Rabu, 27 Mei 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Olahraga
  • Opini
  • More
Home Nasional Pendidikan

Sampoerna Academy Dorong Generasi Alpha Menghargai Keberagaman Melalui Edukasi Berbasis STEAM

Editor : Hanasa oleh Editor : Hanasa
20 Oktober 2022
in Pendidikan
A A
0
Sampoerna Academy
Share on FacebookShare on Twitter

koranindopos.com – Jakarta Sebagai bukti komitmennya menyediakan pendidikan kelas dunia di Indonesia, sekolah interkultural Sampoerna Academy berpartisipasi dalam merayakan United Nations Day setiap tahun demi mendukung terwujudnya agenda bersama dalam mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDG). Di tahun ini, Sampoerna Academy mengangkat tema keberagaman (diversity) kepada anak sejak usia dini khususnya bagi Generasi Alpha agar dapat menjadi individu berwawasan global dan menghargai keberagaman.

Alia Md Noh selaku IEYC (International Early Years Curriculum) Coordinator Sampoerna Academy menegaskan pentingnya memperkenalkan keberagaman sejak dini pada generasi Alpha yang diterapkan pada kurikulum Sampoerna Academy. “Mengajari anak-anak untuk menyadari keberagaman sejak dini adalah cara terbaik untuk mematahkan stereotip serta membantu mencegah diskriminasi, intimidasi maupun isu seperti bullying. Sebagai sekolah interkultural, para murid di Sampoerna Academy sudah dikenalkan dengan keberagaman budaya, bahasa, agama, suku, dan lainnya sejak dini. Dengan semangat keberagaman pula, di UN Day tahun ini kami mengadakan beberapa kegiatan di masing-masing sekolah, seperti parade bendera mini, pakaian dan makanan dari berbagai negara,” jelas Alia.

Sampoerna Academy menerapkan pendidikan yang berfokus pada pedagogi STEAM yang memandu siswa untuk menjadi pembelajar seumur hidup (lifelong learner) sehingga mampu bersaing, unggul, serta menjadi pemimpin masa depan. Hal ini seiring juga dengan komitmen Sampoerna Academy untuk memberikan pendidikan terbaik sejak dini demi mendukung terciptanya Generasi Alpha yang akan menjadi pemimpin masa depan.

Generasi Alpha merupakan generasi yang lahir dalam rentang tahun 2010 – 2025 dan menjadi generasi yang paling tergantung dengan teknologi namun terbuka dengan perkembangan. Generasi ini menjadi generasi yang paling banyak memiliki akses di tengah banyaknya kesempatan dan pilihan di dunia pendidikan. Namun terdapat tantangan yang dihadapi oleh orang tua serta pengajar untuk mengembangkan karakter Generasi Alpha dalam memahami keberagaman yang ada di sekitarnya. 

Artikel Terkait

Dies Natalis ke-12 Jadi Momen i3L Perluas Peran di Dunia Pendidikan dan Riset

Perpustakaan Baru Cilegon Diharapkan Jadi Pusat Penggerak Literasi Warga

Delapan SD Jakarta-Banten Unjuk Kreativitas di DANCOW Indonesia Cerdas Season 2

Psikolog Anak & Remaja sekaligus Founder Relasi Diri Anastasia Satriyo mengungkapkan bahwa penting sekali memperkenalkan keberagaman kepada anak sejak dini dengan cara yang menyenangkan agar mudah dipahami. “Keberagaman dapat diperkenalkan kepada anak sejak dini dengan pengalaman langsung melalui apa yang bisa mereka lihat, dengar, alami dan rasakan menggunakan indera mereka. Misalnya dengan memperkenalkan warna warni pakaian, hiasan, makanan, cerita di setiap daerah atau negara. Bisa juga diceritakan melalui keberagaman dari orang-orang terdekat, misalnya orang tua, keluarga, teman-teman maupun guru,” jelas Anas.

Dalam memperkenalkan keberagaman, Sampoerna Academy menerapkan pembelajaran dengan cara yang sederhana namun detail, salah satunya dengan membuat lingkungan yang beragam. “Karena murid kami berasal dari berbagai daerah maupun negara yang beragam, maka kami memperkenalkan konsep keberagaman melalui konsep home country, adopted country dan house country. Sehingga mereka merasa lebih relate kepada apa yang telah mereka ketahui dan konsep keberagaman juga jadi lebih mudah dipahami,” jelas Alia.

Sampoerna Academy menerapkan IEYC (International Early Years Curriculum) berbasis praktik dengan kebutuhan perkembangan anak usia 2-5 tahun. IEYC dirancang berdasarkan delapan prinsip pembelajaran dan perkembangan anak yang secara intrinsik terkait dengan proses pembelajaran yang unik. IEYC menekankan pada pendekatan yang menyenangkan, holistik dan berfokus pada anak-anak untuk pembelajaran dan perkembangan melalui pengembangan dan pembelajaran esensial seperti Kemandirian dan Ketergantungan (Independence and Interdependence), Berkomunikasi (Communicating), Mengumpulkan Informasi (Inquiring), Hidup Sehat (Healthy Living), dan Kesehatan Fisik dan Mental (Physical Well-being). Dengan konsep “Power of Play” untuk pendidikan anak usia dini, Sampoerna Academy bertujuan untuk menciptakan siswa yang mandiri dengan mengintegrasikan permainan dalam setiap pelajaran. Melalui konsep ini, siswa akan dengan mudah menyerap pengetahuan serta menjadikan pembelajaran lebih menyenangkan. 

“Fokus IEYC pada pengembangan karakter anak bertujuan untuk mendorong dan membantu siswa dalam mengintegrasikan dan menerapkan pengetahuan dalam berbagai disiplin ilmu, memfasilitasi mereka untuk berpikir lebih holistik dan mendorong mereka untuk menjadi pemecah masalah atau inovator masa depan. Jadi tidak hanya fokus pada pengembangan akademik, tetapi juga kepada personal dimension dan international dimension untuk membentuk anak menjadi global citizen,” tutup Alia. (ris)

Topik: IEYC (International Early Years Curriculum)Sampoerna AcademySustainable Development Goals (SDG)United Nations Day

TerkaitBerita

Dies Natalis ke-12 Jadi Momen i3L Perluas Peran di Dunia Pendidikan dan Riset
Nasional

Dies Natalis ke-12 Jadi Momen i3L Perluas Peran di Dunia Pendidikan dan Riset

oleh Editor : Akula
27 Mei 2026
Perpustakaan Baru Cilegon Diharapkan Jadi Pusat Penggerak Literasi Warga
Nasional

Perpustakaan Baru Cilegon Diharapkan Jadi Pusat Penggerak Literasi Warga

oleh Editor : Akula
20 Mei 2026
Delapan SD Jakarta-Banten Unjuk Kreativitas di DANCOW Indonesia Cerdas Season 2
Nasional

Delapan SD Jakarta-Banten Unjuk Kreativitas di DANCOW Indonesia Cerdas Season 2

oleh Editor : Akula
19 Mei 2026
Perpusnas Jadikan HUT ke-46 sebagai Ajang Penguatan Literasi Digital dan Budaya Baca
Nasional

Perpusnas Jadikan HUT ke-46 sebagai Ajang Penguatan Literasi Digital dan Budaya Baca

oleh Editor : Akula
17 Mei 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

Hidden Paradise di Tengah Kota, Hotel Surabaya Hadirkan Pantai Pasir Putih di Rooftop Lantai 28

Hidden Paradise di Tengah Kota, Hotel Surabaya Hadirkan Pantai Pasir Putih di Rooftop Lantai 28

27 Mei 2026
Daging Kurban Perlu Dicuci atau Tidak? Pakar UGM Beri Penjelasan dan Tips Mengolah Agar Empuk

Daging Kurban Perlu Dicuci atau Tidak? Pakar UGM Beri Penjelasan dan Tips Mengolah Agar Empuk

27 Mei 2026
Cerita Penumpang KRL Terjebak 1,5 Jam di Stasiun Duri, Gagal Temani Anak Takbiran

Cerita Penumpang KRL Terjebak 1,5 Jam di Stasiun Duri, Gagal Temani Anak Takbiran

27 Mei 2026
Klinik Yasmin

Gangguan Kesuburan Meningkat, Teknologi Fertilitas Kian Dibutuhkan Masyarakat

27 Mei 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    3267 shares
    Share 1307 Tweet 817
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    378 shares
    Share 151 Tweet 95
  • Jumlah Jemaah Haji Indonesia yang Wafat di Arab Saudi Bertambah

    311 shares
    Share 124 Tweet 78
  • Heboh “Pocong” di Cipondoh Tangerang Dipastikan Hoax, Warga Sempat Patroli Malam

    309 shares
    Share 124 Tweet 77
  • PSSI Segera Jual Tiket FIFA Matchday 2026

    309 shares
    Share 124 Tweet 77
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya