
JAKARTA, koranindopos.com – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyampaikan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) telah memberikan beasiswa dengan total Rp 14,9 triliun kepada 29.872 awardee atau penerima sejak tahun 2012 hingga tahun 2021. Dengan fleksibilitas yang dimiliki, LPDP juga berkontribusi dalam mendukung pendanaan dan pelaksanaan riset guna memperkuat ekosistem riset dan inovasi di Indonesia.
“Beasiswa yang dialokasikan dari pengelolaan dana abadi sejak tahun 2012 hingga tahun 2021 ini telah mencapai Rp 14,9 triliun,” kata Sri Mulyani dalam keterangan persnya, Sabtu (26/2). Menurutnya, pada tahun 2021, Kemenkeu telah melakukan kontrak untuk 1.668 pendanaan di bidang penelitian atau riset dengan nilai mencapai Rp 1,4 triliun. Dana tersebut dikelola dalam rangka Kemenkeu terus memberikan peluang bagi kegiatan pendidikan, penelitian, kebudayaan, dan dari sisi perguruan-perguruan tinggi di Indonesia terus memperbaiki diri dan memperbaiki kualitas sumber daya manusia.
Sri Mulyani menjelaskan jumlah penerima beasiswa LPDP yang mencapai 29.872 awardee tersebut berasal dari berbagai komponen, background, dan daerah di Indonesia. Setelah lulus, 61,9 persen alumni LPDP bekerja di sektor publik, seperti di bidang pendidikan, yakni akademisi, peneliti, atau PNS, TNI, dan Polri. Sementara, 35,8 persen dari alumni LPDP bekerja di sektor privat dan 2,3 persen bekerja di bidang atau sektor sosial.
“Tentu kita berharap mereka akan menjadi ASN, TNI, Polri dan para akademisi yang makin memiliki kualitas pemikiran untuk mengelola Negara Republik Indonesia, membuat dan merumuskan kebijakan-kebijakan yang baik, membuat ruang policy untuk menciptakan kemajuan bagi Indonesia,” ujar Sri Mulyani. Dia menilai penerima beasiswa LPDP yang berjumlah 29.872 masih sangat sedikit dari persentase masyarakat Indonesia. Mereka hanya 0,01 persen dari penduduk Indonesia yang berpendidikan S2, S3.
Karena itu, Sri Mulyani berpesan kepada seluruh penerima beasiswa LPDP untuk kembali dan berkontribusi ke negara. Sebab mereka adalah orang-orang pilihan yang mendapatkan privilege dan fasilitas dari negara.(hai)










