koranindopos.com – Aceh Tamiang. PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatra Bagian Utara (Sumbagut) terus memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor.
Di Aceh Tamiang, wilayah dengan kerusakan terberat, enam dari tujuh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) tidak dapat beroperasi karena terendam lumpur. Kondisi ini memaksa Pertamina menerapkan skema layanan darurat untuk memenuhi kebutuhan energi masyarakat.
Untuk memastikan pasokan tetap berjalan, Pertamina mengoperasikan mesin pompa manual (canting) di SPBU 14.244.430, Kelurahan Pangkalan, Kecamatan Kejuruan Muda.
Sebanyak 80 drum BBM jenis Pertalite didistribusikan menggunakan Mobil Tangki berkapasitas 16 KL. Sepuluh unit canting manual digunakan untuk menyalurkan BBM dari drum kepada konsumen dengan alat ukur resmi.
Sales Area Manager Retail Aceh, Misbah Bukhori, menjelaskan proses layanan darurat yang dimulai sejak 4 Desember 2025 tersebut melibatkan pegawai SPBU, TNI-Polri, dan relawan.
“Antrian tidak dapat dihindarkan karena BBM dari Mobil Tangki harus terlebih dahulu dimuat ke dalam drum. Dari drum tersebut, BBM dialirkan kepada konsumen dengan pompa manual yang dilengkapi alat ukur resmi. Seluruh tenaga diterjunkan, dan masyarakat memahami kondisi darurat ini. Pelayanan tetap berjalan lancar meski dilakukan secara manual,” jelas Misbah, Jumat (5/12/2025).
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, mengungkapkan bahwa saat ini kebutuhan BBM masyarakat di lokasi terdampak mengalami lonjakan signifikan.
Kebutuhan normal SPBU berada di kisaran 25 KL per hari, namun selama masa darurat meningkat menjadi sekitar 38 KL, atau naik sekitar 50 persen.
Pertamina juga tengah fokus melakukan pembersihan SPBU yang terdampak lumpur secara bertahap untuk mendukung percepatan pemulihan operasional.
“Pembersihan dilakukan untuk memastikan keamanan area pelayanan, termasuk memastikan arus listrik dalam kondisi nonaktif agar tidak terjadi risiko korsleting. Upaya ini dijalankan bersama Hiswana Migas dan berbagai pihak terkait,” ujar Fahrougi.
Untuk memperkuat layanan dan mengatasi lonjakan permintaan, Pertamina juga mengoperasikan dispenser modular, serupa yang digunakan di SPBU Polonia, yang disuplai melalui Mobil Tangki 16 KL berisi BBM jenis Pertamax.
Pertamina mengimbau masyarakat untuk membeli BBM sesuai kebutuhan, memastikan pasokan ke wilayah Aceh Tamiang dalam kondisi cukup dan terus dipercepat penyalurannya. (hai)










