JAKARTA, koranindopos.com – Anggota Komisi III DPR RI Trimedya Panjaitan meminta Jaksa Agung Muda Pembinaan (Jambin) dan Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara (Jamdatun) untuk lebih transparan dan memperjelas mekanisme tupoksi masing-masing. Khususnya dalam menyampaikan inventarisasi penyelamatan keuangan negara yang dilakukan lembaga tersebut.
“Saran saya coba duduk dulu, biar ada kesatuan jawaban. Jambin bilang sekian penyelamatan uang negara, Jampidsus bilang sekian, Jampidum bilang sekian. Supaya kami juga paham mengenai mekanisme. Supaya kami bisa tahu siapa yang salah,” jelas Trimedya saat rapat Komisi III dengan jajaran Kejaksaan Agung di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, seperti dikutip dari laman resmi DPR RI, Kamis (24/3).
Politisi PDIP itu mengatakan bahwa transparan dalam menyampaikan data merupakan hal yang sangat penting. Dengan begitu DPR RI bisa memantau jika terjadi penyelewengan. “Supaya kalau ada penyimpangan kita tahu, kita kan sering mendengar juga, banyak aset-aset kejahatan yang dimainkan. Apakah itu oleh mafia-mafia atau oleh oknum-oknum. Kita juga tahu, ada jaksa yang dipecat karena menyelewengkan aset-aset dari hasil tindak pidana korupsi. Makanya ini harus transparan,” tegas Trimedya.
Trimedya juga menyampaikan agar Jambin dan Jamdatun menginventarisir kasus-kasus penyelamatan uang negara yang sudah berkekuatan hukum tetap minimal pada 5 tahun terakhir. “Kami spesifik bilang, (seperti halnya) Jampidsus dan Jampidum menyiapkan data-data yang berkaitan dengan penyelamatan keuangan negara yang berkekuatan hukum tetap minimal dalam 5 tahun terakhir dan kemudian dilaporkan ke Komisi III DPR,” papar Trimedya.(hai)










