koranindopos.com – Jakarta. Bali menjadi tuan rumah pertemuan penting bagi lembaga antikorupsi se-ASEAN dalam acara The 20th Principals Meeting of the ASEAN Parties Against Corruption (ASEAN-PAC) yang berlangsung di Bali Beach Convention, Sanur, Denpasar, pada 2-5 Desember 2024. Acara ini dihadiri oleh sejumlah pimpinan lembaga antikorupsi dari negara-negara ASEAN, termasuk Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Alexander Marwata dan Johanis Tanak.
Fokus pada Kolaborasi dan Inovasi Teknologi
Mengusung tema “Advancing Collaborative Actions through Technological Innovation in the Fight Against Corruption,” pertemuan ini bertujuan memperkuat kerja sama regional dalam memberantas korupsi melalui inovasi teknologi. Dalam sambutannya, Alexander Marwata menekankan bahwa korupsi merupakan ancaman lintas negara yang memerlukan upaya kolektif untuk mengatasinya.
“Korupsi tidak mengenal batas negara. Oleh karena itu, kerja sama antarnegara menjadi kunci penting dalam memberantas praktik korupsi, terutama dengan memanfaatkan kemajuan teknologi,” ujar Alexander.
Selama empat hari, para delegasi akan membahas berbagai topik, termasuk:
- Inovasi Teknologi: Pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dan sistem digital untuk meningkatkan deteksi korupsi.
- Pertukaran Data dan Informasi: Meningkatkan koordinasi antarnegara ASEAN dalam berbagi informasi terkait kasus korupsi lintas negara.
- Pelatihan dan Pendidikan: Penguatan kapasitas lembaga antikorupsi melalui pelatihan bersama dan program pendidikan.
Johanis Tanak menambahkan bahwa pertemuan ini tidak hanya memperkuat hubungan antarnegara, tetapi juga membuka peluang untuk menciptakan sistem bersama yang lebih efektif dalam menangani kasus korupsi besar. “Kami berharap, melalui kerja sama ini, ASEAN dapat menjadi contoh global dalam pemberantasan korupsi berbasis teknologi,” kata Johanis.
Negara-negara ASEAN menghadapi tantangan serupa dalam memberantas korupsi, seperti keterbatasan sumber daya, keterbukaan informasi, dan kompleksitas kasus lintas negara. Dengan memperkuat kolaborasi dan mengadopsi teknologi mutakhir, diharapkan upaya pemberantasan korupsi akan semakin efektif dan transparan.
Melalui pertemuan ini, ASEAN berkomitmen untuk terus memperkuat integritas dan akuntabilitas di kawasan, memastikan bahwa teknologi tidak hanya mempermudah hidup, tetapi juga menjadi alat ampuh melawan korupsi.
Pertemuan ini menegaskan pentingnya kerja sama regional dalam menghadapi tantangan korupsi yang semakin kompleks, dengan harapan bahwa teknologi menjadi pilar utama dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih dan transparan di seluruh negara ASEAN.(dhil)










