koranindopos.com – Jakarta Aditya Sharma, seorang remaja berusia 14 tahun dari Hathras, Uttar Pradesh, India, meninggal dunia setelah menjalani operasi pengangkatan sekitar 65 benda asing dari perutnya. Remaja yang masih duduk di kelas 9 ini diketahui menelan berbagai benda seperti baterai, rantai, pecahan pisau cukur, hingga sekrup, yang kemudian mengakibatkan infeksi serius pada ususnya.
Aditya dibawa ke Rumah Sakit Safdarjung di Delhi setelah keluarga mendapati ia mengalami rasa sakit yang luar biasa pada bagian perutnya. Setelah melakukan serangkaian pemeriksaan, para dokter terkejut menemukan banyak benda asing yang berbahaya di dalam sistem pencernaannya.
“Aditya Sharma dibawa ke Rumah Sakit Safdarjung, di mana dokter menemukan semua benda itu di perutnya. Ia meninggal karena infeksi usus,” ungkap seorang pejabat rumah sakit seperti dikutip dari Livemint pada Sabtu (4/11/2024).
Menurut pihak rumah sakit, komplikasi infeksi usus yang parah diduga menjadi penyebab utama kematiannya. Meski operasi darurat dilakukan, tim medis tidak berhasil menyelamatkan nyawanya.
Kasus Aditya kemungkinan terkait dengan kondisi medis yang disebut pica, yaitu gangguan makan yang menyebabkan seseorang terdorong untuk mengonsumsi benda non-makanan. Gangguan ini biasanya ditemukan pada anak-anak atau remaja dan bisa muncul akibat kekurangan mineral, masalah kesehatan mental, atau stres.
Para ahli kesehatan menghimbau orang tua untuk selalu memperhatikan perilaku anak-anak mereka dan segera mencari bantuan medis jika terdapat kebiasaan tidak lazim, seperti konsumsi benda asing, agar terhindar dari risiko kesehatan yang berbahaya.(dhil)










