Koranindopos.com – Jakarta. Lagu “Peak of Love” yang sempat viral di TikTok menjadi gerbang awal kesuksesan bagi penyanyi asal Bandung, Aldi Haqq. Lagu ini banyak digunakan oleh para pengguna TikTok dalam berbagai konten mereka, menjadikannya salah satu soundtrack yang melekat di telinga warganet. Tak disangka, viralnya lagu tersebut justru menjadi titik balik dalam kehidupan Aldi.
Aldi Haqq awalnya tidak berniat terjun ke industri musik secara serius. Sebelumnya, ia adalah seorang karyawan kantoran biasa. Namun, segalanya berubah ketika lagu “Peak of Love” mendapat sambutan hangat di media sosial.
“Gue tuh awalnya gak niat banget kerja di dunia musik, karena gue dulu memang anak kantoran. Tapi setelah rilis satu single ‘Peak of Love’, ternyata Alhamdulillah musiknya naik,” ungkap Aldi saat ditemui di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (26/6/2025).
Merespons popularitas single perdananya, Aldi Haqq merilis album debut bertajuk “Road to Peak of Love” pada 27 Juni 2025. Album ini sudah bisa dinikmati di seluruh platform digital streaming. Album tersebut menyajikan curahan hati Aldi yang berakar dari kisah patah hati pada tahun 2022.

“Album ini adalah milestone bagiku. Setiap lagunya saling berkaitan dan menceritakan perjalanan emosional yang gak bisa diwakilkan hanya lewat satu lagu,” jelas Aldi.
Album ini dirancang seperti buku harian, terdiri dari 13 lagu, yang mencakup 10 lagu baru dan 3 lagu yang sebelumnya telah dirilis. Uniknya, seluruh proses kreatif mulai dari penulisan lirik, aransemen, produksi hingga pengisian instrumen, dilakukan sendiri oleh Aldi.
“Aku ingin audiens tahu bahwa ini adalah musik Aldi Haqq yang paling murni. Di album ini, aku tetapkan DNA-ku, bukan hanya sebagai penyanyi, tapi juga sebagai arranger, produser, dan multi-instrumentalis,” ujarnya.
Di antara 13 lagu dalam album tersebut, dua lagu menonjol secara musikal dan emosional. Lagu “Feels Like We’re Still a Lover” menampilkan sentuhan orkestra hasil kolaborasi dengan Gusti Irwan Wibowo di bagian string section. Nuansa megah dan menyentuh menjadi kekuatan utama lagu ini.
Sementara lagu “The One” menjadi focus track dari album. “The One menyampaikan pesan bahwa memang sulit melupakan seseorang dari masa lalu. Tapi sebelum memulai hubungan baru, kita harus berdamai dengan kenangan lama dulu,” jelas Aldi.
Melalui “Road to Peak of Love”, Aldi Haqq ingin mengajak para pendengar, khususnya generasi muda, untuk merangkul kesedihan dengan cara yang hangat dan jujur. Menurutnya, setiap luka yang tertuang dalam lagu-lagu di album ini merupakan bagian dari proses pertumbuhan emosional seseorang.
Album ini dirilis secara independen lewat label yang didirikan sendiri oleh Aldi, Haqiqi Records, dan didukung oleh manajemen Tap Projects serta layanan artis lokal Kithlabo.
Berikut daftar Lagu dalam Album “Road to Peak of Love”; Feels Like We’re Still a Lover, Jalan Pintas, That’s The Past, Old Car, Sunda Strait, Previous Love, Airport Gate, The One, All Words Are Lie, Penyelamatku, Terlambat, Once Upon A Time dan Peak of Love.
Dengan perilisan album debut ini, Aldi Haqq menegaskan eksistensinya sebagai musisi independen yang tidak hanya menyanyi, tetapi juga terlibat penuh dalam setiap proses kreatif.
“Album ini spesial karena seluruh isi adalah curahan hati gue sendiri. Di mana setiap lagunya punya kesinambungan cerita,” pungkas Aldi.
Melalui “Road to Peak of Love”, Aldi Haqq tidak hanya memperkenalkan dirinya sebagai penyanyi baru, tetapi juga sebagai musisi otentik yang siap mengukir jejak panjang di industri musik Indonesia.










