koranindopos.com – Jakarta. PT PLN (Persero) melaporkan lonjakan signifikan dalam transaksi di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) selama setahun terakhir. Menurut Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, transaksi di SPKLU meningkat hingga lima kali lipat, salah satunya dipicu oleh maraknya mobil listrik buatan China yang kini merajai pasar otomotif Indonesia.
“Kami melihat bahwa jumlah transaksi di SPKLU meningkat lima kali lipat per tahun,” ujar Darmawan Prasodjo dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi VII DPR RI, Selasa (3/12). Lonjakan ini disebut sebagai fenomena baru yang mencerminkan tingginya adopsi kendaraan listrik di tanah air.
Darmawan menjelaskan bahwa popularitas mobil listrik asal China menjadi salah satu faktor utama peningkatan ini. Kendaraan listrik dari negeri Tirai Bambu menawarkan harga yang lebih kompetitif dan fitur yang menarik, sehingga lebih banyak masyarakat beralih ke mobil listrik.
“Kondisi ini membuat kami agak ‘gemetaran’ karena permintaan terus meningkat tajam. Kami harus bersiap untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur pengisian daya yang memadai,” tambah Darmawan.
Melihat tren positif ini, PLN berkomitmen untuk menambah jumlah SPKLU di seluruh Indonesia. Langkah ini bertujuan memastikan infrastruktur pengisian kendaraan listrik memadai, seiring dengan peningkatan jumlah pengguna mobil listrik. PLN juga terus mengembangkan teknologi dan layanan di SPKLU agar lebih efisien dan ramah pengguna.
Lonjakan permintaan ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi PLN. Di satu sisi, perusahaan harus memastikan infrastruktur memadai untuk menghindari antrean panjang di SPKLU. Di sisi lain, peningkatan transaksi mencerminkan potensi besar dari pasar kendaraan listrik di Indonesia, yang sejalan dengan upaya pemerintah mendorong penggunaan energi bersih dan ramah lingkungan.
Dengan inisiatif ini, PLN berharap dapat mendukung transisi energi di Indonesia dan menjadikan kendaraan listrik sebagai pilihan utama masyarakat di masa depan.(dhil)










