koranindopos.com – Jakarta, Ketua DPR RI, Dr. (H.C.) Puan Maharani, mengungkapkan pentingnya mengonsumsi bahan pangan lokal sebagai salah satu langkah strategis dalam mengurangi emisi karbon dan mencegah ancaman penyakit diabetes. Menurut Puan, dengan memanfaatkan hasil pertanian dalam negeri, masyarakat tidak hanya mendukung kedaulatan pangan, tetapi juga berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan.
“Hebatnya, singkong yang mudah ditemukan sehari-hari ini juga diminati pasar internasional untuk dibuat tapioka dan bahan pangan lain,” ujar Puan dalam rilis yang diterima Parlementaria di Jakarta, Rabu (7/8/2024).
Puan, yang juga mantan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), menekankan bahwa singkong memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk pangan strategis. Menurutnya, singkong bisa diunggulkan dalam gerakan penganekaragaman konsumsi pangan di Indonesia.
“Penggunaan singkong sebagai bahan pangan memiliki banyak manfaat, termasuk dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional dan mendukung produktivitas pertanian dalam negeri,” kata Puan, yang juga merupakan Politisi Fraksi PDI-Perjuangan.
Sejumlah ahli telah mengakui manfaat dari produk pangan lokal dalam mendukung sektor pertanian. Puan menyebutkan bahwa konsumsi bahan pangan lokal tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan masyarakat, tetapi juga berdampak positif pada peningkatan pendapatan petani dan membuka peluang lapangan kerja di sektor pertanian.
Terkait meningkatnya kasus diabetes, Puan mendorong pemerintah untuk memperkuat program edukasi dan sosialisasi tentang pola makan sehat. Ia menyoroti pentingnya kampanye yang mempromosikan konsumsi bahan pangan lokal yang sehat seperti singkong, sayuran, dan buah-buahan.
“Maka edukasi mengenai gizi dan kesehatan menjadi sangat penting. Program kampanye edukasi yang mempromosikan konsumsi bahan pangan lokal tidak hanya membantu mencegah diabetes, tetapi juga mendukung petani lokal dalam hal produksi dan distribusi makanan alami hasil pertanian Tanah Air,” tambah Puan.
Selain itu, Puan juga mengingatkan pentingnya pengawasan ketat dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terhadap peredaran makanan dan minuman tinggi gula serta ultra-proses. Ia menegaskan bahwa regulasi yang ketat harus diiringi dengan upaya memastikan asupan sehat dapat terjangkau oleh semua lapisan masyarakat.
“Pengawasan dari Kemenkes dan BPOM harus ekstra dan benar-benar terasa manfaatnya. Pengetatan regulasi penting, tapi penting juga memastikan asupan sehat bisa terjangkau oleh semua,” pungkas Puan.
Dengan dorongan dari pemerintah dan kesadaran masyarakat, diharapkan konsumsi pangan lokal dapat menjadi solusi untuk menjaga kesehatan serta mendukung ketahanan pangan nasional. (hai)










