Koranindopos.com, JAKARTA – Yayasan nirlaba bidang pemenuhan hak dan perlindungan anak, Save The Children Indonesia, mengklaim terus mendorong sistem perlindungan anak yang lebih baik di Indonesia. Hal tersebut disampaikan CEO Save the Children Indonesia Dessy Kurwiany Ukar dalam diskusi media bertajuk Mengawal Ekosistem Perlindungan Hak, Refleksi Upaya Kolaboratif Pemenuhan Hak Anak di Indonesia di TAMU Restaurant, Jakarta Selatan pada Selasa (14/7/2026).
Dessy mengatakan, berbagai upaya pemenuhan hak anak selama ini diperkuat melalui advokasi kebijakan, penguatan sumber daya, serta praktik-praktik yang mendorong sistem perlindungan anak yang lebih baik di Indonesia. Selain itu, pihaknya juga menggelar Festival Pahlawan Anak sebagai bagian dari upaya mengawal ekosistem perlindungan anak. “Selama 50 tahun Save the Children Indonesia belajar bahwa perubahan yang paling bermakna tidak pernah lahir dari satu pihak saja, melainkan melalui kolaborasi berbagai pemangku kepentingan,” ungkap Dessy.
Menurut Dessy, capaian yang telah diraih menjadi bukti bahwa perubahan nyata bagi anak dapat terwujud ketika pemerintah, masyarakat, dunia usaha, media, dan organisasi masyarakat sipil bergerak bersama. DIa menambahkan, keberpihakan terhadap anak tidak boleh berhenti sebagai komitmen semata, tetapi harus diwujudkan melalui kolaborasi yang semakin kuat, aksi yang konkret, serta berkelanjutan agar setiap anak di Indonesia memperoleh hak-haknya secara optimal.
Melalui refleksi 50 tahun pengabdian tersebut, Save the Children Indonesia berharap seluruh pihak terus memperkuat sinergi dalam menciptakan lingkungan yang aman, inklusif, dan mendukung tumbuh kembang anak sebagai generasi penerus bangsa. (rls/why/mmr)










