, Direktur Pengelolaan Aset PT Jakpro Gunung Kartiko menuturkan sudah melakukan pembicaraan dengan Persija terkait pemanfaatan JIS untuk bertanding. ”Terkait Persija, kami sudah melakukan pembicaraan langsung 17 Maret lalu. Kami juga sudah meeting dan tim dari manajemen Persija juga sudah kunjungan ke JIS pada 28 Maret lalu. Saat ini, posisinya kami sedang pembahasan draf untuk rencana Persija home base di JIS,” terang Gunung. (wyu/mmr)






