Koranindopos.com, JAKARTA – Industri perfilman Indonesia kembali menghadirkan drama emosional melalui Andai Waktu Bisa Diulang Kembali yang dijadwalkan tayang serentak di bioskop pada 30 Juli 2026. Film garapan sutradara Syahrul itu mengangkat kisah tentang cinta, keluarga, pengorbanan, serta penyesalan yang dikemas dalam alur penuh emosi dan kejutan.
Film ini mengikuti perjalanan hidup Dinar, seorang perempuan yang berjuang menghadapi kerasnya kehidupan. Di tengah himpitan ekonomi, biaya pendidikan, utang keluarga, dan kondisi sang ibu yang sakit, Dinar dipertemukan dengan dua pria, Faiz dan Firman. Pertemuan tersebut membawa Dinar pada pilihan-pilihan sulit yang akan menentukan masa depannya.
Sutradara Syahrul mengungkapkan bahwa sejak tahap pengembangan cerita, ia bersama penulis naskah Ghifar ingin menghadirkan pengalaman menonton yang mampu membuat penonton larut dalam perjalanan batin Dinar. “Kami ingin penonton merasakan seolah-olah ikut mengulang waktu bersama Dinar. Ada beberapa kejutan yang memang sudah dirancang sejak awal, termasuk adegan-adegan yang sengaja tidak dijelaskan secara utuh kepada para pemain agar emosi yang muncul terasa lebih spontan,” ujar Syahrul.
Menurut pihak produser, proses kreatif film ini berkembang selama masa produksi. Beberapa adegan penting bahkan lahir ketika syuting berlangsung sehingga membuat cerita menjadi lebih kuat dan emosional. “Kami berharap film ini bukan hanya menjadi tontonan, tetapi juga menghadirkan inspirasi bagi penonton. Pesan utamanya sederhana, bahwa waktu tidak akan pernah bisa diulang kembali,” ungkap produser.
Aktris Davina Karamoy mengaku karakter Dinar menjadi salah satu peran paling emosional yang pernah ia jalani. Ia menyebut sebagian besar perjalanan karakter tersebut dipenuhi kesedihan dan pergulatan batin. “Kurang lebih 80 persen adegan Dinar dipenuhi emosi sedih. Tantangan terbesar saya adalah menyampaikan semua perasaan itu dengan jujur agar penonton bisa ikut merasakan apa yang dialami Dinar,” kata Davina.
Davina juga mengungkapkan bahwa chemistry dengan Farhan Rasyid terbangun dengan cukup mudah karena keduanya telah lama bersahabat. Namun, ia tetap dituntut untuk memisahkan hubungan pertemanan mereka demi membangun hubungan karakter Dinar dan Faiz secara meyakinkan di layar.
Menariknya, respons awal penonton yang telah menyaksikan film ini memperlihatkan adanya dua kubu yang mendukung karakter Faiz maupun Firman. Menurut Davina, hal tersebut menunjukkan bahwa kedua karakter memiliki daya tarik dan alasan yang sama kuat di mata penonton.
Bagi Farhan Rasyid, karakter Faiz merupakan sosok sederhana yang memperlihatkan cinta melalui tindakan dan pengorbanan. Ia menilai cinta sejati bukan hanya tentang pasangan, tetapi juga tentang menerima dan mencintai keluarga orang yang dicintai.
Sementara itu, Bismo Satrio mengungkapkan bahwa memerankan Firman menjadi tantangan tersendiri karena karakternya dituntut memiliki kepekaan dalam mengambil setiap keputusan. Di sisi lain, Vonny Anggraini berharap perannya sebagai Mama Endang dapat memperkuat pesan moral film tanpa terkesan menggurui penonton.
Selain dibintangi Davina Karamoy, Farhan Rasyid, Bismo Satrio, dan Vonny Anggraini, film ini turut menghadirkan penampilan Nadzira Shafa, Mazack, Kenji Sati, dan Nashwa Fadhillah. Melalui kisah yang dekat dengan realitas kehidupan, akting para pemain yang kuat, serta alur yang penuh kejutan emosional, Andai Waktu Bisa Diulang Kembali diharapkan menjadi salah satu film drama Indonesia yang mampu membekas di hati penonton, sekaligus mengajak mereka merenungkan arti setiap pilihan sebelum waktu benar-benar berlalu. (rls/hrs/mmr)










