Koranindopos.com, Jakarta – Industri musik Tanah Air kembali disegarkan oleh kehadiran Duo Antonia melalui peluncuran mini album bertajuk “Suara Hati”. Proyek musikal yang secara resmi dirilis pada tanggal 5 Juni 2026 ini bukan sekadar kumpulan lagu, melainkan sebuah manifestasi dari perjalanan hidup dua vokalisnya, Dona Antonia dan Eriska Millen. Bagi mereka, musik berfungsi sebagai ruang aman untuk kembali pulang dan membuka lembaran baru setelah melewati berbagai fase sulit dalam kehidupan pribadi maupun profesional.
Mini album perdana ini memuat enam trek lagu yang secara khusus merepresentasikan beragam kisah perempuan modern. Dona Antonia menegaskan bahwa terdapat tiga pilar fundamental yang menjadi ruh atau nyawa dari keseluruhan konsep album tersebut. Ketiga elemen ini dipilih karena dianggap paling relevan untuk menyampaikan pesan emosional kepada pendengar tanpa perlu berbelit-belit.
“Sebenarnya ada tiga poin. Tentang kejujuran, karena lagunya dibuat secara jujur. Bertahan, dan ketiga tentang harapan. Jadi tiga poin itu kita kemas dalam album Suara Hati ini,” jelas Dona di Kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Baru-baru ini.
Menariknya salah lagu dalam album ini yang berjudul “Bukan Denganku” mendapatkan sentuhan produksi langsung dari maestro musik Bebi Romeo dan terinspirasi dari sosok perempuan kuat yang berani mengambil keputusan sulit untuk keluar dari hubungan toksik. Kolaborasi ini memberikan bobot lebih pada pesan pemberdayaan diri yang ingin disampaikan oleh duo vokal tersebut kepada publik.
Selain itu, terdapat juga lagu “Saat Kau Pergi” yang berdurasi 4 menit 34 detik. Lagu ini lahir dari tangan dingin Bebi Romeo yang menghadirkan aransemen dramatis untuk mengangkat kisah nyata mengenai penyesalan mendalam setelah kehilangan seseorang yang sangat mencintai dirinya. Sentuhan emosional dalam aransemennya membuat lagu ini mampu menyentuh sisi rapuh para pendengarnya.
Keterlibatan musisi sekelas Bebi Romeo ternyata tidak terjadi begitu saja, melainkan melalui proses kurasi yang ketat. Theodorus Agung Wijanarko selaku bos label Alunan Musik Abadi mengungkapkan bahwa sang produser memiliki standar tinggi dalam memilih materi yang akan digarapnya. Proses seleksi ini memastikan bahwa hanya lagu dengan kualitas terbaik yang akhirnya masuk ke dalam album.
“Kita bekerja sama dengan musisi besar Bebi Romeo. Itupun bukan hal mudah, karena Mas Bebi tidak asal menerima. Dia pasti dengarkan dulu, kurasi. Akhirnya disetujui dan memilih dua lagu dari Dona,” ujar Theodorus Agung Wijanarko selaku bos label Alunan Musik Abadi.
Di balik kesuksesan proyek musik ini, tersimpan cerita inspiratif tentang ketahanan Dona Antonia sebagai penyintas kanker sejak tahun 2023. Awal mula terbentuknya Duo Antonia justru bermula dari kebiasaan menulis jurnal yang disarankan dokter sebagai terapi psikologis saat ia berjuang melawan penyakit ganas tersebut. Menulis menjadi cara Dona untuk mengolah emosi dan menciptakan warisan karya sebelum bertemu dengan rekan duetnya.
“Terbentuknya ini sebenarnya dari saya yang hobi menulis. Dan di 2023 itu saya terdiagnosis kanker, dan dokter konseling saya menyarankan jurnal. Terus saya ingin membuat legacy, dan akhirnya saya ketemu produser, Pace Kribo. Dia bilang ada nih Millen, saya lihat di Instagram dan saya langsung jatuh cinta. Akhirnya kita ngobrol dan sepakat buat Duo Antonia,” tutur Dona.
Meski mengusung format duo vokal, Dona dan Millen menyikapi potensi perbandingan dengan grup legendaris Duo Maia dengan kepala dingin. Mereka mengakui Duo Maia sebagai idola dan sumber inspirasi konsep, namun tetap percaya diri dengan identitas musik pop soulful yang mereka usung. Sikap santai ini menunjukkan kedewasaan mereka dalam menghadapi dinamika industri hiburan yang kerap membandingkan artis baru dengan pendahulunya.
“Kami berdua pun mengidolakan Duo Maia, kami terinspirasi dengan konsep itu sebenarnya. Kami tidak khawatir, genre kita pop soulful. Kalau ikuti rezekinya sih tidak apa-apa, amin,” ujar Dona sembari tersenyum. (BRG/Hend)










