JAKARTA, koranindopos.com – Tahun ini, PT Transportasi Jakarta (TJ) meningkatkan target cakupan layanan transportasi kepada masyarakat Jakarta. Tahun lalu, target cakupannya sekitar 86 persen. Tahun ini, targetnya ditingkatkan menjadi 95 persen.
Direktur Utama PT TJ M. Yana Aditya menuturkan, target tersebut ditetapkan Pemprov DKI melalui Dinas Perhubungan DKI. Tujuannya, memperluas akses transportasi untuk masyarakat. ”Tahun lalu, (target) kami 86 persen. Jadi, seluruh masyarakat Jakarta harus bisa dapat akses 86 persen. Tahun ini, ditargetkan naik jadi 95 persen. Artinya, hanya 5 persen masyarakat Jakarta yang tidak bisa mendapatkan akses transportasi,” katanya.
Terkait target tersebut, PT TJ menggandeng PT KAI untuk berkolaborasi guna meningkatkan layanan kepada penumpang. ”Karena itu, Minggu lalu kami komunikasi dengan Pak Didiek (Direktur Utama PT KAI Didiek Hartantyo) untuk menggagas apa yang bisa dilakukan bersama dalam meningkatkan (jumlah) pelanggan,” terangnya. Setelah pembahasan itu, PT TJ dan KAI sepakat menandatangani nota kesepahaman pada Rabu (15/6).
Dengan adanya nota kesepahaman tersebut, mereka akan membahas tiga hal untuk meningkatkan pelayanan. Pertama, rencana kerja sama untuk mendekatkan infrastruktur dengan kendaraan. ’’Sehingga integrasi transportasi di kereta api dan TJ diperluas sampai stasiun yang dimiliki PT KAI,” terang Yana.
Kedua, mereka juga akan bekerja sama guna mengkaji kemungkinan integrasi korporasi untuk ekosistem transportasi. Ketiga, mendukung konektivitas transportasi. ”Kami ingin ikut serta dalam pengembangan kawasan maupun TOD di lingkungan kereta api,” kata Yana.
Di lokasi yang sama, Direktur Utama PT KAI Didiek Hartantyo menuturkan, KAI terus mendorong pengembangan transportasi Jabodetabek dan daerah lainnya di seluruh Indonesia. ’’Salah satu solusi transportasi, harus ada integrasi,” paparnya.
Karena itu, Didiek menyambut baik kerja sama dengan Pemprov DKI melalui PT TJ. Sebab, kerja sama itu bisa mengintegrasikan KAI yang berbasis rel dengan TJ yang berbasis angkutan darat. Dia juga menyampaikan bahwa rencana kerja sama tersebut berbeda dengan integrasi yang saat ini diproses PT Jak Lingko Indonesia. Untuk integrasi tersebut, dia menyebutkan, PT KAI tidak bisa memutuskan sendiri. ”Itu berkaitan dengan pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Perhubungan. Sebab, untuk transportasi di Jabodetabek, ada PSO dari Kemenhub,” terangnya.
Namun, saat ditanya soal waktu integrasi KCI dengan tiga moda transportasi (MRT, TJ, dan LRT) di Jakarta, Didiek tidak bisa menjawabnya. ”Kami tidak menetapkan target (integrasi) yang fixed, ya. Jadi, ini masih dalam proses saja karena kaitannya PSO. Untuk PSO, itu diatur Kemenhub,” tuturnya. (wyu/mmr)










