Koranindopos.com – Jakarta. Sebagai wujud komitmen kepedulian terhadap lingkungan, PT PLN (Persero) Pusdiklat menggelar aksi bertajuk Zero Waste Warriors. Kegiatan ini dilaksanakan untuk memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025 ini digelar di Hutan Kota Pesanggrahan Sangga Buana yang melibatkan pegiat lingkungan legendaris, H. Chaerudin atau yang akrab disapa Babeh Idin.
General Manager PT PLN (Persero) Pusdiklat, Y. Endah Cahyaningrum, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari agenda rutin PLN yang berfokus pada pelestarian alam. “Hari ini kami hadir untuk memperingati Hari Lingkungan Hidup 2025. Kegiatan ini bagian dari program tahunan PLN karena kami sangat peduli terhadap isu lingkungan, terlebih dalam masa transisi energi saat ini. Lingkungan menjadi faktor penting yang sangat kami perhatikan,” ungkap Endah di Hutan Kota Pesanggrahan Sangga Buana, Kamis (12/6/2025).
Melalui program Zero Waste Warriors, PLN Pusdiklat tidak hanya fokus pada pengurangan limbah, namun juga aksi nyata dalam menjaga ekosistem sungai. “Salah satu kegiatan dalam program ini adalah membersihkan sungai. Tapi tidak hanya itu, kami juga melakukan penanaman pohon kopi di sepanjang bantaran sungai yang dipandu langsung oleh Babeh Idin,” tambahnya.
Penanaman pohon kopi ini menjadi langkah konservasi yang unik dan bermakna. Selain membersihkan sampah, PLN Pusdiklat juga memberikan bantuan sejumlah perlengkapan pendukung sebagai bentuk kontribusi nyata terhadap pelestarian lingkungan sekitar.

Babeh Idin, tokoh inspiratif yang telah puluhan tahun mendedikasikan diri menjaga Kali Pesanggrahan, menyampaikan alasan di balik pemilihan pohon kopi sebagai tanaman konservasi.
“Kami berterima kasih kepada PLN Pusdiklat. Saya mengajak tanam kopi karena kopi punya sejarah panjang dalam peradaban Nusantara dan rempah-rempah. Ada nilai budaya dan ekologi di sana,” ujarnya.
Saat ini, sebanyak 500 pohon kopi telah ditanam di kawasan tersebut. Namun, Babeh Idin memiliki visi yang lebih luas. Ia berharap bisa melanjutkan penanaman hingga menjangkau 13 sungai lainnya dengan target total 50 ribu pohon kopi. “Judulnya kopi bukan sembarangan, ini Kopi Nusantara, kopi terbaik dunia,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menambahkan pentingnya kolaborasi dalam menangani persoalan lingkungan, termasuk masalah sampah yang mencapai 10 ton per hari. “Kalau ditanggung bersama, beban itu bisa jadi ringan. Maka kita akan lakukan naturalisasi kawasan dengan menanam kopi bersama PLN Pusdiklat,” tuturnya.
Respon positif pun datang dari pihak PT PLN (Persero) Pusdiklat. Endah menyampaikan kekagumannya terhadap dedikasi Babeh Idin. “Hari ini kami belajar banyak. Babeh adalah sosok inspiratif yang benar-benar bekerja dengan hati. Konsistensinya luar biasa, tidak banyak orang seperti itu. PLN Pusdiklat akan terus mendukung dan menjajaki kerja sama lanjutan demi kelestarian lingkungan,” pungkasnya.
Melalui aksi nyata ini, PLN tidak hanya menunjukkan kepeduliannya terhadap lingkungan, tetapi juga mendorong partisipasi masyarakat dalam menjaga alam untuk masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan.










