koranindopos.com – Arafah. Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mengimbau seluruh jemaah haji Indonesia untuk tetap berada di dalam tenda selama di Arafah, kecuali untuk keperluan mendesak seperti ke toilet. Imbauan ini dikeluarkan mengingat suhu ekstrem yang diperkirakan mencapai 50 derajat Celcius pada puncak pelaksanaan wukuf.
“Kementerian Haji dan Umrah Kerajaan Saudi Arabia menyampaikan bahwa suhu pada saat puncak haji akan sangat tinggi, bahkan lebih panas dari hari ini. Karena itu, jemaah diminta untuk tidak keluar tenda jika tidak ada kebutuhan khusus, agar terhindar dari risiko heatstroke atau serangan panas yang berbahaya,” jelas perwakilan PPIH.
Dalam upaya memberikan kenyamanan dan keamanan bagi jemaah, pihak PPIH juga akan menyampaikan secara rinci jadwal pelaksanaan lempar jumrah. Modifikasi dan penyesuaian teknis dilakukan demi kelancaran ibadah serta keselamatan jemaah.
Monitoring dan pengecekan kesiapan fasilitas dilakukan langsung oleh Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama, Hilman Latief. Ia turut didampingi oleh Direktur Bina Haji Musta’in Ahmad, Ketua PPIH Arab Saudi Muchlis Hanafi, Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Akhmad Fauzin, Kepala Daker Makkah Ali Machzumi, serta Ketua Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) Saiful Mujab.
“Alhamdulillah, hari ini kami meninjau langsung salah satu penyedia layanan (service provider) yang menjadi mitra Kementerian Agama dalam penyelenggaraan layanan di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Kami memastikan fasilitas tenda seperti kasur, AC, toilet, dan dapur telah tersedia dan siap digunakan,” ujar Hilman saat kunjungan di Arafah, Senin (26/5/2025).
Peningkatan signifikan juga terlihat dari keberadaan toilet bertingkat baru, penataan tenda yang lebih rapi, dan sistem kelistrikan serta pendingin udara (AC) yang lebih baik. Hal ini diharapkan dapat memberikan kenyamanan maksimal bagi jemaah saat menjalani rangkaian puncak ibadah haji.
Namun demikian, Hilman tetap mengingatkan kepada pimpinan syarikat untuk memastikan seluruh fasilitas tidak mengalami kendala, terutama pada tenda, AC, dan fasilitas sanitasi.
Sementara itu, di Mina, tim juga mengecek kesiapan tenda, dapur, dan sanitasi. Mengingat jemaah akan tinggal selama beberapa hari di lokasi tersebut, kesiapan fasilitas menjadi prioritas.
Lebih lanjut, sejumlah syarikah (penyedia layanan) tengah menyiapkan inovasi layanan untuk menambah kenyamanan jemaah, seperti penyediaan es krim dan minuman dingin. “Mereka masih merahasiakan jenis inovasinya. Kita tunggu saja. Semoga semua ini dapat meningkatkan kenyamanan jemaah dalam beribadah,” kata Hilman.
Tenda di kawasan Armuzna sendiri mampu menampung antara 270 hingga 350 jemaah per unit. Dengan berbagai peningkatan dan persiapan yang matang, diharapkan pelaksanaan ibadah haji tahun ini berjalan lancar, aman, dan khusyuk. (hai)










